Umsida.ac.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (BEM Umsida) menggelar pelatihan jurnalistik dan konten digital pada Sabtu, (14/2/2026) di Mini Teather kampus 1 Umsida.
Lihat juga: Kajian Deen Islam BEM Umsida: Pemuda Berperan, Bukan Baperan
Bertemakan “Membangun Kreativitas dan Personal Branding melalui Jurnalistik dan Konten Digital yang Berkualitas”, kegiatan ini terbuka untuk seluruh mahasiswa Umsida yang ingin meningkatkan kemampuan jurnalistik mereka dan memperkuat personal branding mereka di dunia digital.
Acara ini memberi wawasan mendalam tentang teknik jurnalistik yang benar dan pembuatan konten digital kreatif yang efektif.
Dalam dunia digital yang terus berkembang, keterampilan ini menjadi penting agar dapat menonjol dan membangun citra diri yang kuat di dunia maya.
Moch Hidayatul Rizky, Menteri Agama BEM Umsida, yang membuka acara ini menegaskan, “Di dunia yang semakin terkoneksi ini, keterampilan jurnalistik dan pemanfaatan media sosial menjadi sangat penting. Tidak hanya untuk membangun personal branding, tetapi juga untuk berdakwah melalui konten yang bermanfaat.”
Narasi dan Pemateri Berkualitas Bidang Jurnalistik dan Konten Digital

Pelatihan ini menghadirkan beberapa narasumber berkompeten yang akan memberikan wawasan dan pengalaman mereka dalam dunia jurnalistik dan konten digital.
Dr H Dhimam Abror Djuraid, wartawan senior yang juga dewan penasehat PWI Jawa Timur, memberi beberapa kiat mengenai praktik di dunia jurnalisme.
“Jurnalisme bukan hanya tentang menyampaikan berita, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan pesan yang bermanfaat dan membangun kesadaran sosial yang bertanggung jawab,” ujam Dr Dhimam.
Di era digital ini, imbuhnya, jurnalisme menjadi ladang dakwah yang luar biasa, terutama bagi generasi muda.
Untuk membahasa lebih dalam tentang konten media sosial, di kegiatan ini juga menghadirkan Bayu Firdaus SPd dari Majelis Tabligh PDM Sidoarjo.
Ia merupakan Marbot Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah yang tengah viral di Sidoarjo karena bagi-bagi makan gratis.
Di sini Bayu berbagi tentang cara-cara membuat konten digital kreatif yang dapat mendukung personal branding yang kuat di media sosial.
“Dakwah di dunia digital membutuhkan keterampilan dalam menciptakan konten yang menarik dan bermakna,” jelas Bayu.
Menurutnya, media sosial bukan hanya sebagai platform hiburan semata, tetapi juga sebagai alat untuk menyebarkan kebaikan dan nilai-nilai Islam.
Dakwah Dunia melalui Jurnalistik dan Konten Digital

Sebagai penegasan dari pentingnya jurnalisme dan medsos dalam dakwah, Rizki dalam closing statement-nya mengungkapkan bahwa dakwah di dunia ini memerlukan kompetensi dalam jurnalistik dan pemanfaatan media sosial.
“Ini bukan hanya tentang menyebarkan informasi, tetapi bagaimana kita bisa membangun citra yang baik dan menyampaikan nilai-nilai agama melalui konten yang berkualitas,” terangnya.
Menurutnya, media sosial bukan hanya tempat untuk berbagi kehidupan pribadi, tapi juga untuk berdakwah dengan cara yang relevan dan menarik bagi audiens kita.
Pelatihan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa dunia digital bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai ladang amal yang bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai positif, baik melalui konten kreatif maupun jurnalisme yang profesional.
Peserta yang mengikuti pelatihan ini memperoleh keterampilan menulis dan storytelling yang lebih baik.
Lihat juga: BEM dan DPM Umsida Sampaikan Aspirasi Sosial dalam Audiensi Bersama DPRD Sidoarjo
Mereka juga mendapat pemahaman tentang etika jurnalistik serta teknik pembuatan konten yang tepat untuk media sosial.(Wafi)



















