inovasi obat kumur

Buat Obat Kumur Mengandung Asam Hialuronat dan Ekstrak Buah Naga, Dosen Umsida Raih Bantuan Paten 2026

Umsida.ac.id – Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), berhasil meraih Bantuan Biaya Pendaftaran Permohonan Paten dan Pemeriksaan Substantif Paten Gelombang I Tahun 2026 berkat inovasi “Sediaan Obat Kumur yang Mengandung Asam Hialuronat dan Ekstrak Buah Naga (Hylocereus spp.)”.

Dr drg Dwi Wahyu Indrawati SH MKes SpPerio AKP, dosen Kedokteran Gigi itu meraih pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia yang tertuang pada surat pemberitahuan, (19/6/2026).

Lihat juga: Dragon Mouthwash, Inovasi Dosen Umsida yang Raih Juara 1 di KISI 2025

Berawal dari Permasalahan Kesehatan Mulut

Dr Dwi menjelaskan bahwa obat kumur ini lahir dari pengalamannya sebagai praktisi sekaligus akademisi di bidang periodonsia.

“Saya sering menjumpai pasien dengan masalah peradangan rongga mulut, luka mukosa, hingga gangguan penyembuhan jaringan setelah tindakan kedokteran gigi,” terangnya.

Di sisi, lanjut Dr Dwi, banyak produk obat kumur yang beredar lebih berfokus pada efek antiseptik, namun belum optimal dalam membantu proses regenerasi atau perbaikan jaringan.

“Dari kondisi tersebut, saya mulai melakukan penelitian mengenai bahan-bahan alami yang memiliki potensi biologis tinggi,” tuturnya.

Melalui berbagai kajian ilmiah, ia menemukan bahwa asam hialuronat memiliki kemampuan mempercepat penyembuhan jaringan, sementara buah naga mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang bermanfaat bagi kesehatan rongga mulut.

Dari sinilah muncul gagasan untuk mengembangkan sediaan obat kumur yang tidak hanya menjaga kebersihan rongga mulut, tetapi juga membantu proses penyembuhan dan kesehatan jaringan secara lebih komprehensif. 

Kombinasi untuk Regenerasi Jaringan

inovasi obat kumur

Dr Dwi mengkombinasikan asam hialuronat dan ekstrak buah naga untuk membuat inovasi ini.

Asam hialuronat (hyaluronic acid) dikenal sebagai biomolekul alami yang berperan dalam proses regenerasi jaringan, menjaga kelembaban, mempercepat migrasi sel, dan membantu penyembuhan luka.

Sementara itu, ekstrak buah naga (Hylocereus spp.) mengandung antioksidan alami seperti flavonoid, polifenol, dan betalain yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan.

“Ketika kedua bahan ini dikombinasikan, akan terbentuk efek yang saling mendukung, yaitu mengurangi peradangan sekaligus mempercepat perbaikan jaringan rongga mulut,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan tren pengembangan produk kesehatan modern yang memanfaatkan bahan alami berbasis bukti ilmiah.

Keunggulan Obat Kumur Asam Hialuronat dan Buah Naga

Berbeda dengan sebagian besar obat kumur konvensional yang berfokus pada pengendalian bakteri dan penyegaran napas, produk yang dikembangkannya menawarkan pendekatan terapeutik dan regeneratif.

Lihat Juga :  FKG Umsida Tegaskan Integrasi Ilmu Kedokteran Gigi dan Nilai Islam untuk Maba

Beberapa keunggulannya antara lain:

  • Menggunakan kombinasi biomaterial dan bahan alami.
  • Memiliki potensi antiinflamasi dan antioksidan secara bersamaan.
  • Mendukung regenerasi jaringan rongga mulut.
  • Berpotensi menimbulkan efek samping yang lebih minim dibanding penggunaan bahan kimia tertentu dalam jangka panjang.
  • Dikembangkan berdasarkan hasil penelitian dan pengujian ilmiah.

“Dengan kata lain, produk ini tidak hanya ditujukan untuk mencegah penyakit, tetapi juga membantu proses pemulihan jaringan yang telah mengalami kerusakan,” jelasnya.

Jadi, obat kumur ini memiliki berbagai manfaat, di antaranya:

  • Membantu mengurangi peradangan pada gusi dan mempercepat penyembuhan luka rongga mulut.
  • Mendukung proses regenerasi jaringan setelah tindakan kedokteran gigi.
  • Menjaga kelembaban jaringan mukosa mulut.
  • Memberi perlindungan antioksidan terhadap jaringan rongga mulut.
  • Berpotensi digunakan sebagai terapi pendamping pada pasien dengan gingivitis, periodontitis, maupun pasca pencabutan gigi.
Proses Penelitian dan Tantangan Membuat Obat Kumur

inovasi obat kumur

Dosen lulusan S3 Unair itu menuturkan bahwa pengembangan inovasi tersebut tidak dilakukan secara instan. 

Ide awal penelitian mulai dikembangkan sejak tahun 2023 melalui kajian literatur, penelitian laboratorium, hingga formulasi bahan aktif.

Berbagai tahapan dilakukan, mulai dari optimasi formulasi, pengujian karakteristik produk, hingga evaluasi potensi biologisnya.

Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan setiap bahan dapat bekerja optimal dalam satu formulasi yang stabil dan aman digunakan.

Ia juga harus menentukan konsentrasi bahan aktif yang paling efektif, menjaga stabilitas asam hialuronat dan ekstrak buah naga dalam sediaan cair, serta memastikan kualitas produk tetap baik selama penyimpanan.

Proses pengajuan paten juga memerlukan penyusunan dokumen ilmiah yang kuat agar unsur kebaruan dan nilai inventif produk dapat dibuktikan secara akademik.

Menuju Hilirisasi Produk Kesehatan Karya Anak Bangsa

Setelah menerima bantuan biaya pendaftaran dan pemeriksaan substantif paten, Dr Dwi berencana melanjutkan penelitian lanjutan guna memperkuat data ilmiah, mengembangkan prototipe yang siap digunakan masyarakat, serta melakukan pengujian lebih luas terkait keamanan dan efektivitas produk.

Ia juga menargetkan proses perlindungan kekayaan intelektual hingga memperoleh status granted patent serta membuka peluang kerja sama dengan industri agar hasil penelitian dapat diproduksi secara massal.

Lihat juga: Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi Anak, FKG Umsida Edukasi SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo

“Harapan saya, inovasi ini tidak berhenti sebagai hasil penelitian, tetapi dapat menjadi produk kesehatan yang bermanfaat dan mendukung kemandirian inovasi Indonesia di bidang kesehatan gigi dan mulut,” tutupnya.(Romadhona)