inovasi singkong

Manfaatkan Singkong, KKN P 44 Ciptakan 3 Inovasi Ekonomi Kreatif Desa Ngembat

Umsida.ac.id – Kelompok KKN Pencerah 44 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berhasil menjalankan berbagai program kerja ekonomi kreatif di Desa Ngembat, Gondang Mojokerto.

Program tersebut diawali dengan pelatihan pembuatan tepung Mocaf (Modified Cassava Flour), pemberian alat pengering singkong, labeling usaha, hingga membentuk komunitas usaha bersama ibu-ibu Dusun Ngembat pada Jum’at, (28/8).

Latih Membuat Mocaf

“Singkong merupakan salah satu komoditas yang cukup melimpah di sini, namun belum banyak diolah menjadi produk bernilai jual tinggi,” terang Alfan Yudi Fardhana, Ketua KKN.

Lihat juga: KKN P 43 Buat TTG dan Tepung MOCAF di Desa Kemasantani

Alfan, sapaannya, menjelaskan bahwa berbagai program ini digagas sebagai respons atas potensi lokal Dusun Ngembat yang belum tergarap maksimal.

“Kami juga ingin membekali ibu-ibu setempat dengan keterampilan yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” tuturnya.

Didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Ahmad Mulyadi Drs Ec MSA, pelatihan ini diikuti 15 ibu-ibu Dusun Ngembat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penjelasan konsep hingga praktik langsung pengolahan singkong menjadi tepung Mocaf.

Tim KKN memperkenalkan tahapan pembuatan tepung Mocaf, mulai dari proses pengupasan, pencucian, hingga pengolahan singkong menjadi tepung yang memiliki kualitas dan daya simpan lebih baik dibandingkan tepung singkong biasa.

Selain pelatihan produksi, tim KKN P 44 juga turut membuatkan desain labeling untuk kemasan produk tepung Mocaf. 

Menurut Alfan, labeling ini dibuat sebagai bentuk dukungan dari sisi branding, sehingga produk yang dihasilkan ibu-ibu Dusun Ngembat memiliki identitas visual yang lebih menarik dan profesional saat dipasarkan, sekaligus memudahkan konsumen mengenali produk tersebut di pasaran.

Buatkan TTG Pengering Singkong

inovasi singkong

Selain mengenalkan pemanfaatan singkong menjadi tepung Mocaf, Tim KKN juga mengenalkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa alat pengering singkong.

Program pengadaan alat pengering singkong ini lahir dari hasil observasi mahasiswa selama masa pengabdian, yang menemukan bahwa Desa Ngembat memiliki potensi besar di sektor pengolahan hasil pertanian singkong. 

Namun selama ini warga mengeringkan singkong secara manual dengan mengandalkan sinar matahari, sehingga proses produksi kerap terhambat saat musim hujan dan hasilnya kurang higienis. 

“Kehadiran alat pengering ini dapat mempercepat proses produksi tepung Mocaf sekaligus menjaga kualitas hasil pengeringan agar lebih higienis dan efisien dibandingkan metode penjemuran konvensional yang bergantung pada cuaca,” ujar Alfan.

Bentuk Komunitas Macan

inovasi singkong

Sebagai bentuk keberlanjutan berbagai produk dan inovasi yang telah digagas di Desa Ngembat, tim KKN membentuk kelompok usaha.

“Kami juga membentuk sebuah kelompok usaha bernama Macan, yaitu Mama Cantik yang nantinya bisa mengembangkan menjadi usaha produktif yang berkelanjutan,” tutur Alfan.

Melalui musyawarah bersama, Suwartina terpilih sebagai ketua kelompok usaha tersebut.

Ia turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan dan gagasan yang dibawa oleh mahasiswa.

“Terima kasih, mahasiswa telah berbagi ilmu dan membuatkan berbagai inovasi ini. Idenya juga bagus sekali, semoga ke depannya kelompok kami bisa terus jalan dan produk tepung Mocaf ini bisa dikenal lebih luas,” tuturnya.

Mulyadi selaku DPL menjelaskan bahwa pembentukan kelompok usaha ini merupakan langkah strategis agar program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan mahasiswa benar-benar berdampak jangka panjang bagi masyarakat. 

“Kami tidak ingin program ini hanya berhenti di pelatihan saja. Makanya kami dorong dibentuk kelompok usaha, supaya ibu-ibu punya wadah yang jelas untuk mengembangkan produksi tepung Mocaf ini secara berkelanjutan, bahkan bisa jadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.

Semua program tersebut telah usai dan tim KKN menggelar acara penutupan sekaligus serah terima TTG pengering singkong di Balai Desa Ngembat pada Sabtu, (29/8).

Dalam acara penutupan tersebut, alat TTG pengering singkong diserahkan secara simbolis kepada kelompok Macan yang ke depannya akan bertanggung jawab atas pemanfaatan dan perawatan alat tersebut agar dapat digunakan secara berkelanjutan oleh warga.

Kepala Desa Ngembat, Tri Handono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi nyata mahasiswa KKN P 44 Umsida selama masa pengabdian di desanya. 

Lihat juga: Dimsum Daun Kelor, Inovasi KKN P 6 Umsida Cegah Stunting

“Terima kasih, program yang dijalankan bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar menjawab kebutuhan warga kami, khususnya dalam pengolahan singkong. Semoga ilmu dan alat yang ditinggalkan ini bisa terus bermanfaat dan dikembangkan oleh warga,” ujarnya.

Ia juga berharap sinergi antara Umida dan Desa Ngembat dapat terus terjalin pada program-program pengabdian masyarakat di masa mendatang, mengingat masih banyak potensi desa yang menurutnya perlu terus digali dan dikembangkan bersama.(Mega)

Berita Terkini

pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.17 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By
hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By

Opini

ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By