PPK Ormawa Sirkulatel UKM KWU Umsida

UKM KWU Umsida Lolos PPK Ormawa 2026 Lewat Program Sirkulatel di Desa Kejapanan

Umsida.ac.id – Tim UKM Kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berhasil lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026.

Mereka membuat program bertajuk “SIRKULATEL: Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Hilirisasi Terintegrasi Telur Ayam Berbasis Ekonomi Sirkular untuk Transformasi Desa Wirausaha Berkelanjutan di Kejapanan”.

Lihat juga: Asah Kreativitas Anak lewat Literasi Digital, Tim PPK ORMAWA Gandeng Volunteer

Program tersebut dibuat  untuk memberdayakan masyarakat Desa Kejapanan dengan cara mengembangkan potensi peternakan ayam dan telur yang selama ini menjadi salah satu sektor unggulan desa.

Ketua UKM Kewirausahaan Umsida, Firsa Alfarisi, menjelaskan bahwa partisipasi dalam PPK Ormawa merupakan bagian dari komitmen untuk aktif dalam program pengembangan mahasiswa sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, program tersebut sangat sejalan dengan fokus UKM KWU yang bergerak pada bidang kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat. 

“PPK Ormawa juga menjadi kesempatan kami  untuk menerapkan ilmu dan pengalaman yang agar menghasilkan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, tim ini mengkolaborasikan mahasiswa dari berbagai program studi. 

Firsa menyebut bahwa pembagian tugas dilakukan berdasarkan kemampuan, minat, dan tanggung jawab masing-masing anggota.

Angkat Potensi Telur Ayam Desa Kejapanan

PPK Ormawa Sirkulatel UKM KWU Umsida

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KWU Umsida, Nanda Alya Rosyadiana, menjelaskan bahwa Sirkulatel merupakan program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada optimalisasi potensi peternakan ayam dan telur di Desa Kejapanan.

Pemilihan Desa Kejapanan dilakukan setelah tim melakukan observasi, komunikasi, serta identifikasi kebutuhan masyarakat. 

Dari proses tersebut, tim menemukan bahwa desa memiliki ketersediaan bahan baku yang melimpah, masyarakat yang terbuka terhadap inovasi, serta kebutuhan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari sektor peternakan yang sudah berjalan.

Dari survei yang dilakukannya dengan tim, selama ini sebagian besar hasil produksi masyarakat masih dijual dalam bentuk telur segar sehingga nilai tambah yang diperoleh peternak relatif terbatas. 

Kondisi tersebut juga membuat pendapatan peternak rentan terdampak ketika harga telur mengalami penurunan.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim merancang program yang tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi melalui pengolahan produk berbasis potensi lokal.

Lihat Juga :  Dies Natalis ke-6 UKM KWU Umsida, Tumbuhkan Semangat dan Kebersamaan

“Jadi masyarakat tidak hanya menjual telur mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan peluang pasar yang lebih luas,” jelas Rosya.

Hilirisasi Telur Ayam Jadi Keunggulan Program PPK Ormawa

Salah satu keunggulan program ini terletak pada pendekatan hilirisasi yang tidak berhenti pada pelatihan semata. 

Tim ini merancang program secara terintegrasi mulai dari pemetaan kebutuhan masyarakat, pelatihan, pendampingan usaha, hingga penguatan sistem pemasaran.

Mahasiswa Prodi Agroteknologi itu  menjelaskan bahwa masyarakat nantinya akan memperoleh pelatihan pengolahan produk, manajemen usaha, branding, pemasaran digital, serta pengelolaan kelompok usaha. 

Setelah itu, imbuhnya, masyarakat akan didampingi dalam proses produksi hingga pemasaran agar mampu menjalankan usaha secara mandiri.

“Kami mengembangkan 5 inovasi, yaitu telur pasteurisasi, mayones, puding telur, telur omega, serta pupuk berbahan cangkang telur,” jelasnya.

Rosya juga menilai keberagaman program studi menjadi salah satu kekuatan tim. 

Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin ilmu membuat program dapat disusun secara lebih komprehensif karena dilihat dari berbagai sudut pandang.

Meski demikian, proses menuju pendanaan PPK Ormawa tidak berlangsung mudah. 

“Banyak diskusi yang berlangsung hingga larut malam dan revisi dilakukan berkali-kali agar program benar-benar matang,” ungkap Rosya.

Keberlanjutan Program Setelah Lolos PPK Ormawa 2026

PPK Ormawa Sirkulatel UKM KWU Umsida

Keberhasilan lolos pendanaan PPK Ormawa disambut dengan rasa syukur dan bangga oleh seluruh anggota tim ini.

Namun, mereka menyadari bahwa capaian tersebut bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk merealisasikan program di Desa Kejapanan.

Saat ini tim tengah mempersiapkan tahapan pelaksanaan secara lebih rinci melalui koordinasi dengan dosen pendamping, pemerintah desa, dan berbagai mitra yang akan terlibat dalam program.

“Semoga program ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan  menciptakan perubahan yang berkelanjutan di Desa Kejapanan,” ungkapnya.

Lihat juga: Keberhasilan 5 Program Saung Sinau di Kepetingan, Rektor Umsida Rencanakan Program Berkelanjuta

Selain itu, ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi melalui berbagai program pengabdian masyarakat.(Romadhona)