Umsida.ac.id – Kajian Ramadhan dan bakti sosial Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berlangsung dengan lancar dan penuh semangat pada Ahad, (8/3/2026) di Panti Asuhan Aisyiyah Celep.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Ramadhan Menjadi Pribadi Beriman dan Berkarakter” ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari kader Hizbul Wathan Umsida serta para tamu undangan.
Lihat juga: Teguhkan Jiwa Kepemimpinan, Kader Hizbul Wathan Umsida Jalani Diklat Penuntun 2025
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang refleksi spiritual sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi bersama anak-anak panti asuhan.
Acara dibuka oleh Ketua Pelaksana kegiatan, Ayunda Taajunnisa’ Aliyah Kamila.
Dalam sambutannya ia menyampaikan harapan agar kegiatan kajian Ramadhan ini dapat menjadi sarana untuk memperbaiki diri sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.
“Tidak hanya dengan harta, melainkan dengan ilmu kita juga dapat membantu orang lain. Ilmu tidak akan bermanfaat jika tidak kita bagikan kepada sesama,” ungkap Ayunda.
Ketua Kafilah Hizbul Wathan Umsida, Achmad Shobi Nur Ardiansyah menegaskan bahwa sebagai bagian dari organisasi kader, anggota Hizbul Wathan memiliki tanggung jawab untuk terus menghidupkan nilai-nilai keislaman di lingkungan sekitar.
“Ramadan adalah kesempatan emas yang Allah berikan kepada kita untuk memperdalam ilmu, mempererat ukhuwah, dan memperkuat iman,” ujar Shobi.
Menurutnya, kajian ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan upaya nyata kita dalam mengisi Ramadhan dengan hal-hal yang bermakna.
Peran Generasi Muda Jadi Topik Kajian

Pada sesi kajian Ramadhan, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Ustadzah Lies Imma J SPd MSi yang mengangkat tema “Generasi Berkembang dari Ramadhan Menuju Perubahan”.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa bulan Ramadan bukan hanya momentum untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi madrasah kehidupan yang membentuk karakter generasi muda agar lebih beriman, berilmu, dan berakhlak.
Ia menekankan bahwa generasi berkemajuan harus memiliki karakter yang kuat, di antaranya iman yang kokoh melalui ibadah seperti puasa, shalat, tilawah, dan sedekah, semangat literasi dan berpikir kritis, serta keberanian menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Di tengah tantangan zaman modern seperti krisis moral, distraksi digital, serta krisis identitas, Ramadhan menjadi sarana latihan bagi generasi muda untuk membangun kedisiplinan, pengendalian diri, dan empati sosial.
Mahasiswa sebagai generasi terdidik diharapkan mampu mengambil peran strategis sebagai iron stock atau cadangan pemimpin masa depan sekaligus sebagai social control yang mampu memberikan kritik dan solusi terhadap berbagai persoalan sosial secara bijak.
“Generasi hari ini adalah pemimpin di masa depan. Jika generasinya baik, maka masa depan bangsa juga akan baik,” terang Ustadzah Lies dalam penutup kajiannya.
Hizbul Wathan Umsida Lantik Kepengurusan Baru

Setelah sesi kajian, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan pengurus Hizbul Wathan Umsida yang didampingi oleh pembina HW Umsida.
Dalam pelantikan tersebut ditetapkan susunan Badan Pengurus Harian yang terdiri dari Rakanda Achmad Shobi Nur Ardiansyah sebagai Ketua Kafilah HW Umsida, Siti Nur Khofifah sebagai sekretaris, serta Juwairiyah sebagai bendahara bersama dengan pengurus bidang lainnya yang siap menjalankan amanah organisasi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh kader Hizbul Wathan, anak-anak Panti Asuhan Aisyiyah, serta para tamu undangan.
Lihat juga: Kajian Deen Islam BEM Umsida: Pemuda Berperan, Bukan Baperan
Kebersamaan tersebut dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah, menciptakan suasana hangat yang mempererat silaturahmi di antara seluruh peserta.(Ana Nur Aini RS)



















