mood swing saat puasa 1

Bingung Memahami Mood Swing Saat Puasa? Ini Penjelasan Psikologisnya

Umsida.ac.id – Pernah merasa lebih mudah kesal, sensitif, atau tiba-tiba sedih saat Ramadan? Padahal niatnya ingin lebih tenang dan khusyuk beribadah. 

Fenomena ini ternyata cukup umum terjadi.

Lihat juga: 3 Alasan Pentingnya Menahan Diri Saat Puasa, Pakar: Ini Bukan Hanya Omon-Omon

Menurut dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Zaki Nur Fahmawati, MPsi Psikolog, perubahan suasana hati atau mood swing selama Ramadan adalah bagian dari proses adaptasi tubuh dan psikologis terhadap perubahan pola hidup.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Intinya, tubuh dan psikologis kita kan sedang beradaptasi dengan perubahan biologis, pola makan, dan perubahan aktivitas. Itu memunculkan adaptasi,” jelasnya.

Mood Swing saat Ramadan dan Adaptasi Emosi
mood swing saat puasa 1
Ilustrasi: Pexels

Selama Ramadan, rutinitas harian berubah cukup signifikan. 

Waktu makan terbatas, aktivitas ibadah bertambah, dan jam tidur bergeser. 

Semua ini menuntut tubuh untuk menyesuaikan diri.

Di masa adaptasi ini, imbuh Zaki, emosi bisa terasa kurang stabil. 

Secara kognitif, kemampuan berpikir jernih juga bisa sedikit menurun. 

Inilah yang membuat seseorang lebih mudah tersinggung atau merespons situasi secara berlebihan.

“Dalam kondisi normal saja kita bisa mudah bereaksi secara emosional. Apalagi dalam situasi puasa, ketika tubuh sedang beradaptasi,” ujar Zaki.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan berarti seseorang lemah secara mental. 

Justru ini adalah reaksi alami tubuh dan pikiran terhadap perubahan yang terjadi secara bersamaan.

Pola Tidur dan Pengaruhnya terhadap Emosi
mood swing saat puasa
Ilustrasi: Pexels

Salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi kondisi psikologis saat Ramadan adalah perubahan pola tidur.

Bangun sahur lebih pagi, ditambah aktivitas seperti tarawih atau witir, membuat durasi tidur berkurang. 

Jika tidak diatur dengan baik, kurang tidur dapat berdampak pada fungsi eksekutif otak.

“Ketika durasi tidur berkurang, fungsi seperti pengambilan keputusan, memori kerja, dan kemampuan mengontrol diri dan emosi juga ikut berkurang,” jelasnya.

Kurangnya deep sleep atau tidur nyenyak membuat seseorang lebih sulit menahan reaksi emosinya. 

Lihat Juga :  Ibadah Puasa, Perisai Bagi Godaan Lapar, Haus, dan Nafsu

Situasi yang biasanya dianggap biasa saja bisa terasa lebih berat. 

Respons yang biasanya tenang bisa berubah menjadi cemas atau berlebihan.

“Orang dengan durasi tidur yang berkurang cenderung lebih sensitif dan reaktif,” tambahnya.

Inilah sebabnya seseorang bisa lebih mudah marah, cemas, atau merasa sedih ketika jam tidurnya tidak cukup. 

Tubuh lelah, pikiran tidak segar, dan emosi pun ikut terganggu.

Puasa Latih Kesehatan Mental

Meski Ramadan bisa terasa menantang, Zaki melihatnya sebagai momen latihan pengendalian diri.

“Puasa ini sebenarnya situasi yang berbeda dari biasanya. Maka kita perlu lebih berhati-hati dalam mengelola diri,” ujarnya.

Ia menyarankan beberapa langkah sederhana agar tetap tenang selama puasa:

  • Mengenali situasi yang bisa memicu emosi, lalu menghindarinya jika memungkinkan.
  • Menyadari tanda-tanda awal emosi, seperti rasa kesal atau sensasi tidak nyaman di tubuh.
  • Menarik diri sejenak sebelum bereaksi.
  • Tidak meremehkan istireahat singkat di siang hari, misalnya tidur 15 menit untuk memulihkan mood dan fungsi kognitif.
  • Mengatur jadwal tidur malam agar tidak terlalu larut.

