Prof Sigit Guru Besar

Targetkan dapat Gelar Guru Besar Sebelum 50 Tahun, Ini Perjalanan Akademik Prof Sigit

Umsida.ac.id – Prof Dr Sigit Hermawan SE MSi resmi meraih gelar Guru Besar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dalam bidang Ilmu Intellectual Capital dan Analisis Keuangan. 

Gelar tersebut merupakan puncak dari perjalanan akademik panjang yang dimulai sejak bangku sekolah hingga melalui berbagai tahapan jabatan fungsional dan proses administratif yang tidak sederhana.

Lihat juga: Ada 3 Misi Profetik yang Diemban Guru Besar Umsida, Kata Ketua PP Muhammadiyah

Prof Sigit mengawali pendidikan dasar hingga menengah di Bojonegoro, yakni di SD Negeri Sumbang I, SMP Negeri I Bojonegoro, dan SMA Negeri II Bojonegoro. 

Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan S1 di Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Awal Perjalanan Akademik Menuju Guru Besar

Menurut Prof Sigit, titik balik yang membawanya masuk ke dunia akademik justru terjadi saat menjadi mahasiswa S1. 

Ia aktif dalam organisasi seperti IMM dan majalah mahasiswa Dimensi Ekonomi. Namun pengalaman paling berpengaruh adalah ketika menjadi asisten laboratorium akuntansi.

“Sebagai asisten dosen itulah yang menurut saya paling menjadi awal untuk menapaki dunia akademik,” ujar Gubes kelahiran Bojonegoro, 3 Desember 1973 itu.

Setelah lulus tahun 1998, ia sempat menjadi dosen kontrak di UMM selama kurang lebih satu tahun. 

Pada tahun 2000, ia menerima tawaran dari Umsida untuk menjadi Kaprodi S1 Akuntansi. 

Saat itu kondisi Umsida masih didominasi kelas malam, sementara kelas pagi baru mulai berkembang.

Ia mulai mengabdi di Umsida pada 1 Februari 2000. 

Dua tahun kemudian, ia melanjutkan studi S2 Magister Akuntansi di Universitas Airlangga dan lulus tahun 2004. 

S2 Sempat Mengulang Mata Kuliah

Dalam perjalanan S2 tersebut, ia mengalami pengalaman yang hingga kini masih diingatnya.

Saat UAS berlangsung dalam kondisi hujan, ia lupa mengumpulkan lembar jawabannya. 

Seminggu kemudian saat membongkar tas, ia menemukan jawaban tersebut masih tersimpan.

“Nilai saya D karena tidak mengumpulkan jawaban. Itu satu-satunya mata kuliah yang pernah saya ulang,” kenangnya.

Pada tahun 2008, ia melanjutkan studi S3 di Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga. 

Saat itu belum banyak dosen yang berani melanjutkan studi doktoral, dan proses penyusunan disertasinya terbantu dengan hibah riset Kemendikbud.

Proses Jadi Guru Besar Sejak 2019

Prof Sigit Guru Besar

Karier jabatan fungsional Prof Sigit dimulai dari Asisten Ahli (AA), kemudian naik menjadi Lektor tahun 2007. 

Ia mengaku pernah ditawari untuk langsung meloncat ke Lektor Kepala hanya dengan tambahan satu artikel jurnal, namun saat itu ia memilih tidak mengambil kesempatan tersebut.

Lihat Juga :  Dari Kimia Hingga Jadi Guru Besar Manajemen di Umsida, Ini Kisah Prof Sriyono

“Sebenarnya cukup tambah satu artikel saja sudah bisa naik. Tapi saya tidak ambil,” tuturnya.

Ia baru resmi menjadi Lektor Kepala pada tahun 2017 setelah melalui proses hampir dua tahun akibat peralihan sistem manual ke sistem daring. 

Bapak tiga anak itu bahkan harus datang langsung ke Jakarta agar SK dapat terbit.

Proses pengajuan Guru Besar mulai ia lakukan sejak 2019. 

“Tahun 2020 pengajuannya belum lolos karena artikel dinilai kurang korespondensi,” ujarnya.

Hal itu terulang di tahun 2022 karena kualitas jurnal dinilai belum memenuhi standar.

Ia kemudian mencari jurnal Scopus yang memenuhi syarat, termasuk jurnal Environmental Economics yang memerlukan biaya publikasi cukup besar dan dibantu oleh Umsida. 

Pada Mei 2025, artikelnya terbit di Journal of Islamic Accounting and Recent Business kategori Q1 dengan sistem close access tanpa biaya publikasi.

Namun tantangan belum selesai. 

Tahun 2024 muncul kendala sinkronisasi data antara MyASN dan SISTER. 

Secara faktual pangkatnya sudah 4A, tetapi di sistem SISTER masih tercatat 3D. 

