pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)

Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida

Umsida.ac.id – Jauh dari Flores, Nusa Tenggara Timur, Lusia Cherlyana Moi datang ke Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dengan satu tujuan, mencari kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang tak disangka akan melahirkan pengalaman yang membekas.

Mendaftarkan diri secara mandiri, akhirnya ia mendapat beasiswa penuh dari Lazismu untuk menempuh pendidikan di Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM) dan dinyatakan lulus pada Ahad, (25/10).

Lihat juga: Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global

Ia harus meninggalkan keluarga, beradaptasi, dan menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Katolik di perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Namun, perjalanan tersebut justru mempertemukannya dengan pengalaman tentang toleransi, persahabatan, dan rasa kekeluargaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Keinginan Lusia untuk kuliah bermula dari pencariannya terhadap perguruan tinggi yang menyediakan beasiswa. 

Lusia memilih TLM lantaran bidang tersebut masih memiliki sedikit peminat di daerahnya.

Kekhawatiran Kuliah di Kampus Muhammadiyah

pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)

Sebelum berangkat ke Jawa, ada satu hal yang sempat membuatnya khawatir lantaran berkuliah di kampus Islami.

Setelah konsultasi dengan beberapa relasi yang berkuliah di Universitas Muhammadiyah Kupang, tekadnya semakin bulat.

“Ternyata malah banyak yang di Muhammadiyah Kupang itu malah banyak yang Kristen,” tuturnya mengingat percakapannya dengan sang kakak.

Tak hanya itu, ia juga khawatir jika misalnya tidak diterima oleh lingkungan barunya. Namun ternyata Lusia justru menemukan teman-teman yang terbuka dan mau membantu.

“Dari awal kuliah sampai akhir ini banyak sekali teman-teman yang bantu. Kayak enggak pilih-pilih teman gitu. Semuanya mau dari latar belakang apapun itu, mereka berteman,” ujarnya.

Pengalaman Kekeluargaan di TLM dan IMM

Selama menjalani perkuliahan, pengalaman Lusia tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Ia juga aktif dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Bagi Lusia, lingkungan organisasi juga memberikan pengalaman yang serupa dengan yang ia rasakan bersama teman-temannya di perkuliahan. 

Ia merasakan suasana kekeluargaan dan keterbukaan meskipun datang dari latar belakang yang berbeda.

Hal serupa ia rasakan di Program Studi TLM. Menurutnya, dosen-dosen di program studi tersebut menjadi salah satu bagian yang paling berkesan selama menempuh pendidikan.

Pengalaman tersebut membuat Lusia tidak merasa sendirian meskipun menjalani kehidupan jauh dari keluarga di Flores.

Dari Perbedaan Menjadi Pengalaman Berharga

Dalam perjalanan kuliahnya, Lusia juga memperoleh kesempatan mengikuti berbagai kegiatan yang membentuk pengalaman akademik dan organisasinya.

Ia pernah menjadi asisten laboratorium mikrobiologi. Ia juga bergabung dengan UKM Surya Nada, bahkan meraih juara satu tingkat nasional dalam kategori paduan suara Mars Muhammadiyah Aisyiyah.

Bagi Lusia, berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya berkembang selama berada di Umsida. 

Lusia menggambarkan perjalanan tersebut sebagai pengalaman untuk memahami toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan.

“Saya datang ke Umsida dengan membawa keyakinan saya sendiri, dan hari ini saya meninggalkan kampus ini dengan keyakinan yang sama, tetapi dengan pemahaman yang jauh lebih luas tentang arti menghargai perbedaan,” ungkapnya.

Beasiswa dan Jerih Payah Orang Tua

pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)

Di balik perjalanan Lusia, ada keluarga yang menjadi sumber kekuatan. 

Kedua orang tuanya bekerja sebagai pedagang sayur. 

Dukungan mereka menjadi bagian penting hingga Lusia mampu menyelesaikan pendidikan di perantauan.

Bagi Lusia, perjuangan orang tuanya bukan sesuatu yang sederhana. Dari pekerjaan tersebut, ia melihat langsung bagaimana keluarganya berusaha memenuhi kebutuhan sekaligus mendukung pendidikan anak-anaknya.

Sang ibu, Mariana Ale, mengaku bangga melihat putrinya menyelesaikan pendidikan jauh dari keluarga.

Ketika Lusia pertama kali menyampaikan keinginan untuk mengikuti tes kuliah di Umsida, sang ibu sempat memikirkan bagaimana biaya perjalanan dan kebutuhan selama kuliah. 

Apalagi Lusia merupakan putri sulung dan harus merantau cukup jauh dari Flores.

Namun, kabar bahwa Lusia diterima di Umsida akhirnya membawa kebahagiaan tersendiri bagi keluarga.

“Saya bilang, puji Tuhan. Tapi bagaimana perjalanan nanti? Ongkosnya bagaimana? Rumahnya jauh, saya hanya pedagang sayur di Labuan Bajo,” kenang Mariana.

Lihat juga: Umsida Beri Apresiasi Wisudawan Terabik, Berprestasi, dan Salurkan Beasiswa Sang Surya

Kini, kekhawatiran itu terbayar dengan kelulusan Lusia. Sang ibu berharap putrinya dapat memperoleh pekerjaan yang layak dan terus membanggakan keluarga.

“Terima kasih Umsida karena telah menerima putri kami dengan beasiswa penuh, kita tidak harus memiliki keyakinan yang sama untuk bisa saling menghormati, saling mendukung, dan bersama-sama menebarkan kebaikan,” ujarnya.(Dhona)

Berita Terkini

pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By
hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By

Opini

ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By