3 fokus saat Ramadan

3 Fokus Selama Ramadan yang Harus Dijaga Menurut Dosen Umsida

Umsida.ac.id – Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida), Ainun Nadlif SAg MPd, membagikan pandangan reflektif sekaligus strategis tentang cara memaksimalkan ibadah selama bulan Ramadan.

Ia menegaskan bahwa Ramadan tidak cukup dijalani dengan semangat sesaat, melainkan perlu perencanaan yang matang agar setiap hari bernilai ibadah.

Lihat juga: Berpakaian Modis Tidak Dilarang dalam Islam

Menurutnya, banyak umat Islam memasuki Ramadan tanpa agenda yang jelas. 

Akibatnya, hari-hari di bulan suci hanya diisi rutinitas biasa tanpa peningkatan kualitas ibadah. 

“Masalah utama bukan kurangnya niat baik, tapi tidak adanya sistem. Ramadan itu madrasah, dan madrasah perlu kurikulum,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa ada tiga agenda utama yang seharusnya menjadi fokus umat Islam selama bulan puasa, yakni meningkatkan kualitas sholat, memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, dan membiasakan infaq.

Meningkatkan Salat Sebagai Fondasi Iman
3 fokus saat Ramadan (Pexles)
Ilustrasi: Pexels

Dosen FAI Umsida tersebut menekankan bahwa peningkatan sholat bukan sekadar menambah kuantitas, melainkan memperbaiki kualitas dan konsistensi. 

Ia mengingatkan bahwa sholat adalah tiang agama dan memiliki fungsi menjaga moralitas sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-‘Ankabut ayat 45.

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ ۝٤٥

Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

“Kalau ingin Ramadan berdampak, maka sholatnya harus naik level. Jangan berhenti di sholat fardhu saja. Tambahkan rawatib, hidupkan dhuha, dan jangan tinggalkan qiyamul lail,” jelasnya.

Ia juga mengutip hadis riwayat Muslim tentang keutamaan dua belas rakaat salat sunnah rawatib yang dijanjikan rumah di surga. 

Menurutnya, rawatib adalah bentuk penyempurnaan dari kekurangan salat wajib yang sering kali kurang khusyuk.

Oleh karenanya, Ainun mengingatkan untuk memanfaatkan waktu bulan puasa dengan membiasakan sholat dhuha dan memperkuat ibadah malam. 

“Qiyam Ramadan itu bukan tradisi, tapi pintu ampunan. Hadis Bukhari dan Muslim jelas menyebutkan bahwa siapa yang menghidupkan malam Ramadan dengan iman dan ihtisab, diampuni dosa-dosanya,” tambahnya.

Ramadan dan Kembalinya Interaksi dengan Al-Qur’an
3 fokus saat Ramadan (Pexles)
Ilustrasi: Pexels

Agenda kedua yang ditekankan adalah memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. 

Lihat Juga :  3 Alasan Pentingnya Menahan Diri Saat Puasa, Pakar: Ini Bukan Hanya Omon-Omon

Ainun mengingatkan bahwa bulan puasa adalah bulan turunnya Al-Qur’an sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 185.

“Ramadan tanpa Al-Qur’an itu kehilangan ruhnya. Minimal targetkan khatam satu kali. Tapi yang lebih penting adalah konsisten setiap hari,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa metode paling realistis adalah membagi satu juz setiap hari ke dalam lima waktu sholat. 

Dengan demikian, membaca Al-Qur’an menjadi bagian dari ritme ibadah harian, bukan aktivitas insidental.

Menurutnya, interaksi dengan Al-Qur’an tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga mencakup tadabbur dan pemahaman makna. 

“Kalau ingin hati tenang, maka kuncinya ada pada zikir dan Al-Qur’an. QS. Ar-Ra’d ayat 28 sudah menegaskan itu,” tuturnya.

Dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan itu berharap mahasiswa tidak hanya menjadikan bulan puasa sebagai momentum ibadah personal, tetapi juga sebagai fase penguatan intelektual-spiritual melalui kajian tafsir dan diskusi keislaman.

Infaq sebagai Latihan Kepekaan Sosial
3 fokus saat Ramadan (Pexles)
Ilustrasi: Pexels

Agenda terakhir yang ia soroti adalah infaq. 

Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan kepedulian dan empati sosial. 

Mengutip riwayat dari Ibn Abbas dalam hadis Bukhari dan Muslim, ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menjadi lebih dermawan ketika Ramadan tiba.

“Sedekah itu bukan soal besar kecil nominalnya, seharusnya soal kebiasaan dan keikhlasan. Yang penting rutin dan terencana,” jelasnya.

Ia juga menyinggung hadis riwayat At-Tirmidzi tentang keutamaan memberi makan orang berbuka puasa yang pahalanya setara dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

Menurutnya, infaq melatih mahasiswa dan masyarakat agar tidak terikat secara berlebihan pada harta. 

“Ramadan itu mendidik kita untuk melepaskan. Melepaskan ego, melepaskan ketergantungan pada dunia, dan menggantinya dengan ketergantungan kepada Allah,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum kebangkitan spiritual umat Islam.

Ia menekankan bahwa tiga agenda yakni salat, Al-Qur’an, dan infaq adalah fondasi yang jika dijaga secara konsisten akan membentuk pribadi yang lebih disiplin, lebih tenang, dan lebih peduli.

Lihat juga: Mengapa Orang Lebih Mudah Emosi saat Puasa? Ini Penjelasannya

“Ramadan itu hanya tiga puluh hari, tapi dampaknya bisa seumur hidup. Yang menentukan bukan panjangnya waktu, tetapi keseriusan kita menatanya,” pungkasnya.(Wafi).

Berita Terkini

duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By
mahasiswa baru 2026
4 Pilar yang Harus Dimiliki Mahasiswa
September 21, 2026By

Riset & Inovasi

kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By
pelatiahn coding plugged
Dosen Umsida Kenalkan Coding Ramah Anak untuk Guru PAUD
September 14, 2026By

Prestasi

penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By
snap and style
Snap and Style Antar Inovasi Bisnis Digital Umsida Tembus KMI Expo XVII 2026
September 9, 2026By
lomba pajak nasional_11zon
Umsida Juara 3 Lomba KTI Nasional IKPI, Usung Smart Tax Governance Index
August 29, 2026By
LSP Umsida.jpg 1
LSP Umsida Raih Hibah Sertifikasi Kompetensi 2026 dari Belmawa Kemdiktisaintek
July 3, 2026By

Opini

karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By
solusi data desil
Desil Banyak Dipersoalkan, Pakar Umsida Beri Penjelasan
September 11, 2026By
Bahaya asap karhutla dan abu vulkanik
Bahaya PM 2.5 dari Asap Karhutla dan Erupsi, Ini Solusi Pakar Umsida
September 10, 2026By