Umsida.ac.id – Dalam perkembangan pesat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), menjaga prestasi menjadi tanggung jawab bersama.
Lihat juga: Ketua PP Muhammadiyah: Prestasi Umsida Tak Luput dari Dukungan Semua Pihak
Hal ini ditegaskan oleh tokoh Muhammadiyah, drh Zainul Muslimin, dalam rapat akademik Umsida pada Rabu, (26/2/2025). Ia memberikan penguatan kepada para akademisi sebagai pengemban amanah tentang pentingnya menjalankan amanahtanggung jawab dengan baik.
Menurutnya, ada empat hal utama yang harus dipegang oleh para pengemban amanah agar dapat mencapai kesuksesan.
Keempat kunci tersebut adalah beramal shalih, fokus, serius, dan istiqomah, yang masing-masing memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an.
Dengan memegang prinsip ini, drh Zainul Muslimin meyakini bahwa tantangan dalam menjalankan amanah akan lebih mudah dilalui.
4 Hal yang Perlu Diingat Pengemban Amanah
“Saat mendapat amanah, setidaknya ada empat hal yang harus dilakukan orang para pengemban amanah,” terangnya.
1. Beramal Shalih
Yang pertama, ia mengutip pada surat Al Kahfi ayat 110 yang berbunyi:
فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًاࣖ ١١٠
Artinya:
Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah melakukan amal saleh dan tidak menjadikan apa dan siapa pun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya.
“Jadi lakukan sesuatu tidak hanya sekedar melalui perbuatan saja, tapi juga diikuti dengan banyak amal yang terbaik,” tutur bendahara PWM Jatim itu.
Ketika siapapun itu mengambang amanah, imbuhnya, maka lakukanlah sesuatu dan urus amanah tersebut dengan cara yang terbaik.
2. Fokus
Lalu, seorang pengemban amanah itu haruslah fokus. dr Zainul mengatakan bahwa para pengemban amanah harus fokus dengan amanah yang sedang diemban.
3. Serius
Dan selanjutnya adalah serius seperti yang tertera pada surat Al Ankabut ayat 69 yang berbunyi:
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَࣖ ٦٩
Artinya:
Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.
“Setiap amanah yang kita urus dengan serius, tidak mungkin langsung di jalan yang lurus, pasti ada tantangan dan rintangan. Tapi bagi orang yang serius, pasti dia tahu bagaimana jalan keluarnya. Karena dia paham betul setiap proses yang dipahami, dan atas karunia Allah, akan tunjukkan jalan-Nya,” terang drh Zainul.
4. Istiqomah
Yang keempat yaitu sesuai dengan surat Fushshilat ayat 30:
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ٣٠
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
“Kita sering mendengar bahwa sukses itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Maka kuncinya adalah istiqomah, yaitu konsistensi yang terus dilakukan,” katanya.
Untuk menerapkan sikap istiqomah itu, imbuhnya, diperlukan endurance, kesabaran, dan kekuatan yang luar biasa untuk terus maju.
Maka Allah menjanjikan dengan menurunkan malaikat untuk menyambut orang yang istiqomah.
drh Zainul berkata, “InsyaAllah dengan empat kunci itu, kita bisa mencapai kesuksesan seperti apa yang diinginkan. Bahkan hal yang mustahil pun, bagi Allah akan mudah, seperti yang dicontohkan kepada nabi Zakaria.”
Seperti yang diketahui bahwa nabi Zakaria dikenal sebagai sosok nabi yang memiliki kesabaran yang luas lantaran keteguhannya memohon keturunan dikala kondisi fisiknya sudah renta dan istrinya mengalami kemandulan.
Lalu Allah memberikan keturunan kepada nabi Zakarian yaitu nabi Yahya yang menjadi penerus dakwahnya.
Dari keteguhan nabi Zakaria itu, drh Zainul mengatakan bahwa para pengemban amanah harus mengerjakan setiap kebaikan untuk meraih apa yang diinginkan.
Lihat juga: Jabarkan 300 Lebih Prestasi Umsida, Rektor Tegaskan Tak Ada Bedanya PTN dan PTS
“Infrastruktur kita boleh megah, tapi mimpi,mindset, dan attitude kita juga harus megah. Semoga kisah tersebut bisa menjadi teladan di dalam mengamban amanah,” tutup drh Zainul.
Penulis: Romadhona S.