Trump dan Venezuela (Pexels)

Trump, Penangkapan Maduro, dan Kebangkitan Logika Imperialisme Ekonomi Baru

Umsida.ac.id – Dalam beberapa hari terakhir, dunia tercengang menyaksikan sebuah peristiwa yang tampak baru dalam sejarah hubungan internasional: Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan pemindahannya ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan pidana. 

Lihat juga: Banyak Kayu Gelondongan Terseret Banjir, Pakar Umsida: Perusahaan Harus Seimbangkan Ekonomi dan Ekologi

Trump sendiri mengumumkan keberhasilan strike tersebut dalam pidato publik, serta menyatakan bahwa AS akan “mengelola” Venezuela selama masa transisi dan sumber daya itu. (antaranews.com )

Peristiwa ini memicu reaksi global: ada yang memuji sebagai upaya menegakkan hukum terhadap keyakinan bahwa Maduro terlibat dalam narco-terrorism, tetapi juga banyak sekali yang mengecam sebagai pelanggaran kedaulatan, bahkan tindakan yang menyerupai invasi militer yang berpotensi memicu konflik regional. (kontan.co.id)

Namun di luar debat legalitas dan respons diplomatik, tindakan Trump ini harus dibaca melalui lensa teori imperialisme dan dependensi untuk memahami bagaimana pola lama kekuatan besar dalam ekonomi global kembali muncul — bukan hanya secara simbolis, tetapi dalam tindakan nyata yang berdampak global.

Imperialisme: Dari Kolonialisme Terbuka ke Dominasi Ekonomi Terselubung

Trump dan Venezuela (Dr Adji)

Kita tentu tidak lagi hidup di era kolonialisme klasik, di mana bangsa kuat secara terang-terangan menjajah wilayah bangsa lain. 

Namun teori imperialisme modern menunjukkan bahwa dominasi bisa dilakukan melalui alat ekonomi, politik, dan militer secara terintegrasi. 

Donald Trump sendiri tampak menggambarkan ini melalui langkah-langkahnya: dari blokade kapal tanker minyak Venezuela, penembakan dan serangan terhadap aset-aset negara itu, hingga operasi militer di dalam wilayahnya. (Infobanknews)

Teori klasik oleh J.A. Hobson dan Lenin menyatakan bahwa imperialis muncul ketika kapitalisme domestik membutuhkan ekspansi pasar dan sumber daya baru. 

Dalam konteks Venezuela, dominasi tidak terbatas pada tekanan tarif atau perang dagang: itu sudah berubah menjadi bentuk dominasi langsung atas pemerintahan, sumber daya minyak, dan kontrol politik. 

Trump bahkan mengumumkan rencana keterlibatan besar perusahaan-perusahaan big oil di Venezuela, memproyeksikan investasi miliaran dolar untuk menguasai kembali industri minyak negara itu — dan ini bukan sekadar bisnis, tetapi pengendalian sumber daya strategis yang memberi pengaruh ekonomi jangka panjang. (Barron’s)

Dependensi dan Ketimpangan dalam Tatanan Global

Teori dependensi menjelaskan bagaimana struktur ekonomi dunia memposisikan negara maju (core) dalam hubungan asimetris dengan negara berkembang (periphery), sehingga yang lemah tetap terjebak dalam posisi subordinat. 

Venezuela adalah contoh klasik: negara yang kaya minyak tetapi terperangkap dalam struktur ekonomi yang sejak lama dipengaruhi oleh kekuatan luar, terutama pasar dan perusahaan-perusahaan Barat. (Wikipedia)

Operasi Trump memperdalam pola ketergantungan ini: alih-alih memberi ruang bagi Venezuela menentukan nasib sendiri, pengambilalihan politik dan kemungkinan kontrol atas minyak oleh perusahaan-perusahaan besar Amerika telah membuka peluang bagi dominasi struktural baru. Bahkan meskipun Trump menghadirkan narasi “penegakan hukum” terhadap Maduro, tindakan ini — jika dilihat dari dinamika global — mengokohkan ketergantungan ekonomi Venezuela pada AS dan aliansinya, dalam bentuk yang jauh lebih nyata dan langsung daripada sekadar perdagangan atau sanksi. (Antara News)

Nasionalisme dan Imperialisme dalam Balutan Retorika Trump

Trump membingkai operasi ini sebagai bagian dari kampanye keras terhadap narkotrafik dan penegakan hukum internasional, tetapi itu juga bertepatan dengan kebijakan ekonomi luar negeri yang kuat untuk mengamankan sumber daya vital. 

Ini mencerminkan logika lama imperialisme yang dibungkus dengan retorika baru: nasionalisme ekonomi, keamanan, dan hukum internasional.

Tetapi logika yang sama — bahwa negara kuat “memiliki hak” untuk bertindak sepihak demi kepentingannya — adalah inti dari imperialisme klasik yang selama berabad-abad menempatkan negara berkembang dalam posisi subordinat dan bergantung.

Pelajaran Bagi Dunia Berkembang

Penyingkapan kebijakan Trump terhadap Venezuela membuka kembali diskusi penting: apakah negara-negara berkembang benar-benar berdaulat dalam sistem global yang semakin timpang?.

Penangkapan Maduro bukan hanya peristiwa geopolitik semata, tetapi refleksi struktur kekuatan ekonomi global yang belum berubah secara fundamental meskipun tampil dalam balutan kebijakan modern.

Bagi negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, peristiwa ini harus menjadi peringatan: dominasi bisa saja tampil dalam bentuk baru — dengan operasi militer, tekanan ekonomi, atau bahkan narasi hukum — tetapi tetap bermuatan imperialistik dalam praktiknya. 

Lihat juga: Pakta Pertahanan Saudi-Pakistan Disebut Sebagai “Game Changer” Geopolitik Global

Tantangan masa depan adalah membangun struktur global yang tidak hanya berlandaskan hukum dan moralitas, tetapi juga keseimbangan kekuatan ekonomi yang adil, sehingga ketergantungan struktural yang telah lama mengakar dapat diatasi.

Penulis: Kumara Adji Kusuma

Berita Terkini

program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By
hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By
bramasgana terjun ke gempa ntt
Laporan Terkini Bramasgana Umsida dari Lokasi Gempa NTT
October 12, 2026By
pkmu 2026
PKMU 2026-2027 Dimulai, Usung Konsep Baru
October 11, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab
Pesan Rektor untuk 38 Lulusan Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida
October 8, 2026By
Haflu Takharruj Ma’had Umar bin Al-Khattab (5)
Haflu Takharruj ke-38, Ma’had Umar bin Al-Khattab Umsida Luluskan 38 Mahasiswa
October 8, 2026By

Riset & Inovasi

sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By
PLP 2 kenalkan lingkungan 1
PLP 2 Umsida Tumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan pada Siswa Lewat Green School
October 13, 2026By
market day plp 2 (3)
Market Day SD Khazanah Ilmu, PLP 2 Umsida Dukung Semangat Kewirausahaan Siswa
October 13, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By