Umsida.ac.id – Pernah merasa lebih mudah kesal, sensitif, atau tiba-tiba sedih saat Ramadan? Padahal niatnya ingin lebih tenang dan khusyuk beribadah.
Fenomena ini ternyata cukup umum terjadi.
Lihat juga: 3 Alasan Pentingnya Menahan Diri Saat Puasa, Pakar: Ini Bukan Hanya Omon-Omon
Menurut dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Zaki Nur Fahmawati, MPsi Psikolog, perubahan suasana hati atau mood swing selama Ramadan adalah bagian dari proses adaptasi tubuh dan psikologis terhadap perubahan pola hidup.
“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Intinya, tubuh dan psikologis kita kan sedang beradaptasi dengan perubahan biologis, pola makan, dan perubahan aktivitas. Itu memunculkan adaptasi,” jelasnya.
Mood Swing saat Ramadan dan Adaptasi Emosi

Selama Ramadan, rutinitas harian berubah cukup signifikan.
Waktu makan terbatas, aktivitas ibadah bertambah, dan jam tidur bergeser.
Semua ini menuntut tubuh untuk menyesuaikan diri.
Di masa adaptasi ini, imbuh Zaki, emosi bisa terasa kurang stabil.
Secara kognitif, kemampuan berpikir jernih juga bisa sedikit menurun.
Inilah yang membuat seseorang lebih mudah tersinggung atau merespons situasi secara berlebihan.
“Dalam kondisi normal saja kita bisa mudah bereaksi secara emosional. Apalagi dalam situasi puasa, ketika tubuh sedang beradaptasi,” ujar Zaki.
Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan berarti seseorang lemah secara mental.
Justru ini adalah reaksi alami tubuh dan pikiran terhadap perubahan yang terjadi secara bersamaan.
Pola Tidur dan Pengaruhnya terhadap Emosi

Salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi kondisi psikologis saat Ramadan adalah perubahan pola tidur.
Bangun sahur lebih pagi, ditambah aktivitas seperti tarawih atau witir, membuat durasi tidur berkurang.
Jika tidak diatur dengan baik, kurang tidur dapat berdampak pada fungsi eksekutif otak.
“Ketika durasi tidur berkurang, fungsi seperti pengambilan keputusan, memori kerja, dan kemampuan mengontrol diri dan emosi juga ikut berkurang,” jelasnya.
Kurangnya deep sleep atau tidur nyenyak membuat seseorang lebih sulit menahan reaksi emosinya.
Situasi yang biasanya dianggap biasa saja bisa terasa lebih berat.
Respons yang biasanya tenang bisa berubah menjadi cemas atau berlebihan.
“Orang dengan durasi tidur yang berkurang cenderung lebih sensitif dan reaktif,” tambahnya.
Inilah sebabnya seseorang bisa lebih mudah marah, cemas, atau merasa sedih ketika jam tidurnya tidak cukup.
Tubuh lelah, pikiran tidak segar, dan emosi pun ikut terganggu.
Puasa Latih Kesehatan Mental
Meski Ramadan bisa terasa menantang, Zaki melihatnya sebagai momen latihan pengendalian diri.
“Puasa ini sebenarnya situasi yang berbeda dari biasanya. Maka kita perlu lebih berhati-hati dalam mengelola diri,” ujarnya.
Ia menyarankan beberapa langkah sederhana agar tetap tenang selama puasa:
- Mengenali situasi yang bisa memicu emosi, lalu menghindarinya jika memungkinkan.
- Menyadari tanda-tanda awal emosi, seperti rasa kesal atau sensasi tidak nyaman di tubuh.
- Menarik diri sejenak sebelum bereaksi.
- Tidak meremehkan istireahat singkat di siang hari, misalnya tidur 15 menit untuk memulihkan mood dan fungsi kognitif.
- Mengatur jadwal tidur malam agar tidak terlalu larut.
Sebenarnya Ramadan ini momen kita untuk belajar menahan diri. Tidak hanya dari makan, minum, tapi kan juga secara emosi kita juga harus menahan diri, kita perlu lebih sabar dan tenang
Banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa yang dijalani dengan sadar dan penuh tanggung jawab dapat meningkatkan kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental.
“Jadi puasa bisa dijadikan sebagai latihan kita untuk menunda kita di dalam, memuaskan diri kita, makan, minum, bereaksi secara berlebihan, itu kita tunda saat puasa,” kata Zaky.
Lihat juga: Mengapa Ramadan Bisa Membuat Hati Lebih Tenang?
Ia juga mengatakan bahwa puasa juga berfungsi untuk meningkatkan kesehatan mental ketika dijalani dengan sadar dan tanggung jawab bahwa ini memang ibadah yang bukan hanya diwajibkan karena dalam konteks agama, tapi juga ada nilai tambahnya.(Romadhona)
Sumber: Zaki Nur Fahmawati, MPsi Psikolog



















