Umsida.ac.id – Unit Kegiatan Mahasiswa Kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UKM KWU Umsida) sukses menyelenggarakan lomba Digital Vlog Competition 2026 pada Sabtu, (14/02/2026) di Kampus 2 Umsida.
Lihat juga: Greennovation Business Plan Competition 2026, Cara KWU Umsida Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kompetisi ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dengan mengusung tema Building a Strong and Attractive Product Image Through Storytelling-Based Promotional Video Concepts.
Kegiatan tersebut menjadi terobosan baru karena menghadirkan konsep lomba vlog promosi berbasis storytelling yang belum pernah diadakan sebelumnya di lingkungan UKM Kewirausahaan.
UKM Kewirausahaan Bukan Wadah untuk Pelajar se-Jatim

Digital Vlog Competition 2026 dirancang sebagai ajang pengembangan ide, kreativitas, serta kemampuan komunikasi digital melalui media video bagi generasi muda tingkat Jawa Timur.
Kompetisi ini terbuka bagi pelajar SMA/SMK sederajat, mahasiswa, serta masyarakat umum yang tergabung dalam tim, dengan fokus pada bidang kewirausahaan, industri kreatif, dan pemasaran digital.
Berbeda dari lomba video kreatif pada umumnya, kompetisi ini memberikan tantangan khusus kepada peserta untuk memvisualisasikan produk secara menarik, inovatif, dan memiliki alur cerita yang kuat sehingga mampu membangun citra produk secara efektif.
Rangkaian kegiatan dimulai dari pendaftaran pada 23 Januari hingga 7 Februari 2026 dalam tiga gelombang, kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang pada Sabtu, (14/02/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana baru yang menarik dalam memperkenalkan dunia kewirausahaan, khususnya di lingkungan Umsida, sekaligus mengasah kreativitas dan kemampuan komunikasi visual para peserta.
“Perlombaan ini diadakan untuk mengasah bakat dan minat siswa maupun mahasiswa, khususnya di bidang kewirausahaan,” ujar ketua umum UKM KWU Umsida, Muhammad Firsa Alfarisi.
Antusias Peserta yang Kompetitif

Antusiasme peserta terlihat dari karya video yang masuk, terdiri dari dua tim kategori mahasiswa dan satu tim kategori pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Setelah melalui tahap seleksi internal, panitia menetapkan tiga tim tersebut sebagai finalis.
Ide dan kreativitas para finalis dinilai oleh dewan juri yang kompeten di bidangnya.
Mereka memberikan pertanyaan pendalaman terkait tujuan, konsep, serta mekanisme penyusunan video. Penilaian mencakup aspek inovasi, kelayakan bisnis, dampak sosial dan lingkungan, serta keberlanjutan ide yang ditawarkan.
Para finalis menunjukkan antusiasme tinggi saat mempresentasikan ide bisnis mereka.
Dewan juri juga aktif memberikan kritik dan saran konstruktif untuk menyempurnakan konsep yang dipaparkan.
Meski program kerja telah berjalan dengan baik, Firsa mengakui masih terdapat beberapa tantangan teknis selama pelaksanaan.
“Panitia sudah berupaya mencapai target peserta melalui penyebaran pamflet secara online dan offline,” terang Firsa.
Lihat juga: Workshop Creativepreneurship UKM Kewirausahaan Umsida, Beri Ide Segar Usaha
Ia juga berharap program ini dapat terus berlanjut, berkembang lebih luas, dan memberikan dampak yang lebih besar di masa mendatang.(Novia)



















