Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mastama) 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan dan Aula KH Mas Mansyur Umsida pada Ahad, (27/9).
mastama merupakan bagian dari rangkaian pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru sekaligus memperkenalkan Organisasi Otonom (Ortom) yang ada di lingkungan Umsida.
Lihat juga: 4 Pilar yang Harus Dimiliki Mahasiswa
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Mastama tahun ini melibatkan tiga ortom Muhammadiyah di Umsida, yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci, dan Hizbul Wathan (HW).
Ketua Koordinator Komisariat (Korkom) IMM Umsida, Muhammad Gulam Saifullah, menjelaskan bahwa konsep baru tersebut dibuat agar mahasiswa baru mengenal lebih luas organisasi yang dapat menjadi ruang pengembangan diri selama menjalani masa perkuliahan.
Mastama Umsida Libatkan 3 Ortom

Gulam menjelaskan bahwa Mastama merupakan kegiatan tahunan yang sebelumnya lebih banyak melibatkan IMM.
Namun, pada tahun ini konsep tersebut diperluas dengan mengajak ortom lain untuk berkolaborasi.
“Sekarang saya mengajak teman-teman organisasi otonom atau ortom yang ada di Umsida, yakni Tapak Suci dan Hizbul Wathan. Jadi memperkenalkan ortom Umsida kepada mahasiswa baru, bukan hanya IMM,” jelasnya.
Cara Perkenalkan Ortom
Dalam rangkaian Mastama 2026, mahasiswa baru mengikuti berbagai kegiatan mulai dari pembukaan, sambutan, talkshow bersama anggota Ortom, hingga pertunjukan drama.
Gulam mengatakan bahwa drama menjadi salah satu bagian yang dibuat berbeda karena tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga membawa pesan mengenai peran mahasiswa di tengah masyarakat.
“Judulnya Janji Digoyang Sorak, tentang seorang koruptor yang nantinya mempunyai kekuasaan yang menindas masyarakat. Akhirnya masyarakat nanti dibela oleh seorang mahasiswa,” ujarnya.
Melalui drama tersebut, mahasiswa ingin menggambarkan bagaimana kader ortom dapat mengambil peran dalam menyuarakan persoalan masyarakat.
“Tujuannya memperkenalkan terkait ortom sendiri. Ada mahasiswa yang digambarkan sebagai kader ortom membantu masyarakat untuk menyuarakan apa yang mereka keluhkan,” jelas Gulam.
Dengan konsep Mastama ini, ia berpesan kepada mahasiswa baru agar tidak ragu mencoba berbagai aktivitas selama kuliah.
“Jangan takut untuk mencoba. Memang benar kita tidak diwajibkan sebagai mahasiswa untuk berorganisasi. Tapi di dalam organisasi kalian akan menempa keilmuan, belajar, dan bisa mengembangkan prestasi-prestasi yang ingin kalian kembangkan,” pesan Gulam.
Drama Kompakkan Ortom Umsida

Ketua Pelaksana Mastama 2026, Amin, mengungkapkan bahwa proses persiapan drama tersebut menjadi tantangan tersendiri karena para peserta tidak memiliki latar belakang sebagai pemain drama.
“Dari tiga ortom ini sebenarnya tidak ada basic drama sama sekali. Kita tidak tahu apa itu drama. Tapi akhirnya kita koordinasi dengan beberapa orang dan muncul konsep seperti ini,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa latihan drama dilakukan selama sekitar satu bulan dengan melibatkan seluruh Ortom.
Amin mengatakan bahwa proses koordinasi antar ortom pada awalnya memiliki tantangan tersendiri karena setiap organisasi memiliki aktivitas masing-masing.
Namun, komunikasi yang intensif membuat proses persiapan berjalan lebih baik.
“Kita sering-sering komunikasi saja. Mungkin dari teman-teman ketika kita kumpul ada yang bilang kok sering kumpul. Dari situ akhirnya kita bisa merumuskan bahwa dari kumpul itu bisa mematangkan konsep,” jelas Amin.
Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat rangkaian Mastama dapat berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah kita bisa sekompak seperti ini,” tambahnya.
Salah satu mahasiswa baru Umsida tahun 2026, Irma Nella Fatmawati, mahasiswa baru Program Studi Akuntansi, mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti Mastama 2026.
“Sebelumnya saya kurang mengetahui organisasi-organisasi ini. Jadi sekarang tahu ternyata Muhammadiyah punya banyak Ortom,” terangnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut membuatnya mengenal organisasi yang sebelumnya belum banyak diketahui.
Lihat juga: Prof Milal: Mahasiswa Sekarang Tak Boleh Egosentris
Ia juga mengapresiasi penyampaian materi dalam talkshow karena mudah dipahami.
“Tadi penyampaiannya juga sangat mudah dipahami, apalagi ada drmanaya juga. Jadi semakin tahun peran dan fungsi mahasiswa,” kata Irma.(Dhona)
























