Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) telah menambah puing-puing prestasi membanggakan dalam ajang Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2025 yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo.
Lihat juga: Alat Pembakaran Sampah Tanpa Asap, Inovasi Dosen Umsida Tekan Masalah Sampah
Salah satu karya unggulan Umsida berjudul PESTA (Pengolahan Sampah Tanpa Asap) berhasil masuk dalam Top Ten kategori Inovasi Sosial Budaya Non-Digital, mengalahkan peserta lainnya dari berbagai instansi dan perguruan tinggi.
Inovasi ini digagas oleh Dr Totok Wahyu Abadi MSi, Ainur Rochmania SSos MSi, dan Hendra Sukmana SAP MKP dari Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) Umsida.
Ia menuturkan bahwa PESTA merupakan hasil riset dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada penciptaan teknologi tepat guna untuk mengatasi persoalan kebersihan di tingkat lokal.
“Selama ini, masalah sampah di masyarakat sering berujung pada pembakaran terbuka yang menimbulkan asap dan polusi. Melalui inovasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang sederhana, murah, namun tetap ramah lingkungan,” jelasnya.
Teknologi Tepat Guna untuk Kurangi Sampah

PESTA dirancang sebagai alat pembakar sampah atau incinerator dengan sistem pemanasan berlapis, sehingga proses pembakaran tidak menimbulkan asap.
Alat ini mampu mengolah berbagai jenis limbah organik maupun anorganik dengan hasil pembakaran yang bersih dan minim residu.
Dr Totok menjelaskan bahwa keunggulan PESTA tidak hanya pada efisiensi teknologi, tetapi juga aspek kebermanfaatannya bagi masyarakat.
“Konsep kami sederhana, bagaimana agar masyarakat desa bisa mengelola sampahnya secara mandiri tanpa menimbulkan pencemaran udara. Kami ingin solusi ini menjadi bagian dari gaya hidup bersih di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Inovasi ini, terang dosen Prodi ilmu komunikasi itu, sejalan dengan visi Umsida dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs), khususnya di bidang lingkungan hidup.
“Umsida melalui kegiatan riset dan pengabdian berkomitmen menghadirkan teknologi yang aplikatif, bukan hanya berhenti di laboratorium atau seminar,” tegasnya.
Sementara itu, anggota tim Abdimas, Ainur Rochmania SSos MSi turut mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.
“Senang dan bangga bisa masuk Top Ten ajang inovasi Kabupaten Sidoarjo. Tidak menyangka karena ada sekitar 200 produk inovasi yang mendaftar,” katanya.
Dihilirisasi ke Desa dan Siap Dipasarkan

Agar nilai manfaat dapat dirasakan masyarakat dalam pengelolaan sampah, Ainur menerangkan bahwa hasil inovasi akan dihilirisasi dengan menyosialisasikan memasarkan dan menjual produk Incinerator dengan harga murah ke desa-desa yang pengelolaannya sampahnya masih belum baik.
Ia menilai capaian ini menjadi solusi bahwa hasil pengabdian dosen Umsida mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Selain produksi, tim juga berencana melakukan pelatihan pengelolaan sampah berbasis teknologi di sejumlah desa mitra Umsida.
Menurut Dr Totok, langkah ini menjadi bentuk nyata implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat.
Lihat juga: KKN T 20 Umsida Bangun Rocket Stove di Desa Tempel, Solusi Atasi Masalah Sampah
“Bagi kami, inovasi bukan hanya soal juara, tapi bagaimana karya itu memberi dampak nyata bagi kehidupan,” ujarnya menegaskan.
Penulis: Romadhona S.



















