kesan setelah mengabdi di desa 1

Pulang dari Desa Pengabdian, Ini yang Didapat Mahasiswa KKN 2026

Umsida.ac.id – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tahun 2026 meninggalkan beragam cerita bagi mahasiswa. 

Tidak hanya menjalankan program pengabdian, mahasiswa KKN juga berhasil meraih penghargaan atas karya, inovasi, kekompakan, hingga kontribusi dalam publikasi.

Lihat juga: KKN P 46 Umsida Ajak Warga Gondang Olah Susu Jadi Produk Bernilai Tambah

Tiga kelompok yang mencatatkan capaian menonjol ialah KKN T 28 Desa Penambangan, KKN P 58 Desa Ngepeh, dan KKN P 33 Desa Jarak. 

Masing-masing membawa program yang disesuaikan dengan kondisi desa sekaligus mengembangkan kemampuan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.

Berbagai Program Jawab Persoalan Desa

kesan setelah mengabdi di desa 1 2

Kelompok KKN T 28 Desa Penambangan menjadi salah satu kelompok dengan capaian penghargaan terbanyak KKN T.

Kelompok tersebut meraih Juara 1 kategori buku dan Juara 1 kelompok terbaik.

Syaharani Wibisono selaku wakil ketua KKN menjelaskan bahwa program unggulan kelompoknya berangkat dari hasil observasi terhadap kondisi Desa Penambangan. 

Salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan sampah yang masih dibakar masyarakat.

“Untuk bidang lingkungan bikin insinerator yang minim asap, dan yang kedua itu bikin peta wisata tematik Desa Penambangan,” ujarnya.

Pembuatan insinerator membutuhkan waktu sekitar empat minggu karena pengerjaannya dilakukan secara bertahap pada akhir pekan. 

Sementara itu, peta wisata dibuat untuk memberikan informasi mengenai potensi wisata desa yang sebelumnya belum banyak memiliki penunjuk informasi.

“Yang saya dapat selama KKN adalah kerja sama menyelesaikan masalahnya bareng-bareng. Kalau ada masalah didiskusikan,” ungkapnya.

Konsistensi Publikasikan Proker

kesan setelah mengabdi di desa 1 2

Cerita berbeda datang dari KKN P 58 Desa Ngepeh, Nganjuk. 

Kelompok tersebut meraih tiga penghargaan yakni Juara 1 video aftermovie, Juara 2 kelompok terbaik KKN Pencerah, serta penghargaan atas kontribusi konten media sosial Umsida.

Ketua KKN, Rico Dimas Firmansyah menceritakan bahwa inovasi mie daun kelor menjadi salah satu proker yang paling berkesan.

Mereka melakukan pelatihan pengolahan daun kelor menjadi mi bersama masyarakat.

Sebelumnya, masyarakat lebih mengenal daun kelor sebagai bahan sayur bening, sementara pemanfaatannya menjadi produk lain belum banyak dipraktikkan.

Di sisi publikasi, capaian kelompok 58 berawal dari sayembara content challenge KKN 2026 yang dibuat oleh DHP Umsida. 

Setelah mengirimkan video saat survei lokasi KKN dan mendapat respons positif, kelompok tersebut memutuskan untuk terus membuat konten selama pelaksanaan pengabdian.

Lihat Juga :  Desa Gendro Jadi Prototipe Science Techno Park Pertanian Inovatif oleh Dosen Umsida

“Kami sekelompok sepakat untuk terus konsisten mengirimkan video-video konten proker kami ke akun resmi Umsida. Alhamdulillah sampai KKN selesai semua proker kelompok 58 terpublikasi semua di akun media sosial Umsida,” jelas Rico.

Konsistensi tersebut didukung pembagian tugas dalam tim. 

“Kami ada yang bertugas mengingatkan sekaligus memberikan konsep video, ada yang menangani kamera dan penyuntingan, dan ada yang menjadi penghubung antara kelompok dengan admin media sosial Umsida,” imbuh Rico.

Rico menyebut problem solving sebagai salah satu pengalaman yang didapat setelah KKN. 

Selama 40 hari di Desa Ngepeh, ia dan kelompok menghadapi berbagai persoalan, baik yang berkaitan dengan internal kelompok maupun hubungan dengan masyarakat.

“Problem solving itu mau bagaimana pun, kami tidak pernah belajar di tempat itu saja. Jadi di mana pun kami berada, kami pasti menghadapi masalah. Pada hal tersebut kami terbentur, terbentur, lalu terbentur,” ujarnya.

KKN Ajari Mahasiswa Saling Bekerja Sama

kesan setelah mengabdi di desa 1

Sementara itu, KKN P 33 Desa Jarak, Wonosalam, Jombang berhasil membawa pulang tiga penghargaan, yaitu Juara 1 kelompok terbaik, Juara 1 artikel terbaik, dan Juara 3 Instagram terbaik.

Mochammad Fariz Al Gozali selaku Ketua mengatakan bahwa kekompakan menjadi salah satu hal yang dijaga selama pelaksanaan KKN. 

Ia berupaya agar persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi saling menyalahkan antaranggota.

“Yang pertama untuk kelompok terbaik itu dari kelompok usahakan kalau bisa jangan ada evaluasi, biar semua kelompok itu tetap menjadi kesatuan. Jadi tidak ada salah-salahan satu sama lain,” tutur Fariz.

Ia mengaku pengalaman yang diperoleh selama KKN tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program. 

Interaksi dengan masyarakat dan pihak eksternal membuat mahasiswa belajar mengenai cara berkomunikasi serta menjalin hubungan dengan pihak lain.

Lihat juga: KKN P 57 Umsida Hadirkan Ruang Belajar Baru untuk Anak Desa Joho

“Ilmu dari ilmu eksternalnya. Misalnya kayak sosialisasi, cara membalas, menjalin hubungan dengan pihak luar. Itu membantu sekali bagi mahasiswa,” katanya.

Menurutnya, proses yang berlangsung selama KKN juga memberikan pembelajaran yang tidak diperoleh hanya melalui perkuliahan.(Dhona)

Berita Terkini

pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By
hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By

Opini

pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By
ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By