fasilitator pkmu 2026

Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan

Umsida.ac.id – Menjelang pelaksanaan Pendidikan Karakter Mahasiswa Umsida (PKMU) 2026, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) terus mempersiapkan para fasilitator agar mampu mendampingi mahasiswa dengan pendekatan yang tepat. 

Salah satu pembekalan diberikan melalui penguatan nilai akidah, akhlak, dan ibadah sebagai bekal dalam proses pendampingan mahasiswa.

Lihat juga: Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak

Dalam pembekalan tersebut, Dr Supriyadi SPdI MPdI menjelaskan bahwa fasilitator tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga harus menjadi teladan melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai yang diajarkan.

Dimulai dari Pendidikan Diri

Dr Supriyadi menyampaikan bahwa proses memberikan pengaruh kepada mahasiswa harus dimulai dari diri fasilitator terlebih dahulu. 

Menurutnya, seseorang tidak akan mampu memberikan perubahan jika belum membangun pemahaman dan keyakinan dalam dirinya.

“Kita harus mendidik diri kita dulu. Kalau sudah kita terdidik, kita mau antar informasi ini dari nilai-nilai yang kita yakini kebenarannya, lalu kita rasakan, kita hayati, sehingga menjadi sesuatu yang mengokohkan dan tidak mudah hanyut dengan omongan orang lain,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peran fasilitator pada dasarnya adalah melakukan ikhtiar dalam memberikan pencerahan kepada mahasiswa. 

“Tidak usah memaksa. Biarkanlah kita hanya memberikan pencerahan dan kebahagiaan mereka, sehingga nanti ketika mereka PKMU tidak merasa terbebani, tetapi merasa bahwa ini adalah sebuah kebutuhan,” tutur dosen Pascasarjana Umsida itu.

Fasilitator Hadir dengan Keteladanan Akhlak

fasilitator pkmu 2026

Dalam proses pendampingan mahasiswa, fasilitator tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Dr Supriyadi menjelaskan bahwa transformasi yang diharapkan bukan hanya mahasiswa memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mengalami perubahan dalam perilaku.

“Yang pertama itu hanya sifat knowledge saja, tapi semuanya baru perilaku. Menjaga bersih dan suci, baik lahir maupun batin,” ujarnya.

Ia mencontohkan bahwa akhlak tidak hanya berkaitan dengan tindakan yang terlihat, tetapi juga menjaga hati dari sifat buruk seperti mengolok-olok maupun perilaku yang tidak baik.

Lihat Juga :  Persiapan PKMU 2026, Bagaimana dengan Mahasiswa Non Muslim?

Menurutnya, fasilitator juga harus memperhatikan cara berkomunikasi. 

Penyampaian pesan tidak hanya dilihat dari pilihan kata, tetapi juga harus memiliki nilai dan sesuai dengan ajaran Allah.

“Bobotnya itu sesuai dengan apa yang diajarkan Allah kepada kita. Ada Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, Qaulan Ma’rufa, Qaulan Karima, Qaulan Layyina, dan Qaulan Maysura,” jelasnya.

Mampu Membimbing dengan Sikap Mendengar

fasilitator pkmu 2026

Selain menjadi teladan, kata Dr Supriyadi, fasilitator juga perlu memiliki sikap terbuka dalam mendampingi mahasiswa. 

Ia menyampaikan bahwa fasilitator harus berada di posisi tengah, bukan berarti tidak memiliki pilihan, tetapi mampu memilih berdasarkan nilai yang benar.

Lantas ia mengajak para fasilitator untuk menerapkan sikap mendengar dan mempertimbangkan sesuatu dengan menggunakan akal sehat.

Hal tersebut ia kaitkan dengan Surat Az-Zumar ayat 18 tentang orang-orang yang mendengarkan perkataan dan mengikuti yang paling baik di antaranya.

Menurutnya, dalam menentukan pilihan, seseorang tidak cukup hanya mengikuti pendapat orang lain, tetapi perlu menggunakan pertimbangan berdasarkan dalil yang kuat.

“Sebaik-baik terbaik itu bukan menurut orang, tetapi menurut Allah dan Rasul-Nya. Jadi yang berdalil lebih kuat, itu yang diambil,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa prinsip tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan Muhammadiyah yang memilih dasar dengan landasan yang paling kuat, tanpa harus merendahkan pendapat lain.

Pendampingan Secara Bertahap

Dalam membimbing mahasiswa, Dr Supriyadi mengingatkan bahwa proses perubahan membutuhkan tahapan. 

Fasilitator tidak dapat memaksa mahasiswa untuk langsung mencapai pemahaman tertentu, tetapi perlu mendampingi mereka secara perlahan.

“Ibaratnya orang itu naik gunung. Tidak mungkin langsung lompat. Takutnya kalau lompat langsung jatuh,” ungkapnya.

Lihat juga: Media Sosial dan Cyberbullying Jadi Topik Penutupan PKMU 2025-2026 Umsida

Menurutnya, mahasiswa perlu diberikan ruang untuk belajar dan berkembang sesuai dengan prosesnya masing-masing. 

Peran fasilitator adalah membantu mahasiswa menemukan jalan terbaik melalui bimbingan yang tepat.(Dhona)

Berita Terkini

Persiapan PKMU 2026
Persiapan PKMU 2026, Bagaimana dengan Mahasiswa Non Muslim?
October 7, 2026By
panen budidaya melon
Panen Hasil Budidaya Melon Perdana, Umsida Kembangkan Ilmu Pertanian
October 7, 2026By
Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By

Riset & Inovasi

media pembelajaran digital (2)
Mengabdi di SDN Kepulungan, Ini Deretan Media Pembelajaran Digital PLP II Umsida
October 6, 2026By
peringatan hari batik plp umsida (2)
Peringati Hari Batik, PLP 2 Umsida Ajak Siswa Membatik Carbon Copy
October 6, 2026By
PLP SDN Sidokumpul
Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
October 5, 2026By
kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By