Bahaya asap karhutla dan abu vulkanik

Bahaya PM 2.5 dari Asap Karhutla dan Erupsi, Ini Solusi Pakar Umsida

Umsida.ac.id – Beberapa waktu belakangan, langit Indonesia tertutup berbagai asap yang entah itu berasal dari kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa daerah, atau asap vulkanik yang disebabkan karena aktivitas gunung berapi yang erupsi hampir bersamaan.

Paparan asap akibat Karhutla serta abu vulkanik dari aktivitas gunung berapi menjadi perhatian karena dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan manusia. 

Lihat juga: Banjir Aceh – Sumatera Ditilik dari Kajian Ilmiah Dosen Umsida, Ini Penyebabnya

Tidak hanya menyerang sistem pernapasan, paparan tersebut juga berisiko mempengaruhi berbagai organ tubuh.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FK Umsida), dr Erlina Krisdianita Novitasari MBiomed pada Kamis, (10/9) menjelaskan bahwa asap karhutla maupun abu vulkanik memiliki risiko paparan yang tinggi karena dapat menimbulkan efek lokal hingga reaksi inflamasi sistemik.

Asap Karhutla dan Abu Vulkanik Berisiko Menyerang Banyak Organ
Bahaya asap karhutla dan abu vulkanik
Dok NASA

Dari perspektif kesehatan, tingkat risiko paparan asap dan abu vulkanik dipengaruhi oleh konsentrasi bahan pencemar, lama paparan, serta kondisi kerentanan individu.

“Efeknya tidak hanya iritasi lokal pada saluran napas, tetapi juga bisa menyebabkan reaksi inflamasi sistemik,” jelasnya.

Menurutnya, kelompok rentan seperti balita, lansia, wanita hamil, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu memiliki risiko yang berbeda dibandingkan kelompok usia produktif.

Paparan akut dengan konsentrasi tinggi dapat memicu gangguan pernapasan hingga kegagalan fungsi organ, termasuk gangguan kardiovaskular. 

“Dan jika terjadi paparan berulang dalam jangka panjang, akan berisiko menyebabkan kerusakan jaringan paru secara permanen serta meningkatkan risiko karsinogenesis,” terang dr Erlina.

PM 2.5 dan Gas Toksik Jadi Ancaman dari Paparan Asap

Komponen berbahaya dalam asap karhutla maupun abu vulkanik terdiri dari partikulat dan gas toksik. 

Salah satu partikulat yang menjadi perhatian adalah Particulate Matter (PM) 2.5, yaitu partikel berukuran sangat kecil yang mampu masuk hingga ke saluran pernapasan bagian dalam.

“PM 2.5 terutama dari asap karhutla tidak hanya merusak paru-paru, tetapi juga dapat menurut WHO dapat memicu inflamasi sistemik yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke,” ungkapnya.

Lihat Juga :  Terkait Produk Skincare Ilegal, Dokter Umsida Sebut Masyarakat Masih Kurang Teredukasi

Selain PM 2.5, asap karhutla juga mengandung karbon monoksida yang memiliki kemampuan berikatan dengan hemoglobin jauh lebih kuat dibandingkan oksigen hingga sekitar 200 kali.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan distribusi oksigen ke jaringan tubuh.

“Sementara itu, abu dan asap vulkanik memiliki karakteristik berbeda karena dapat mengandung kristal silika bebas yang bersifat abrasif,” tuturnya.

Kandungan tersebut dapat menyebabkan iritasi dan trauma fisik pada mukosa paru maupun mata.

Selain itu, gas seperti sulfur dioksida, hidrogen klorida, dan hidrogen sulfida juga bersifat asam serta korosif terhadap mukosa.

Gangguan Kesehatan dan Cara Mengurangi Risiko Paparan Asap
Bahaya asap karhutla dan abu vulkanik
Ilustrasi: Pexels

Gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat terjadi pada berbagai sistem tubuh. 

Sistem pernapasan menjadi bagian yang paling sering terdampak, mulai dari infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), memperburuk kondisi penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) yang bisa sampai pneumonitis kimia ataupun edema paru.

“Paparan PM 2.5 juga dapat memicu gangguan kardiovaskular seperti serangan jantung, gangguan irama jantung, hingga stroke,” ujar dr Erlina.

Selain itu, paparan tersebut dapat menyebabkan gangguan mata seperti konjungtivitis iritatif dan sindrom mata kering, serta gangguan kulit berupa dermatitis kontak iritan.

Lihat juga: Strategi Sektor Pertanian untuk Cegah Dampak Godzilla El Nino

Untuk mengurangi risiko paparan, dr Elina menyarankan beberapa solusi:

  • Tidak disarankan menggunakan masker kain atau masker bedah
  • Memakai masker N95 atau KN95 dengan kemampuan filtrasi partikulat halus.
  • Menggunakan air purifier dengan filter HEPA
  • Menutup ventilasi rumah saat kualitas udara buruk
  • Membersihkan mata dengan air bersih atau cairan saline apabila terkena paparan
  • Mencukupi kebutuhan air putih dan konsumsi antioksidan seperti vitamin C atau E
  • Bagi masyarakat dengan penyakit penyerta seperti asma, PPOK, maupun penyakit jantung, obat rutin dan inhaler perlu dipersiapkan.

“Jika muncul gejala sesak berat, nyeri dada, atau batuk berdahak yang pekat, segera menuju fasilitas kesehatan,” pesannya.(Dhona)

Sumber: dr Erlina Krisdianita Novitasari MBiomed

Berita Terkini

pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.17 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By
hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By

Opini

ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By