Prof Sigit harus kembali mengurus ke Jakarta hingga data tersebut sinkron.

Pada Januari 2025, namanya direkomendasikan untuk mengikuti proses Guru Besar. 

Gelombang pertama terlewat, dan ia kembali mengajukan pada gelombang kedua pada Agustus 2025. 

Setelah revisi administrasi, pada 14 Oktober 2025 sistem SISTER merekomendasikannya sebagai Guru Besar. 

SK resmi terbit per 1 Oktober 2025 dan sertifikat kompetensi menyusul pada 2 Februari 2026.

Target Guru Besar Sebelum Usia 50 Tahun

Prof Sigit Guru Besar

Prof Sigit mengungkapkan bahwa sejak usia 35 tahun ia telah menargetkan menjadi profesor sebelum usia 40 tahun. 

Target tersebut belum tercapai karena berbagai dinamika, salah satunya saat menjabat Wakil Rektor II.

Ia kemudian menetapkan target baru sebelum usia 50 tahun. 

“Alhamdulillah, SK Guru Besar terbit pada 1 Oktober 2025, saat saya berusia 49 tahun 11 bulan.” ujarnya.

Prof Sigit juga mengenang masa muda ketika hampir bekerja di perusahaan emas PT Itamaraya. 

Ia gagal di tahap akhir seleksi, dan beberapa tahun kemudian perusahaan tersebut bangkrut. 

Ia memaknainya sebagai hikmah bahwa jalan hidupnya memang berada di dunia kampus.

“Ternyata dunia saya adalah dunia akademisi perguruan tinggi,” katanya.

Lihat juga: Dari Kimia Hingga Jadi Guru Besar Manajemen di Umsida, Ini Kisah Prof Sriyono

Bagi Prof Sigit, gelar Guru Besar bukan sekadar capaian pribadi, melainkan amanah untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu intellectual capital dan analisis keuangan, serta memperkuat reputasi akademik di lingkungan pendidikan tinggi.(Romadhona)

Berita Terkini

aset kripto menurut dosen Umsida
Risiko Aset Kripto dan Bitcoin, Dosen Umsida Paparkan dari Perspektif Hukum dan Teknologi
December 15, 2025By
SDGs Center Umsida
SDGs Center Umsida Dorong Hilirisasi Riset untuk Pembangunan Berkelanjutan Jawa Timur
November 20, 2025By
Apresiasi sekolah partnership Umsida
Umsida Beri Apresiasi untuk Sekolah Partnership yang Berkontribusi dalam Penerimaan Mahasiswa Baru
November 20, 2025By
kick off penerimaan mahasiswa baru Umsida 4_11zon
Umsida Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027
November 19, 2025By
magister ilmu komunikasi Umsida 1
Launching Magister Ilmu Komunikasi Umsida, Pendaftaran Sudah Dibuka!
October 28, 2025By
muhammadiyah
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2026 pada 18 Februari
October 23, 2025By
S2 Ilmu Komunikasi Umsida
S2 Ilmu Komunikasi Umsida Sudah Buka, Siap Cetak Pakar New Media
October 13, 2025By
prodi sains data
Umsida Resmi Buka S1 Sains Data, Siap Buka Peluang Data Analyst
October 11, 2025By

Riset & Inovasi

pelatihan koding dasar dan kecerdasan artifisial
Abdimas Umsida Beri Pelatihan Kecerdasan Artifisial dan Koding Dasar pada 46 Guru MICA
February 3, 2026By
Edukasi TOSS TB 2
Edukasi TOSS TB, Upaya FK Umsida Perkuat Kader Kesehatan Desa Ketimang
January 28, 2026By
kolaborasi Umsida dan pondok pesantren
Kolaborasi FKG, FK, dan Fikes Jadi Relawan Kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Haromain
January 21, 2026By
ketahanan pangan dan branding umkm
Kembangkan UMKM Lokal, Tim Abdimas Umsida Beri 2 Pelatihan di UMKM Babakaran Raos
January 21, 2026By
pelajar muhammadiyah tanam kelor
Pelajar Muhammadiyah Jadi Kader Peningkatan Kemandirian Lingkungan dan Ekonomi Abdimas Umsida
January 10, 2026By

Prestasi

IMEI TEam Umsida Shell Eco Marathon Qatar 2026.
Usai Juara 1, IMEI Team Umsida Akan Buat Mobil Urban
February 5, 2026By
IMEI TEam Umsida Shell Eco Marathon Qatar 2026
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 4, 2026By
kejuaraan ju jitsu mahasiswa Umsida
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 20, 2026By
persiapan shell eco marathon
IMEI Umsida Tancap Gas di Shell Eco Marathon Qatar 2026 dengan Improvisasi Kendaraan Listrik
January 19, 2026By
shell eco marathon 2026
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 19, 2026By