makanan halal saat ramadan (Pexels) 1

Dosen Umsida Beri Tips Memastikan Makanan Halal saat Ramadan

Umsida.ac.id – Ramadan identik dengan berbagai hidangan khas, mulai dari takjil hingga hampers makanan yang banyak dijual oleh pelaku usaha dan UMKM. 

Namun di balik ramainya kuliner Ramadan, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu kehalalan makanan.

Lihat juga: Halal Center Umsida Beri Edukasi tentang Konsep Halal dan Haram dalam Islam

Kepala Halal Center Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Puspita Handayani SAg MPdI, menjelaskan bahwa konsep halal sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan label pada kemasan makanan. 

Halal juga mencakup seluruh proses produksi hingga makanan tersebut sampai ke tangan konsumen.

Halal Bukan Sekadar Label Makanan

Menurut Dr Puspita, halal dalam produk pangan harus dipahami sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.

“Halal itu tidak hanya dilihat dari bahannya saja. Proses produksi juga sangat menentukan apakah makanan tersebut benar-benar halal,” jelas dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) itu.

Ia menjelaskan bahwa konsep halal dalam produksi pangan mencakup seluruh tahapan, mulai dari hulu hingga hilir.

Artinya, kehalalan produk harus dipastikan dari berbagai aspek, seperti:

  • Sumber bahan baku yang digunakan
  • Proses pengolahan atau memasak
  • Kemungkinan adanya campuran bahan lain yang meragukan
  • Cara distribusi produk hingga sampai ke konsumen

Jika salah satu tahapan tersebut tidak terjamin kehalalannya, maka status halal produk juga bisa dipertanyakan.

Karena itu, label halal menjadi salah satu indikator penting bagi konsumen untuk memastikan bahwa produk tersebut telah melalui proses pemeriksaan yang sesuai standar.

Tantangan Halal pada Produk Takjil dan UMKM Ramadan
makanan halal saat ramadan (Pexels) 1
Ilustrasi: Pexels

Selama Ramadan, banyak pelaku usaha dan UMKM yang menjual berbagai produk makanan, seperti takjil, kue, hingga hampers. 

Fenomena ini sebenarnya menjadi peluang ekonomi yang baik bagi masyarakat.

Namun di sisi lain, memastikan kehalalan produk juga menjadi tantangan tersendiri.

Dr Puspita menjelaskan bahwa sebagian besar makanan Ramadan biasanya diproduksi oleh UMKM atau usaha rumahan. 

Hal ini membuat proses pengawasan tidak selalu mudah.

Meski demikian, ia menilai pengawasan halal sebenarnya tidak terlalu sulit jika masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang konsep halal.

“Yang menjadi tantangan justru rendahnya literasi masyarakat tentang konsep halal. Banyak yang menganggap kalau bahannya halal, maka otomatis produknya halal,” ujarnya.

Padahal, menurutnya, proses produksi juga sangat menentukan. 

Misalnya apakah alat produksi bersih, apakah ada bahan tambahan yang tidak jelas, atau apakah prosesnya tercampur dengan bahan yang diragukan.

Di sinilah peran Halal Center dan para penggerak halal untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus mendampingi UMKM agar memahami standar produksi halal.

Kesadaran Halal Penting bagi Produsen dan Konsumen
makanan halal saat ramadan (Pexels) 1
Ilustrasi: Pexels

Dr Puspita juga menekankan bahwa pelaku usaha perlu memperhatikan beberapa hal sederhana agar produknya benar-benar halal, bukan sekadar klaim.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan pelaku usaha antara lain:

  • Memastikan bahan baku yang digunakan benar-benar halal
  • Jika menggunakan bahan hewani, memastikan proses penyembelihannya sesuai syariat
  • Membeli bahan dari tempat yang sudah tersertifikasi halal
  • Menjaga kebersihan dan higienitas dalam proses produksi

Ia menambahkan bahwa dalam konsep halal juga terdapat unsur kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan. 

Karena itu, produk yang halal umumnya juga memenuhi standar kebersihan dan kualitas yang baik.

Bagi konsumen, langkah paling sederhana yang dapat dilakukan adalah memeriksa label halal sebelum membeli produk makanan.

“Label halal itu menjadi deteksi awal bagi konsumen untuk memastikan produk yang dibeli aman dan halal,” jelasnya.

Selain itu, konsumen juga dianjurkan untuk lebih selektif dalam memilih makanan, terutama saat membeli produk kuliner Ramadan yang dijual secara bebas.

Menurut Dr Puspita, kesadaran halal sebenarnya tidak hanya penting bagi umat Muslim. 

Konsep halal selalu berkaitan dengan halal dan thayyib, yaitu makanan yang halal sekaligus baik untuk dikonsumsi.

“Kalau bagi Muslim, halal adalah bentuk ketaatan kepada perintah Allah. Tetapi bagi masyarakat secara umum, halal juga berarti makanan tersebut aman, bersih, dan baik untuk kesehatan,” ujar Kabid AIK Umsida itu.

Lihat juga: Pakar Umsida: Produk Gluten Free Banyak Ditemukan pada Makanan Alami

Ia juga mengingatkan bahwa konsep halal dan thayyib telah dijelaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Baqarah ayat 168 yang menganjurkan manusia untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik.(Romadhona)

Sumber: Dr Puspita Handayani SAg MPdI

Berita Terkini

hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By
bramasgana terjun ke gempa ntt
Laporan Terkini Bramasgana Umsida dari Lokasi Gempa NTT
October 12, 2026By
pkmu 2026
PKMU 2026-2027 Dimulai, Usung Konsep Baru
October 11, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab
Pesan Rektor untuk 38 Lulusan Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida
October 8, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab (5)
Haflu Takharruj ke-38, Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida Luluskan 38 Mahasiswa
October 8, 2026By
Persiapan PKMU 2026
Persiapan PKMU 2026, Bagaimana dengan Mahasiswa Non Muslim?
October 7, 2026By
panen budidaya melon
Panen Hasil Budidaya Melon Perdana, Umsida Kembangkan Ilmu Pertanian
October 7, 2026By
Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By

Riset & Inovasi

plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By
PLP 2 kenalkan lingkungan 1
PLP 2 Umsida Tumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan pada Siswa Lewat Green School
October 13, 2026By
market day plp 2 (3)
Market Day SD Khazanah Ilmu, PLP 2 Umsida Dukung Semangat Kewirausahaan Siswa
October 13, 2026By
PPG Umsida ajari anak cinta alam
Cara Seru PPG Umsida Kenalkan Rasa Cinta Alam pada Anak
October 9, 2026By
plp umsida dampingi mabit (2)
Dampingi Mabit, PLP 2 Umsida Belajar Dampingi Pembelajaran Luar Kelas
October 9, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By