Umsida.ac.id – Wisuda bukan hanya penanda berakhirnya masa studi.
Bagi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), momen tersebut juga menjadi pengingat bahwa pendidikan memiliki tanggung jawab yang lebih luas, yakni menyiapkan manusia yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
Lihat juga: Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
Pesan tersebut disampaikan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umsida, Prof H Syafiq A Mughni MA PhD, saat menghadiri Wisuda ke-48 Umsida pada Ahad, (25/10).
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan sekaligus mengajak seluruh sivitas akademika untuk tidak berhenti pada capaian yang telah diraih.
Jangan Puas dengan Capaian

Prof Syafiq mengapresiasi perjalanan Umsida dalam menjalankan misi pendidikan Muhammadiyah.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tugas untuk menyiapkan SDM unggul dan membawa masyarakat dari kebodohan menuju kecerdasan, mengentaskan dari segala kemunduran ke arah kemajuan, menentaskan dari segala keterbelakangan menuju masa depan yang gemilang.
“Tidak ada istilah berhenti bagi kampus kita, tidak ada istilah puas. Kita boleh bersyukur, tapi tidak berarti harus puas dengan apa yang dicapai,” tegasnya.
Menurutnya, masih adanya kekurangan dan persoalan harus dilihat sebagai dorongan untuk terus melakukan perbaikan, mulai dari ekonomi, moral, sosial, hukum hingga politik.
Ia menilai peran tersebut sejalan dengan posisi Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan.
Perguruan tinggi Muhammadiyah, menurutnya, tidak semestinya bergantung pada kekuatan politik tertentu, tetapi terus membangun bangsa melalui pendidikan dan pengabdian.
Ciptakan Pendidikan Tanpa Sekat
Prof Syafiq juga menyoroti karakter pendidikan Muhammadiyah yang terbuka bagi masyarakat luas. Pendidikan tidak semestinya dibatasi oleh latar belakang etnis maupun budaya.
Sebagai sebuah organisasi sosial keagamaan yang punya concern terhadap dunia pendidikan, katanya, banyak orang yang mengapresiasi bahwa Muhammadiyah telah menempuh langkah yang sangat strategis dan mencerdaskan semua orang tanpa pandang bulu.
“Kita semua adalah manusia yang satu, manusia yang berhak mendapatkan sentuhan pencerahan dari persyarikatan Muhammadiyah,” tuturnya.
Keterbukaan tersebut juga menjadi salah satu alasan Muhammadiyah semakin mendapat perhatian dari masyarakat.
Tetap Terhubung dengan Almamater

Di akhir sambutannya, Prof Syafiq tidak hanya berbicara mengenai tanggung jawab institusi, tetapi juga menitipkan pesan kepada para wisudawan.
“Memang tugas sangat berat, tantangan sangat besar di depan, dan saya yakin partisipasi dari kita semua akan sangat berarti,” tuturnya.
Termasuk para wali wisudawan, orang tua, keluarga wisudawan, dengan mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh gelar kesarjanaan di kampus ini, itu adalah berarti berjasa ikut membantu di dalam membangun tata dunia baru.
“Begitu juga dengan para dosen, pimpinan universitas, fakultas, dan lembaga, Departemen, Direktorat di Umsida, semuanya berjasa di dalam membangun pendidikan berkualitas,” tandas Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.
Oleh karenanya, ia berharap para lulusan tidak memutus hubungan dengan almamater setelah mendapatkan gelar.
Lihat juga: Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
Kontribusi dapat diberikan dalam berbagai bentuk, baik melalui keteladanan, pemikiran, maupun sumbangsih lainnya.
“Semoga menjadi alumni yang sukses, alumni yang tetap punya perhatian terhadap kampus kita, dan memberikan sumbangan dalam bentuk apapun, sumbangan teladan, sumbangan pemikiran untuk kebangunan dan keagungan kita bersama,” pesannya.(Dhona)
























