Umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Moh Roby, mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi Umsida, berhasil meraih dua gelar juara satu dalam Kejuaraan Ju Jitsu Open Piala KONI Kabupaten Mojokerto yang digelar pada 17–18 Januari 2026 di GOR Gajah Mada Mojosari, Mojokerto.
Lihat juga: Ikut Kejuaraan Dunia Rafting, Mahasiswa Umsida Bawa Pulang 4 Medali
Mahasiswa yang biasa disapa Roby itu tampil sempurna dengan menyabet Juara 1 Kategori Newaza System Putra U+21 kelas -56 kg dan Juara 1 Fighting System Putra U+21 kelas -56 kg dalam ajang yang diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu.
Modal Mental Hadapi Kejuaraan Ju Jitsu
Roby menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam kejuaraan Ju Jitsu di Mojokerto ini tidak lepas dari rangkaian kompetisi sebelumnya.
Ia baru saja berlaga di Piala Bupati Sidoarjo. Di ajang tersebut, atlet yang meraih juara, berhak mendapatkan fasilitas pendaftaran gratis ke Kejuaraan Ju Jitsu Open Piala KONI Kabupaten Mojokerto.
“Kebetulan waktu di Sidoarjo saya dapat dua emas. jadi saya bisa mendapat privilege untuk ikut di Mojokerto ini. Namun ternyata pihak kampus juga menawari saya, jadi akhirnya saya pilih berangkat dari Umsida bersama teman-teman,” ujar Roby.
Meski jarak antar kejuaraan Ju Jitsu terbilang berdekatan, Roby mengaku tidak melakukan persiapan khusus yang berbeda.
Menurutnya, latihan yang dijalani sudah terprogram dan tinggal dilanjutkan.
“Latihannya sudah diforsir. Tinggal dilanjutkan saja karena memang fokus latihan ini untuk event Mojokerto,” ungkapnya.
Dari sisi pola hidup, Roby menjelaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus menjelang pertandingan, selain menjaga kebiasaan hidup sehat.
Ia menghindari makanan berminyak, minuman dingin, dan rokok, serta menjaga asupan protein untuk menunjang performa fisik.
Tumbangkan Atlet PON dan Anggota TNI

Dalam kejuaraan tersebut, Roby turun di dua kategori Ju Jitsu yang berbeda karakter.
Newaza System dan Fighting System menuntut kemampuan teknik dan strategi yang tidak sama.
“Newaza itu mirip Brazilian Ju Jitsu, mainnya banyak di bawah, gulat dan kuncian,” jelas Roby.
Ia mengakui bahwa meskipun lebih dominan di Fighting System, Newaza tetap bisa ia kuasai karena sudah lama mendalami kategori tersebut.
“Saya ikut kelas klub akademik BJJ di Surabaya, khusus untuk Newaza. Jadi sedikit banyak, saya tahu teknik di kategori itu” tambahnya.
Pada kategori Newaza, tantangan terbesar datang di babak final.
Roby harus berhadapan dengan atlet PON asal Banten yang dikenal memiliki teknik yang kuat.
“Kalau di final itu agak susah karena lawannya atlet PON. Tekniknya banyak dan rapi, jadi cukup menyulitkan,” kata mahasiswa yang tergabung di UKM Bela Diri Umsida itu.
Sementara itu, imbuhnya, di kategori Fighting System justru menjadi laga yang lebih berat secara fisik.
Fighting System menggabungkan unsur pukulan, tendangan, bantingan, dan kuncian, sehingga membutuhkan tenaga dan penguasaan poin yang matang.
“Fighting itu mirip MMA, ada pukulan, tendangan, bantingan, dan kuncian,” jelasnya.
Di final Fighting System, Roby berhadapan dengan lawan yang berprofesi sebagai tentara.
Meski secara fisik kalah tenaga, Roby mengandalkan pemahaman aturan dan perhitungan poin.
“Saya tahu poin-poin Fighting System. Jadi saya main strategi, bukan adu power. Kalau lawan tentara itu tenaganya seperti robot,” kenang mahasiswa semester 5 itu.
Target kejuaraan Ju Jitsu Level Internasional dalam Waktu Dekat

Keberhasilan di Kejuaraan Ju Jitsu Open Piala KONI Kabupaten Mojokerto bukanlah akhir target Roby.
Ia mengungkapkan bahwa masih ada agenda besar yang sedang dipersiapkan dalam waktu dekat.
“Target terdekat ada pertandingan perekrutan klub CLS di Surabaya pada April nanti,” ungkap mahasiswa yang aktif di Himpunan Mahasiswa Agroteknologi itu..
Roby menjelaskan bahwa ajang tersebut memiliki nilai strategis karena juara pertama berpeluang masuk tim CLS dan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan di Jepang.
Meski jadwal pertandingan cukup padat, Roby mengaku tetap menjalani semuanya dengan fokus dan konsisten.
Lihat juga: Sempat Cedera Saat Semifinal, Atlet Umsida Akhirnya Bawa Pulang Emas
Menurutnya, latihan yang dijalani selama ini selalu ditingkatkan, atau minimal dipertahankan untuk menghadapi berbagai event yang berdekatan.
Penulis: Romadhona S.



















