pakaian dalam Islam (Pexels)

Berpakaian Modis Tidak Dilarang dalam Islam

Umsida.ac.id – “Busana Muslim dalam Pandangan Islam Berkemajuan.”

Tema itu terdengar sederhana, tetapi di baliknya tersimpan pertanyaan yang sering muncul di tengah masyarakat.

Apakah memakai pakaian muslim cukup dengan “yang penting menutup aurat”? Atau ada nilai yang lebih dalam dari sekadar kain yang membungkus tubuh?

Lihat juga: Pola Makan Saat Puasa Ala Rasulullah SAW, Yuk Terapkan!

Dalam Tausiyah Ramadan yang disampaikan Dr Puspita Handayani MPdI, pembahasan tentang busana muslim tidak berhenti pada soal mode atau tren. 

Ia mengajak peserta melihat kembali makna berpakaian dari perspektif Al-Qur’an dan nilai Islam berkemajuan.

3 Fungsi Pakaian dalam Islam
pakaian dalam Islam (Pexels)
Ilustrasi: Pexels

Dr Puspita mengawali penjelasannya dengan mengutip QS. Al-A’raf ayat 26. 

Dalam ayat tersebut, Allah menyebutkan bahwa pakaian memiliki tiga fungsi utama.

“Berpakaian itu tidak hanya sekedar menggunakan saja. Ada tiga fungsi yang disebutkan dalam Al-Qur’an,” jelas Kabid AIK Direktorat AIK Umsida itu.

Pertama, sebagai penutup aurat. Kedua, sebagai perhiasan. Ketiga, sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah.

Artinya, pakaian tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga memiliki dimensi spiritual. 

Cara seseorang berpakaian mencerminkan kesadarannya dalam menjaga kehormatan diri dan ketaatannya kepada Allah.

Dr Puspita menjelaskan batasan aurat baik bagi laki-laki maupun perempuan beserta dalilnya.

Aurat laki-laki adalah dari pusar hingga lutut, sementara perempuan menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

Namun Dr Puspita menegaskan bahwa menutup aurat saja belum cukup jika tidak dibarengi dengan nilai kesopanan dan etika.

“Bagaimana kita berpakaian itu kelihatan baik, tanpa meninggalkan syariat dan etika moral yang ada di lingkungan,” tuturnya.

Makna Jilbab yang Sangat Luas

Dalam penjelasannya, Dr Puspita juga mengamati fenomena penyempitan makna jilbab di masyarakat. 

Ia menyinggung bagaimana jilbab sering dipahami sekadar penutup kepala, padahal secara syariat maknanya lebih luas.

“Jangan sampai pengertian jilbab itu hanya sekedar menutup kepala saja,” tegasnya.

Lantas ia merujuk pada QS. An-Nur ayat 30–31 dan QS. Al-Ahzab ayat 59 yang menekankan pentingnya menjaga pandangan dan menutup aurat secara sempurna, termasuk menjulurkan kerudung hingga menutup dada.

“Jilbab adalah salah satu identitas seorang muslimah,” ujarnya.

Justru Islam memberi ruang bagi model yang modis dan estetis, selama tetap sesuai syariat.

Menurutnya, seseorang boleh saja mengenakan busana modern, bahkan celana dalam kondisi tertentu seperti pekerjaan, selama tidak ketat, tidak transparan, tidak menyerupai lawan jenis, dan tidak berlebihan hingga mengundang perhatian yang tidak perlu.

Ia mengutip Hadits Riwayat Muslim mengenai perempuan yang “berpakaian tetapi telanjang,” yakni memakai baju yang terlalu ketat atau transparan sehingga memperlihatkan lekuk tubuh.

Ada pula perempuan yang kepala-kepalanya seperti punuk-punuk unta yang miring.

“Busana itu jangan sampai memicu fitnah atau mengundang syahwat,” pesan Dr Puspita.

Busana Muslim sebagai Cerminan Ketakwaan dan Identitas
pakaian dalam Islam (Pexels)
Ilustrasi: Pexels

Bagi Dr Puspita, inti dari busana muslim dalam Islam berkemajuan adalah kesadaran bahwa pakaian mencerminkan pribadi.

“Pakaian adalah cerminan diri,” tandasnya.

Dalam konteks Islam, busana menunjukkan ketaatan, kesopanan, dan kehormatan di hadapan Allah dan masyarakat,” jelasnya.

Busana syar’i bukan sekadar kewajiban administratif atau formalitas sosial, namun juga kewajiban sesuai syariat, yakni:

  • Menutup aurat dengan sempurna
  • Tidak ketat (membentuk lekuk tubuh)
  • Tidak transparan
  • Tidak menyerupai pakaian lawan jenis
  • Tidak mencolok atau berlebih-lebihan

Dalam konteks Islam berkemajuan, Dr Puspita menjelaskan bahwa:

  • Busana muslim tidak berarti membatasi kreativitas, kebebasan berekspresi, atau menolak modernitas selagi sesuai dengan syariat
  • Memakai busana modis tidak dilarang asal tetap menjaga kesopanan
  • Tidak memakai pakaian yang bisa memicu fitnah atau mengundang syhawat

Justru, Ketua Halal Center Umsida itu mengatakan bahwa berbusana muslim (syar’i) adalah bentuk perlindungan, identitas, dan ekspresi ketakwaan.

Ia bahkan mengutip pepatah Jawa yang berbunyi “Ajining diri soko lathi, ajining raga saka busana”, yang bermakna bahwa kehormatan diri terlihat dari ucapan, dan kehormatan raga terlihat dari pakaian.

Islam berkemajuan, menurutnya, tidak anti mode. 

Busana olahraga muslimah yang kini semakin variatif dan tetap sopan adalah contoh bahwa kemajuan dan syariat bisa berjalan beriringan.

Lihat juga: Puasa Dapat Meningkatkan Kesehatan Jiwa, Ini 5 Cara Merawatnya

“Silahkan berpakaian semodis apapun, asalkan tidak melanggar syariat, Islam” tegasnya.(Romadhona)

Berita Terkini

Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By

Riset & Inovasi

kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By
pelatiahn coding plugged
Dosen Umsida Kenalkan Coding Ramah Anak untuk Guru PAUD
September 14, 2026By

Prestasi

penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By
snap and style
Snap and Style Antar Inovasi Bisnis Digital Umsida Tembus KMI Expo XVII 2026
September 9, 2026By
lomba pajak nasional_11zon
Umsida Juara 3 Lomba KTI Nasional IKPI, Usung Smart Tax Governance Index
August 29, 2026By
LSP Umsida.jpg 1
LSP Umsida Raih Hibah Sertifikasi Kompetensi 2026 dari Belmawa Kemdiktisaintek
July 3, 2026By

Opini

karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By
solusi data desil
Desil Banyak Dipersoalkan, Pakar Umsida Beri Penjelasan
September 11, 2026By
Bahaya asap karhutla dan abu vulkanik
Bahaya PM 2.5 dari Asap Karhutla dan Erupsi, Ini Solusi Pakar Umsida
September 10, 2026By