fasilitator PKMU 2025. 1

DAIK Umsida Pastikan Fasilitator PKMU Miliki Wawasan Islami dan Karakter Unggul

Umsida.ac.id –  Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) rutin mengagendakan pekan Pendidikan Karakter Mahasiswa Umsida (PKMU) bagi para mahasiswa baru.

Lihat juga: Pentingnya Pendidikan Karakter Islami Bagi Mahasiswa

Dalam pelaksanaan PKMU ini, mahasiswa mendapatkan bimbingan dari fasilitator dalam konteks membaca Al Quran dan ibadah.

Sebelum membimbing mahasiswa, para fasilitator PKMU mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT) selama dua hari.

Tahun ini, sebanyak 36 mahasiswa dan alumni dari berbagai program studi dilatih untuk membimbing mahasiswa baru.

Ketua Pelaksana kegiatan Tot Fasilitator PKMU tahun akademik 2025-2026, Ima Faizah SP MPdI mengatakan bahwa ToT merupakan kegiatan yang dikhususkan untuk fasilitator PKMU.

ToT ini berbentuk pelatihan untuk membentuk dan meningkatkan kompetensi fasilitator sebagai pendamping dan Pembimbing di PKMU.

“Fasilitator merupakan mahasiswa atau alumni yang dipilih untuk membimbing dalam proses PKMU,” tutur dosen AIK itu.

Seleksi Fasilitator PKMU dengan Standar Ketat

fasilitator PKMU 2025. 1

Dalam memilih fasilitator PKMU, Direktorat Al Islam dan Kemuhammadiyahan (DAIK) Umsida, melakukan berbagai proses seleksi.

Ima menjelaskan bahwa seleksi tersebut diawali dengan berbagai ketentuan. 

Semua mahasiswa dengan minimal semester lima dan alumni bisa mendaftarkan diri. Namun, kata Ima, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon fasilitator. Di antaranya:

  • Memiliki kemampuan membaca Al Quran yang baik dan benar
  • Memahami tata cara ibadah Muhammadiyah. Tak hanya paham, fasilitator juga harus mengimplementasikannya
  • Fasilitator adalah orang yang bertugas mendampingi mahasiswa agar berkarakter baik, maka mereka juga harus berkarakter baik pula.

Karakter tersebut dilihat dari berbagai indikator, seperti cara berpakaian dan berbicara yang harus mencerminkan nilai-nilai Islam, dan memiliki perilaku sehari-hari yang baik.

“Ketika bergaul dengan lawan jenis, para fasilitator harus memahami semua batasannya,” terang Ima.

Seleksi diawali dengan tes wawancara dan baca Al Quran, ibadah, karakter, keaktifan di luar kampus, dan lainnya.

“Tes Al Quran ini tak hanya sekedar membaca saja, tapi juga tentang kemampuan tilawahnya. Intinya kemampuan mereka harus lebih tinggi daripada mahasiswa,” jelasnya.

Jika perlu, imbuhmya, bagi para calon fasilitator yang memiliki syahadah baca Al Quran seperti Ummi, Tilawati, atau sejenisnya, akan menjadi nilai tambah untuk menjadi fasilitator PKMU.

Setelah tes, DAIK Umsida juga melakukan tes dengan cara mengajak calon fasilitator berbincang dan membangun interaksi untuk menilai watak dan cara komunikasinya.

Lihat Juga :  PKMU 2024-2025 Dimulai, Tekankan Pentingnya Karakter di Berbagai Lini kehidupan

“Ngobrol kita itu untuk melihat bagaimana cara dia memandang dan menyikapi sesuatu, dari situ kita bisa tahu karakter anak tersebut seperti apa,” kata Kasi Pembinaan AIK Mahasiswa DAIK Umsida itu.

Proses seleksi tak berhenti pada baca Al Quran dan wawancara saja. Setelah calon fasilitator memenuhi di dua tahap tersebut, mereka akan mengikuti psikotes.

Dalam melakukan tes ini, DAIK Umsida bekerja sama dengan Pusat Layanan Psikologi Terapan Umsida (P3TU).

Saat psikotes, beberapa indikator yang menjadi standar penilaian adalah kemampuan, ketelitian, dan ketahanan kerja hingga sikap kerja sama antar anggota.

“Seusai menjalani semua tes itu, kami ambil sekitar 40 orang yang sudah termasuk fasilitator tahun sebelumnya yang masih bergabung kembali. Jadi kami menambah SDM untuk mengganti fasilitator yang sudah tidak lagi bertugas,” tandasnya.

Mereka yang sudah diterima sebagai fasilitator PKMU itulah yang dilatih dalam kegiatan ToT sebelum memulai tugas ketika PKMU dimulai, tepat setelah momen penerimaan mahasiswa baru.

Peran Penting Fasilitator PKMU dalam Membina Mahasiswa

fasilitator PKMU 2025. 1

“Saat ToT, kami tekankan lagi tentang cara ibadah yang benar menurut tarjih Muhammadiyah, cara membaca Al Quran, dan membimbing karakter mahasiswa,” tambah dosen lulusan S2 UINSA itu.

Fasilitator jelas harus memiliki kriteria yang berbeda dengan mahasiswa lainnya. Salah satunya adalah objektivitas dalam menilai, karena merekalah yang nanti akan menilai karakter mahasiswa.

Selanjutnya, mereka juga harus memiliki tanggung jawab untuk membimbing. Misalnya, ada mahasiswa bimbingannya yang ingin dibimbing sebanyak tiga kali dalam seminggu, maka mereka harus bisa memenuhinya.

“Para fasilitator juga harus memotivasi mahasiswa yang bermasalah, seperti sakit, atau lainnya. Fasilitator harus sabar, telaten, dan bisa berkomunikasi dengan baik,” jelasnya.

Dengan ketatnya proses seleksi, Ima berharap para fasilitator bisa lebih aware dengan karakter yang mereka contohkan dan teladankan kepada mahasiswa.

Lihat juga: Umsida Gelar Baitul Arqom untuk Meneguhkan Ideologi dan Etos Kerja Islami Dosen

“Bagaimanapun juga, ketika berada dimana pun, pasti fasilitator itu pasti “dilihat” oleh mahasiswa lainnya. Jangan sampai fasilitator melakukan hal yang buruk, karakter mereka harus dikuatkan lagi,” tutup Ima.

Penulis: Romadhona S.

Berita Terkini

wisudawan berprestasi umsida (2)
Wisudawan Umsida Temukan Jalan Prestasi dari Riset, Kompetisi, dan Keberanian
October 26, 2026By
pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

4 pilar pendidikan (7)
4 Pilar Pendidikan di Era Generasi Cemas
October 27, 2026By
pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By
ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By