Umsida.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dalam ajang Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open 14th Championship 2026.
Digelar pada 04–05 April 2026 di GOR Lembah UGM, Yogyakarta, kejuaraan tingkat internasional tersebut Tapak Suci Umsida berhasil membawa pulang total 14 medali emas dan 8 medali perak.
Lihat juga: Tapak Suci Umsida Raih Juara Umum 1 di Unesa Pencak Silat Challenge 2025
Target Juara Umum Jadi Motivasi
Ketua Umum Tapak Suci Umsida, Zain Zidan Amir, menyampaikan bahwa keikutsertaan tim dalam ajang ini bukan sekadar partisipasi, melainkan bagian dari target besar untuk meraih prestasi tertinggi.
“Event Paku Bumi Open ini merupakan ajang yang sangat bergengsi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hampir setiap tahun Tapak Suci Umsida selalu mengikuti kejuaraan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tim sebenarnya menargetkan juara umum dalam kompetisi tersebut.
Meski hasil akhir belum sepenuhnya sesuai target, capaian 14 emas dan 8 perak tetap menjadi hasil yang patut diapresiasi.
“Target kami tentu yang terbaik, yakni juara umum. Namun, hasil yang belum sesuai target bukan menjadi masalah, melainkan bahan evaluasi agar ke depan bisa lebih baik,” tambahnya.
Menurutnya, proses menuju kompetisi ini telah melalui koordinasi panjang antara pengurus, pembina, hingga pihak universitas.
Tidak hanya itu, dukungan dari bidang kemahasiswaan juga menjadi faktor penting dalam keberangkatan tim.
Ramadan Jadi Tantangan dan Manajemen Atlet Jadi Evaluasi
Di balik keberhasilan tersebut, Zain juga mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi selama proses persiapan, terutama terkait efektivitas latihan yang bertepatan dengan bulan Ramadan.
“Tantangan terbesar kami adalah jadwal latihan yang kurang efektif karena masa libur perkuliahan dan bulan Ramadan. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti berlatih,” jelasnya.
Meski demikian, semangat para atlet tetap tinggi.
Antusiasme terlihat dari banyaknya atlet yang mengikuti seleksi dan konsisten menjalani latihan hingga menjelang kompetisi.
Ke depan, ia menekankan pentingnya peningkatan pada aspek manajemen atlet.
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh latihan fisik dan teknik, tetapi juga oleh pengelolaan waktu, pola makan, dan istirahat.
“Atlet itu tidak hanya butuh latihan, tapi juga manajemen diri yang baik. Karena kami juga mahasiswa, tantangannya adalah membagi waktu antara kuliah dan latihan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa ke depan, jadwal latihan akan dibuat lebih terstruktur agar persiapan bisa berjalan lebih optimal, terutama jika berhadapan dengan event besar.
Prestasi Umsida di Paku Bumi Open 2026, Mental Jadi Kunci Kemenangan

Salah satu atlet yang turut menyumbang medali emas adalah Farras Pradana Khoirunnajib, mahasiswa Teknik Mesin Umsida yang berhasil meraih juara 1 kategori dewasa putra kelas E.
Farras mengungkapkan bahwa pencapaiannya tidak lepas dari proses panjang yang dimulai dari seleksi internal hingga latihan intensif.
“Saya mengikuti kompetisi ini dari seleksi yang diadakan Tapak Suci. Persiapannya banyak, mulai dari lari pagi hingga latihan fisik dan teknik,” ujarnya.
Ia juga merasakan perbedaan signifikan antara kompetisi ini dengan ajang sebelumnya.
Jika sebelumnya lebih banyak di tingkat nasional, Paku Bumi Open menghadirkan persaingan yang lebih luas karena melibatkan atlet internasional.
“Tantangan terbesar saat bertanding itu dari mental. Awalnya sempat grogi karena melihat lawan yang terlihat lebih besar, tapi alhamdulillah bisa saya lewati,” ungkapnya.
Bagi Farras, pengalaman ini menjadi langkah awal untuk target yang lebih besar ke depan. Ia berharap bisa terus berkembang hingga mampu menembus kejuaraan yang lebih tinggi.
“Target ke depan ingin bisa sampai ke kejuaraan dunia. Insyaallah dengan latihan dan dukungan orang tua, itu bisa tercapai,” katanya.
Tapak Suci Umsida Siap Lanjut ke Kompetisi Muhammadiyah
Keberhasilan di Paku Bumi Open 2026 tidak membuat Tapak Suci Umsida berpuas diri.
Zain menegaskan bahwa tim akan terus melakukan pembenahan dan persiapan untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Salah satu agenda yang direncanakan adalah mengikuti ajang 1st Games Muhammadiyah tingkat nasional, yang mempertemukan atlet dari seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia.
“Ke depan kami akan mempersiapkan tim lebih baik lagi agar bisa mengikuti event-event selanjutnya dengan hasil yang lebih maksimal,” ujarnya.
Lihat juga: Kurang dari 3 Bulan, Mahasiswa Ini Berhasil raih 8 Penghargaan
Ia juga memberikan pesan kepada seluruh atlet agar tidak cepat puas dengan pencapaian yang telah diraih, sekaligus memotivasi atlet lain yang belum meraih juara.(Romadhona)



















