inovas kkn umsida 2026 5

Resmi Berakhir, KKN Umsida 2026 Buat Berbagai TTG untuk Jawab Persoalan Desa

Umsida.ac.id – Pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tahun 2026 tidak hanya menghasilkan program pengabdian, tetapi juga berbagai inovasi yang menjawab persoalan masyarakat. 

Banyak kelompok KKN Umsida yang mengembangkan teknologi tepat guna (TTG) dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di masing-masing desa.

Lihat juga: KKN P 29 Umsida Buat Incinerator Minim Asap, Atasi Persoalan Sampah Dusun Sunogiri

Berbagai inovasi tersebut mendapat penghargaan dalam rangkaian penutupan KKN Umsida 2026 di Paseban Alun-Alun Sidoarjo pada Sabtu, (5/9/2026). 

Beberapa di antaranya berupa mesin penggiling tepung singkong (Mocaf), alat pengolah limbah kulit kopi menjadi briket, serta conveyor manual untuk mengolah kotoran ayam menjadi pupuk organik.

KKN Umsida Buat Alat Bantu Petani Singkong 

inovasi kkn umsida 2026

Salah satu inovasi yang mendapat Juara 1 kategori TTG KKN Umsida 2026 dikembangkan Kelompok 43 di Desa Kemasantani, Gondang, Mojokerto.

Ragil Akbar Fitriansyah selaku perancang TTG menjelaskan bahwa inovasi tersebut berupa mesin penggiling tepung mocaf atau discmill bertenaga motor listrik 0,5 HP.

Ide tersebut muncul setelah mahasiswa melihat kebutuhan petani singkong di Desa Kemasantani. 

Sebelumnya, masyarakat menggunakan mesin selep yang menimbulkan suara bising dan membutuhkan bahan bakar.

“Kami berinovasi bagaimana caranya mesin itu tidak berbunyi dan tidak menggunakan bahan bakar. Lalu kami berinovasi menggunakan dinamo agar tidak bersuara dan efisien untuk pembuatannya,” ujar Ragil.

Mesin tersebut dirancang agar dapat digunakan masyarakat dengan daya listrik 900 watt.

“Cara pengoperasiannya juga dibuat sederhana menggunakan saklar on-off,” terangnya.

Singkong yang akan digiling, diiris tipis dan dijemur sekitar lima hari hingga benar-benar kering.

Menurut Ragil, satu kali proses penggilingan sudah dapat menghasilkan tepung yang halus. 

Mesin tersebut juga tidak hanya dapat digunakan untuk singkong, tetapi berpotensi digunakan untuk menggiling beras, jagung, dan kopi.

Limbah Kulit Kopi Diolah Menjadi Briket

inovasi kkn umsida 2026

Inovasi lain datang dari Kelompok 38 KKN P Umsida di Desa Wonokerto, Jombang. 

Kelompok tersebut meraih Juara 2 kategori TTG KKN Umsida 2026 melalui BRIKOPI, yaitu teknologi pengolahan limbah kulit kopi menjadi briket dengan alat cetak manual.

Daffa Ikhwan Ryantama selaku penanggung jawab inovasi menjelaskan gagasan tersebut yang berawal dari banyaknya limbah kulit kopi di Desa Wonokerto. 

Lihat Juga :  Ajari Branding dan Marketing, KKN Umsida Bantu UMKM Desa Masuk Pasar Digital

Kulit kopi yang dihasilkan masyarakat selama ini umumnya dibuang atau diserahkan kepada industri yang membutuhkan.

“Dari situ kita sempat kepikiran kalau misalnya dibuat bahan briket itu bisa jadi ladang uang atau menaikkan ekonomi di sana. Sama juga untuk mengurangi limbah kopi yang ada di sana,” jelas Daffa.

Proses pembuatan BRIKOPI dimulai dengan menyangrai kulit kopi hingga menghitam, kemudian dihaluskan lalu diayak.

Serbuk tersebut dicampur dengan perekat yang dibuat dari tepung kanji dan air. 

Setelah tercampur merata, bahan dimasukkan ke dalam cetakan lalu dipres menggunakan alat yang telah dibuat mahasiswa.

“Setelah dipres, briket dikeringkan lalu dipotong dan siap dipakai,” terang Daffa.

Produk Bernilai dari Kotoran Ayam

inovasi kkn umsida 2026 3

Inovasi selanjutnya dihasilkan kelompok 9 KKN T Umsida di Desa Jenggot, Sidoarjo yang mengembangkan inovasi berupa Conveyor Engkol Manual Pengolah Kotoran Ayam. 

Mendapat juara 2 kategori TTG KKN Umsida 2026, inovasi tersebut menjadi bagian dari program pemanfaatan limbah kotoran ayam untuk pupuk organik.

Andriano Deratrio selaku Koordinator Desa mengatakan bahwa gagasan tersebut muncul setelah mahasiswa melihat pengelolaan kotoran ayam di peternakan BUMDes Desa Jenggot. 

Sebelumnya, kotoran hanya disemprot dan dibuang sehingga belum memiliki nilai ekonomi.

Lalu tim KKN merancang conveyor sederhana dengan sistem engkol manual. 

Alat tersebut menggunakan rol di bagian depan dan belakang serta waring yang dapat digerakkan menggunakan engkol untuk mengarahkan kotoran ke satu titik sehingga lebih mudah dikumpulkan.

“Jadi kotorannya itu narik ke pojok semua. Ke pojok nanti terkumpul di pojok, jadi enak tinggal ngangkut,” terang Andriano.

Lihat juga: Olah Sampah Organik, KKN P 3 Umsida Ubah Galon Bekas Menjadi Komposter

Setelah dikumpulkan, kotoran tersebut dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk dan biogas.

 Selain itu, mahasiswa juga memberikan pembelajaran kepada masyarakat agar alat sederhana tersebut dapat digunakan dan dikembangkan secara mandiri.

Penghargaan yang diberikan dalam penutupan KKN Umsida 2026 merupakan bentuk apresiasi terhadap inovasi yang telah dikembangkan selama berada di desa.(Dhona)

Berita Terkini

pentingnya menjaga ijazah (4)
Dirjen Kemdiktisaintek: Ijazah Itu Surat Tugas!
October 24, 2026By
wisudawan umsida
Umsida Kukuhkan 1.117 Wisudawan Berdaya Saing Global
October 24, 2026By
renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By
hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By

Opini

pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By
ilmu jadi amanah (6)
Ketika Ilmu Menjadi Sebuah Amanah
October 23, 2026By
kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By