Sebenarnya Ramadan ini momen kita untuk belajar menahan diri. Tidak hanya dari makan, minum, tapi kan juga secara emosi kita juga harus menahan diri, kita perlu lebih sabar dan tenang

Banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa yang dijalani dengan sadar dan penuh tanggung jawab dapat meningkatkan kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental.

“Jadi puasa bisa dijadikan sebagai latihan kita untuk menunda kita di dalam, memuaskan diri kita, makan, minum, bereaksi secara berlebihan, itu kita tunda saat puasa,” kata Zaky.

Lihat juga: Mengapa Ramadan Bisa Membuat Hati Lebih Tenang?

Ia juga mengatakan bahwa puasa juga berfungsi untuk meningkatkan kesehatan mental ketika dijalani dengan sadar dan tanggung jawab bahwa ini memang ibadah yang bukan hanya diwajibkan karena dalam konteks agama, tapi juga ada nilai tambahnya.(Romadhona)

Sumber: Zaki Nur Fahmawati, MPsi Psikolog

Berita Terkini

program studi umsida terakreditasi unggul
Umsida Teguhkan Langkah Menuju ASEAN Recognition 2038
February 13, 2026By
penghargaan dosen dan tendik, prof syafiq
Puluhan Tahun Mengabdi, Umsida Beri Penghargaan kepada Dosen dan Tendik di Milad ke-37
February 10, 2026By
abdimas prof Sigit 1
Prof Sigit Soal Makna Guru Besar: Ilmu Tanpa Pengabdian akan Tak Bermakna
February 10, 2026By
Prof Sigit Guru Besar
Targetkan dapat Gelar Guru Besar Sebelum 50 Tahun, Ini Perjalanan Akademik Prof Sigit
February 6, 2026By
aset kripto menurut dosen Umsida
Risiko Aset Kripto dan Bitcoin, Dosen Umsida Paparkan dari Perspektif Hukum dan Teknologi
December 15, 2025By
SDGs Center Umsida
SDGs Center Umsida Dorong Hilirisasi Riset untuk Pembangunan Berkelanjutan Jawa Timur
November 20, 2025By
Apresiasi sekolah partnership Umsida
Umsida Beri Apresiasi untuk Sekolah Partnership yang Berkontribusi dalam Penerimaan Mahasiswa Baru
November 20, 2025By
kick off penerimaan mahasiswa baru Umsida 4_11zon
Umsida Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027
November 19, 2025By

Riset & Inovasi

abdimas kepada peserta didik sb at tanzil malaysia
Peserta Didik dan Guru SB At-Tanzil Malaysia dapat Penguatan Mental dari Psikolog Umsida
February 19, 2026By
pelatihan koding dasar dan kecerdasan artifisial
Abdimas Umsida Beri Pelatihan Kecerdasan Artifisial dan Koding Dasar pada 46 Guru MICA
February 3, 2026By
Edukasi TOSS TB 2
Edukasi TOSS TB, Upaya FK Umsida Perkuat Kader Kesehatan Desa Ketimang
January 28, 2026By
kolaborasi Umsida dan pondok pesantren
Kolaborasi FKG, FK, dan Fikes Jadi Relawan Kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Haromain
January 21, 2026By
ketahanan pangan dan branding umkm
Kembangkan UMKM Lokal, Tim Abdimas Umsida Beri 2 Pelatihan di UMKM Babakaran Raos
January 21, 2026By

Prestasi

mahasiswa Umsida raih 8 penghargaan
Mahasiswa Ini Meraih 8 Penghargaan dalam Kurun Waktu 3 Bulan
February 13, 2026By
IMEI TEam Umsida Shell Eco Marathon Qatar 2026.
Usai Juara 1, IMEI Team Umsida Akan Buat Mobil Urban
February 5, 2026By
IMEI TEam Umsida Shell Eco Marathon Qatar 2026
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 4, 2026By
kejuaraan ju jitsu mahasiswa Umsida
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 20, 2026By
persiapan shell eco marathon
IMEI Umsida Tancap Gas di Shell Eco Marathon Qatar 2026 dengan Improvisasi Kendaraan Listrik
January 19, 2026By