Umsida.ac.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) Zona V Jawa Timur–Bali menggelar Pengukuhan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Kamis (29/1/2026).
Kegiatan pembukaan ini berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Lihat juga: Presma Umsida Nahkodai BEM PTMAI Zona V Jatim–Bali 2025-2026
Mengusung tema “Merawat Peran Mahasiswa, Menata Arah Gerak untuk Indonesia”, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan 19 universitas dari total 25 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang tergabung dalam BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali.
BEM PTMAI Zona V Berperan Penting dalam Peta Universitas di Indonesia

Opening Ceremony Pengukuhan dan Rakerwil BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali ini resmi dibuka oleh Umsida, Dr Hidayatulloh MSi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr Emil Elestianto Dardak Bbus MSc PhD yang hadir sebagai narasumber utama.
Hadir pula Koordinator Presidium Nasional BEM PTMAI, Yogi Syahputra Alidrus yang memberikan penguatan arah gerak organisasi mahasiswa PTMAI secara nasional.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemkab Sidoarjo yakni M Hudori SKom, MIKom selaku Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo Prof Dr Ach Dzoul Milal MPd, Dandim Sidoarjo, serta Babinsa Sidoarjo.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mempertegas sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Dr Hidayatulloh menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam peta Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia, baik dari segi jumlah perguruan tinggi, dinamika mahasiswa, maupun peran aktifnya dalam gerakan keumatan dan kebangsaan.
Oleh karena itu, lanjutnya, mahasiswa yang tergabung dalam Zona V Jawa Timur–Bali diharapkan mampu menjadi rujukan sekaligus motor penggerak utama gerakan mahasiswa Muhammadiyah di tingkat nasional.
“Zona V ini memiliki potensi besar untuk menjadi barometer gerakan mahasiswa Muhammadiyah Indonesia, dengan terus membangun sinergi yang kuat antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan Persyarikatan Muhammadiyah,” tegasnya.
Dalam rangkaian Opening Ceremony, Ketua Presidium Nasional BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali, Bagus Arif R R menyampaikan sambutan sekaligus laporan pelaksanaan kegiatan ini.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya agenda strategis tersebut sebagai momentum awal kepengurusan baru BEM PTMAI Zona V.
Lebih lanjut, Bagus menjelaskan tentang pembagian Zona V yang terbagi menjadi tiga koordinator, yakni yakni Koordinator Tapal Kuda, Koordinator Pantura, dan Koordinator Mataraman.
“Kami berharap kepengurusan BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali ke depan mampu memberikan kebermanfaatan dan dampak nyata, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat umum serta Persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.
Penguatan Generasi Muda dari Wagub Jatim

Dalam rangkaian Opening Ceremony, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr Emil hadir sebagai narasumber utama dan memberikan penguatan mengenai pentingnya pengalaman berorganisasi bagi mahasiswa.
Menurut Dr Emil, capaian akademik saja tidak cukup menjadi bekal menghadapi tantangan masa depan.
Mahasiswa perlu melengkapi dirinya dengan pengalaman kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan menyelesaikan persoalan melalui organisasi kemahasiswaan.l
“BEM menjadi ruang penting untuk mengasah kedewasaan, kemampuan bekerja sama, serta kepemimpinan yang kelak sangat dibutuhkan ketika mahasiswa terjun ke masyarakat,” ungkapnya.
Lihat juga: Antara Pemuda Baperan dan Berperan Jadi Fokus Kajian Deen Islam BEM Umsida
Acara bersambung dengan pengukuhan pengurus BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dilaksanakan selama dua hari di Graha Umsida, Trawas.(Salwa Rizky Awalya)



















