Umsida.ac.id – Tim Pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Abdimas Umsida) menggelar pelatihan Branding dan Keamanan Pangan bagi UMKM Babakaran Raos pada Selasa, (20/1/2026).
Kegiatan ini bertempat di Kaliampo RT 03 RW 01, Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Lihat juga: Kolaborasi Pusat Studi Umsida dan ‘Aisyiyah Krembung Dorong Kesadaran Kesehatan Warga Desa
Abdimas ini merupakan hasil hibah RisetMu yang didapatkan oleh Wiwit Hariyanto SE MSi dan Lukman Hudi STP MMT.
Pelatihan ini diikuti oleh lima peserta yang terdiri dari pemilik dan pengelola UMKM Babakaran Raos.
Fokus pada Branding UMKM dan Keamanan Pangan

Para peserta mendapatkan dua bidang pelatihan, yaitu branding usaha dan keamanan pangan, yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperluas pangsa pasar produk kuliner.
Materi keamanan pangan disampaikan oleh Lukman Hudi STP MMT yang merupakan dosen Prodi Teknologi Pangan sekaligus pengusaha tambak.
Dalam pemaparannya, Lukman Hudi menekankan pentingnya penerapan prinsip keamanan pangan dalam setiap tahapan pengolahan produk perikanan dan kuliner, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penggunaan peralatan, hingga penyimpanan dan penyajian produk kepada konsumen.
Ia juga menjelaskan bahwa keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menjadi faktor penentu kepercayaan konsumen dan keberlanjutan usaha.
“Produk yang aman, higienis, dan konsisten kualitasnya akan lebih mudah diterima pasar serta memiliki peluang lebih besar untuk berkembang,” ujarnya.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai potensi risiko kontaminasi pangan serta langkah-langkah pencegahannya dalam praktik usaha sehari-hari.
Materi selanjutnya membahas tentang branding UMKM yang disampaikan oleh Wiwit Hariyanto SE MSi.
Ia menjelaskan pentingnya membangun identitas merek yang kuat dan konsisten.
Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar branding, penentuan target pasar, penciptaan nilai unik produk, serta strategi komunikasi pemasaran yang efektif, khususnya melalui media digital dan media sosial.
“Branding bukan sekadar logo atau nama usaha, tetapi mencerminkan citra, kualitas, dan kepercayaan yang ingin dibangun di benak konsumen,” jelas dosen Prodi Akuntansi itu.
Dengan branding yang tepat, tambahnya, UMKM akan mampu meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, serta menciptakan loyalitas pelanggan.
Komitmen Umsida Kembangkan Ekonomi Lokal

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Prof Sigit Hermawan SE MSi.
Dalam sambutannya, Prof Sigit Hermawan menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan dan pengembangan UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan pelaku usaha agar ilmu pengetahuan dan hasil riset dapat diaplikasikan secara langsung untuk menjawab permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan yang berorientasi pada kualitas, inovasi, dan keberlanjutan usaha,” ujar Prof Sigit.
Menurutnya, UMKM perlu terus didorong agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar serta meningkatkan nilai tambah produknya.
“Saya harap pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya kualitas produk. Tidak hanya dari sisi rasa, tetapi juga dari aspek keamanan dan citra usaha,’ tuturnya.
Dengan demikian, tambah Prof Sigit, UMKM Babakaran Raos bisa meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat posisi usaha di tengah persaingan bisnis kuliner.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan serah terima bantuan peralatan berupa panci presto yang ditujukan untuk menunjang proses diversifikasi produk, khususnya pengembangan produk bandeng presto.
Lihat juga: Pelajar Muhammadiyah Jadi Kader Peningkatan Kemandirian Lingkungan dan Ekonomi Abdimas Umsida
Bantuan ini dapat membantu UMKM Babakaran Raos dalam memperluas variasi produk, meningkatkan nilai tambah, serta membuka peluang peningkatan pendapatan usaha.
Penulis: Romadhona S.



















