Umsida.ac.id – Suasana hangat dan penuh antusias mewarnai kegiatan pengajian kesehatan yang digelar oleh Pusat Studi Mental Health (PSMH) Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (DRPM Umsida) bersama Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Krembung.
Kegiatan ini berlangsung pada Ahad pagi, (11/1/2025). Bertempat di area Masjid At-Taqwa Krembung, kegiatan ini dihadiri sekitar 80 peserta yang terdiri atas simpatisan, binaan, serta pengurus Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Krembung.
Lihat juga: PS RES Umsida Raih Penghargaan Pusat Studi Terbaik 2025
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dan dukungan dari para tokoh Desa Krembung.
Pusat Studi Mental Health Umsida Dorong Edukasi Kesehatan Masyarakat

Turut hadir di tengah-tengah peserta, Lurah Desa Lemujut, Rofik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Umsida dan PCA Krembung dalam mengedukasi masyarakat terkait kesehatan.
Di sela sambutan tersebut, ia memberikan hadiah kepada dua peserta sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan ketepatan mereka dalam menjawab pertanyaan yang ia ajukan, sehingga suasana semakin cair dan penuh semangat.
Selain Lurah Desa Krembung, kegiatan ini juga dihadiri oleh Izzudin Karim selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembung dan Asmiyati, Ketua PCA Krembung.
Keduanya menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Hubungan antara Umsida dan Desa Lemujut ini sudah berjalan cukup lama dengan berbagai macam kegiatan kolaborasi.
Hal ini dipaparkan oleh Direktur DRPM Umsida, Prof Dr Sigit Hermawan SE MSi. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya memang telah ada kerjasama melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa di desa lemujut.
“Sehingga, ketika Umsida mengadakan kegiatan lagi, Bapak Rofik selaku Lurah Desa Lemujut turut memberikan support yang luar biasa,” terangnya.
Perkuat Kolaborasi Lintas Institusi
Oleh karena itu, Prof Sigit mengajak para pimpinan untuk terus memperkuat kerja sama lintas institusi.
“Kami sangat senang ibu-ibu pengurus PCA Krembung bergandengan dengan Umsida dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga,” ungkapnya.
Prof Sigit berharap agar kerja sama lainnya dapat dilakukan dengan pusat studi yang ada di Umsida karena ada 12 pusat studi yang ada di kampus pencerah ini.
Sebut saja seperti Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah milik Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sidoarjo, bisa dilakukan secara khusus di Krembung.
Dengan model yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Di Umsida, lanjut Prof Sigit, ada Pusat Studi Business, Development and Digitalisation (PSBDD) yang dapat membantu keterlaksanaan kegiatan berwirausaha dimaksud.
“Bahkan, jika PCA Krembung memerlukan pelatihan-pelatihan yang terkait dengan aspek ekonomi maupun manajemen, PSBDD akan dipersiapkan untuk membantu,” tandasnya.
Hadirkan Edukasi dan Layanan Kesehatan

Kegiatan edukatif ini menghadirkan Dr Nurul Azizah SKeb Bd MSc, dosen Program Studi Kebidanan Umsida sebagai pemateri utama.
Dalam penyampaiannya, Dr Azizah mengulas berbagai penyakit yang kerap muncul dan mengganggu kesehatan manusia pada masa pancaroba, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga.
Sejak awal, suasana pengajian berlangsung interaktif. Usai pemaparan materi, ia langsung melempar pertanyaan kepada peserta,
“Penyakit apa saja yang sering muncul selama musim pancaroba? Dan apa yang harus ibu-ibu lakukan agar tetap sehat?” Pertanyaan ini memantik diskusi, dengan tanya jawab yang mengalir di sela-sela penyampaian materi.
Salah satu peserta, Asa, mengajukan pertanyaan kritis mengenai tingkat bahaya demam berdarah (DBD) dan chikungunya, khususnya terkait risiko kematian, serta langkah penanganan dini yang dapat dilakukan sebelum memeriksakan diri ke dokter.
Pertanyaan tersebut dijawab dengan jelas dan edukatif oleh pemateri, sekaligus menegaskan pentingnya deteksi dini dan kewaspadaan terhadap gejala awal penyakit.
Sebagai bentuk layanan nyata kepada masyarakat, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pengecekan tekanan darah (tensimeter), kadar glukosa, asam urat, dan kolesterol.
Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Keperawatan Umsida, yang disambut antusias oleh para peserta.
Ketua Pusat Studi Mental Health Umsida, Lely Ika Mariyati MPsi Psikolog mengingatkan tentang peran kesehatan yang menjadi bagian integral dari ajaran Islam.
“Islam mengajak umatnya untuk sehat, baik secara fisik maupun mental, dengan harapan mampu menyempurnakan dan meningkatkan kesalehan diri sebagai hamba melalui ibadah ritual, serta kesalehan sosial dengan memberikan kemanfaatan bagi alam semesta, termasuk sesama manusia,” tuturnya.
Lihat juga: Realisasikan 17 Tujuan SDGs, Pusat Studi SDGs Umsida Gandeng Bappeda Jatim
Dari kegiatan ini, ia berharap adanya keberlanjutan untuk mewujudkan visi Kampus Berdampak
Penulis: Dr Noor Fatimah



















