Umsida.ac.id – Bagi sebagian orang, berbuka puasa rasanya kurang lengkap tanpa gorengan.
Mulai dari bakwan, tahu isi, hingga risol, semuanya terasa menggoda saat perut kosong seharian.
Namun, apakah aman mengkonsumsi gorengan setiap hari saat berbuka?
Lihat juga: 4 Manfaat Puasa Bagi Otak, Mental, dan Sel
Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Syarifa Ramadhani N., STP MP, menjelaskan bahwa konsumsi gorengan berlebihan justru bisa berdampak kurang baik bagi tubuh.
Gorengan Saat Berbuka Puasa, Aman atau Tidak?
Menurut Syarifa, mengkonsumsi gorengan setiap hari dalam jumlah berlebih tidak dianjurkan.
“Tidak aman jika dikonsumsi setiap hari dalam jumlah berlebih karena makanan itu tinggi lemak dan kalori,” jelasnya.
Tingginya kalori tersebut dapat memicu kenaikan berat badan akibat timbunan lemak di dalam tubuh.
Selain itu, gorengan juga dapat memicu naiknya asam lambung, terutama ketika dikonsumsi saat perut masih kosong setelah seharian berpuasa.
Tak hanya itu, tepung yang kerap menjadi bahan utamanya juga bisa menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat dibandingkan makanan tinggi serat.
“Lemak trans yang ada di dalamnya itu dapat menyebabkan resistensi insulin. Hal itu juga dapat meningkatkan kadar gula darah,” terangnya.
Kondisi ini tentu perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang memiliki risiko diabetes atau gangguan metabolisme.
Penggunaan Minyak Berulang dan Dampaknya

Selain soal kandungan lemak, penggunaan minyak yang dipakai berulang kali juga menjadi perhatian penting.
Syarifa menjelaskan bahwa minyak yang dipanaskan berulang kali akan mengalami proses oksidasi dan hidrolisis.
Akibatnya, ikatan rangkap dalam struktur kimia minyak berubah menjadi ikatan tunggal.
“Hal ini menyebabkan asam lemak pada minyak menjadi asam lemak jenuh yang dapat menyebabkan penimbunan lemak pada tubuh manusia,” ujarnya.
Tidak hanya itu, minyak yang digunakan berulang kali juga bisa menghasilkan senyawa berbahaya bernama acrolein.
“Acrolein dapat menyebabkan rasa gatal pada tenggorokan,” tambahnya.
Masyarakat sebenarnya bisa mengenali ciri-ciri minyak yang sudah tidak layak pakai.
Syarifa menyebutkan beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Warna minyak yang sangat gelap
- Terdapat bau tengik atau menyengat
- Tekstur yang lebih kental dari biasanya.
Jika menemukan tanda-tanda tersebut, ia menyarankan agar minyak tidak lagi digunakan untuk menggoreng.
Tips Menikmati Gorengan Lebih Aman Saat Puasa
Meski memiliki risiko, bukan berarti gorengan harus dihindari sepenuhnya. Menurut Syarifa, kuncinya adalah bijak dalam mengonsumsi.
Beberapa tips agar tetap bisa menikmati gorengan dengan lebih aman antara lain:
- Menggunakan minyak baru atau maksimal satu sampai dua kali pakai
- Tidak mencampur minyak lama dan baru
- Meniriskan dengan tisu penyerap minyak.
- Membatasi konsumsi gorengan
- Tidak menjadikannya sebagai menu utama saat berbuka
“Batasi porsi, cukup satu sampai dua gorengan saja, dan jangan menjadikan gorengan sebagai menu utama saat berbuka,” pesannya.
Untuk menyeimbangkan konsumsi gorengan, masyarakat dianjurkan memperbanyak makanan tinggi serat.
“Ada makanan penyeimbangnya, yaitu makanan tinggi serat seperti buah dan sayur, lalu konsumsi banyak air putih,” jelasnya.
Alternatif Takjil yang Ramah di Tubuh

Sebagai alternatif takjil yang lebih ramah bagi tubuh, Syarifa merekomendasikan kurma, buah seperti pisang, serta umbi-umbian yang dikukus.
Ia juga menyarankan metode memasak yang lebih sehat selama Ramadan, seperti mengukus, merebus, menumis dengan sedikit minyak, memanggang atau menggunakan oven, serta memanfaatkan air fryer.
“Pada akhirnya, pilihan tetap ada di tangan masing-masing. Namun dengan memahami risiko dan cara menyiasatinya, masyarakat bisa tetap menikmati suasana berbuka tanpa harus mengorbankan kesehatan,” tuturnya.
Lihat juga: Inilah Tradisi Ramadan di Era Rasulullah
Karena puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga tentang menjaga tubuh sebagai amanah yang harus dirawat dengan bijak.(Romadhona)



















