Umsida.ac.id – Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (DPM Umsida) menggelar seminar bincang legislatif untuk mewadahi dan membangun kesadaran mahasiswa sebagai pengawal kebijakan publik yang kritis, pada Sabtu (11/04/2026).
Lihat juga: DPM Umsida Gandeng DPRD Sidoarjo Gelar Forum Mahasiswa Vokal 2025
Mengusung tema “Panggung Akuntabilitas: Bedah Etika Legislatif, Stabilitas Politik, dan Kebebasan Berpendapat di Era Keterbukaan”, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari unsur legislatif dan pemerintah daerah ini berlangsung di Aula KH Mas Mansyur, GKB 2, Kampus 1 Umsida.
Mereka adalah Dedi Irwansyah SPd MM selaku Ketua Komisi A DPRD Jatim dan Agus Imantoro, SSos MM yaitu Ketua Bidang Ketahanan Ekososbud, Agama dan Ormas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur.
Mereka memberikan dukungan besar atas Bincang Legislatif yang dipandang sarat akan ilmu.
Bincang Legislatif ini dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa umum, pendelegasian Organisasi Mahasiswa dan Organisasi Otonom (Ormawa dan Ortom) Umsida, serta pendelegasian dari 11 kampus yang tergabung ke dalam FL2MI JATIM.
Pentingnya Kebebasan Berpendapat sebagai Pilar Demokrasi Era Modern

Ketua Umum DPM Umsida, Bagus Anggara Putra, dalam sambutannya mempertegas bahwa sudah sepatutnya mahasiswa terbiasa untuk kritis, keberanian yang dikemas dalam aspirasi yang membangun menonjolkan intelektualitas seorang mahasiswa.
Selain itu, ia menggembor-gemborkan semangat berorganisasi kepada mahasiswa.
Ia juga menyinggung program kerja terbesar DPM yakni Sekolah Legislatif yang akan berlangsung akhir bulan Mei atau awal bulan Juni.
“Bincang Legislatif ini salah satunya bertujuan menjadi pintu pengetahuan kesekian teman-teman terkait dengan proses legislasi.” tuturnya.
Tokoh Legislatif Tekankan Nilai-nilai Kebangsaan
Dalam paparannya, Agus mendorong mahasiswa untuk terlebih dahulu turut melek dengan kondisi bangsa.
Ia memaparkan potret aktualisasi kondisi Jawa Timur dan mengajak mahasiswa untuk bersama mengkritisi.
“Selain memajukan kesejahteraan umum, tujuan nasional selanjutnya ada mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut kalian, Indonesia emas 2045 memang betul akan tercapai atau hanya kalimat pembangkit yang tidak akan terealisasi?” tanyanya sebagai pembuka dalam sesi diskusi.
Ia memperluas pembahasannya dengan berbicara mengenai strategi Jawa Timur dalam menghadapi geopolitik global, sampai kepada tantangan Jawa Timur, salah satunya adalah paparan radikalisme.
Agus juga membagikan update internasional yang menjadi perhatian khusus saat ini.
Ia menitikberatkan untuk perlunya menjaga kondusifitas politik di daerah yang membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menghadapi konflik sosial.
Bahas Peran Legislasi

Dalam kesempatannya, Dedi mengupas peran legislator yang meliputi membentuk peraturan, menyusun dan mengawasi anggaran, melakukan pengawasan serta menyalurkan aspirasi masyarakat.
Ia mengolah sesi pemaparannya menjadi lebih informal dan sering melempar pertanyaan kepada peserta guna memantik pengetahuannya.
Ia juga menyelipkan motivasi melalui perjalanan pendidikan dan karirnya.
Pemupukan materi dari kedua narasumber menumbuhkan banyak pemahaman pada mahasiswa, salah satunya terkait dengan tema acara yang memfokuskan pada kebebasan berpendapat.
Lihat juga: BEM dan DPM Umsida Sampaikan Keresahan Kesejahteraan Masyarakat ke DPRD Sidoarjo
Salah satu delegasi asal Universitas KH Hasyim Asy’ari, Zaid Tsabit menyampaikan pandangannya terkait pentingnya capaian kebebasan berpendapat yang terealisasi di era modern demi mewujudkan Indonesia emas 2045.(Neza Mutia Sari)



















