dewan pers dan akademisi soal pilar keempat

Bagaimana Kondisi Pers Sebagai Pilar Keempat Saat Ini? Ini Kata Akademisi Hingga Dewan Pers

Umsida.ac.id – Sejumlah tokoh dari kalangan akademisi, Dewan Pers, dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) membagikan pandangan mereka mengenai langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kebebasan pers sekaligus memperkuat ekosistem media siber di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan usai Seminar Nasional Digitalisasi Media Pers: Tantangan Patuh Hukum dan Keberlanjutan Bisnis di Era Disrupsi Digital yang diselenggarakan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Selasa, (23/06/2026).

Lihat juga: Umsida dan SMSI Kupas Tantangan Pers di Tengah Transformasi Digital

Sinkronisasi UU Pers dan UU ITE untuk Melindungi Kebebasan Pers

Dalam sesi wawancara di akhir acara, Ahmad Riyadh BM SH MSi PhD, dosen Umsida sekaligus pakar komunikasi advokasi kebijakan, mengatakan pentingnya sinkronisasi regulasi antara Undang-Undang Pers dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Menurutnya, persoalan utama saat ini bukan terletak pada substansi regulasi yang saling melemahkan, melainkan pada harmonisasi pelaksanaannya di lapangan.

“Kita rekomendasi dari sini agar pemerintah membuat komisi independen, agar tidak gampang men-take down. Dicek dulu benar atau tidak. Kalau ini pers, ya menggunakan Undang-Undang Pers,” ujarnya.

Riyadh menegaskan bahwa kebebasan pers harus tetap dijaga, sementara persoalan di luar ranah jurnalistik dapat ditangani melalui regulasi lain seperti UU ITE.

Ia juga menilai masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan kualitas media melalui kemampuan memilih sumber informasi yang kredibel dan profesional.

“Media benar-benar kita harapkan menjadi pilar keempat demokrasi. Kalau pilar ini tidak ada satu, harusnya roboh demokrasinya,” tegasnya.

Dewan Pers dan SMSI Dorong Penguatan Ekosistem Media Siber

dewan pers dan akademisi soal pilar keempat

Di wawancara yang sama, Ketua Umum SMSI Pusat, Drs Firdaus MSi, menjelaskan bahwa Dewan Pers saat ini telah menunjukkan keberpihakan terhadap perkembangan media startup dan media siber di Indonesia.

Menurutnya, upaya memperkuat posisi pers sebagai pilar keempat demokrasi memerlukan dukungan seluruh elemen industri media.

Media sosial dan media pers, katanya, tidak seharusnya dipertentangkan. 

Sebaliknya, keduanya perlu dipertemukan dalam sebuah sistem yang mampu menghadirkan kepastian hukum dan tata kelola yang lebih baik.

“Jangan berpikir bahwa tidak ada solusi. Jangan kita benturkan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kreator atau pengelola media digital yang selama ini berada di luar ekosistem pers dapat memperoleh pengakuan hukum dengan membangun perusahaan media dan bergabung dengan asosiasi yang menjadi konstituen Dewan Pers.

Firdaus juga mengatakan pentingnya kehadiran negara dalam memperkuat industri pers. 

Menurutnya, selama ini terdapat ketimpangan karena tiga pilar demokrasi lainnya.

“Yudikatif dibiayai negara, eksekutif dibiayai negara, legislatif dibiayai negara. Pilar keempat, pers, tidak ada,” tandasnya.

Verifikasi Media Pers dan Tantangan Hoaks di Media Sosial

dewan pers dan akademisi soal pilar keempat

Anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Dewan Pers, Maha Eka Swasta, mengungkapkan bahwa Dewan Pers saat ini tengah meninjau kembali regulasi verifikasi media.

Ia menyebut evaluasi tersebut mencakup verifikasi administratif maupun verifikasi faktual yang selama ini menjadi standar pengakuan perusahaan pers.

“Dewan Pers menjalankan kebijakan berdasarkan aspirasi konstituen. Karena itu, berbagai masukan terkait mekanisme verifikasi dapat disampaikan melalui organisasi konstituen yang terdaftar,” terangnya.

Lihat juga: Longmarch ke DPRD Sidoarjo, IMM Umsida Suarakan Tata Ulang Indonesia

Sementara terkait maraknya hoaks dan penipuan di media sosial, oa menegaskan bahwa akun media sosial yang tidak terafiliasi dengan perusahaan pers tidak berada dalam kewenangan Dewan Pers.

“Kalau media sosial yang tidak terafiliasi ke perusahaan pers, itu bukan ranah Dewan Pers. Yang menyelesaikan berarti Undang-Undang ITE,” jelasnya.(Romadhona)

Berita Terkini

Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By

Riset & Inovasi

kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By
pelatiahn coding plugged
Dosen Umsida Kenalkan Coding Ramah Anak untuk Guru PAUD
September 14, 2026By

Prestasi

tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By
snap and style
Snap and Style Antar Inovasi Bisnis Digital Umsida Tembus KMI Expo XVII 2026
September 9, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By