Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memberikan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan (tendik) dengan masa pengabdian puluhan tahun dalam rangkaian Milad ke-37 Umsida, yang digelar pada Senin, (9/2/2026).
Lihat juga: Bentuk Apresiasi Pengabdian, Umsida Berangkatkan 6 Pegawai untuk Umroh
Penghargaan ini adalah apresiasi Umsida atas dedikasi dan loyalitas sivitas akademika yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun bagi dosen serta lebih dari 25 tahun bagi tenaga kependidikan.
Momentum ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan panjang Umsida yang terus berkembang dan berdampak, sebagaimana tema Milad ke-37 tahun ini.
Pengabdian Sejak Masa Perintisan Umsida

Pada kategori dosen dengan masa pengabdian lebih dari 30 tahun, sejumlah nama menerima penghargaan secara langsung di hadapan sivitas akademika.
Mereka adalah Sri Mukhodim Faridah Hanum SST MM Mkes, Agus Salim SPd Mpsi, Dr Dra Istikomah Mag, Dra Lilik Indayani MM, Ir Dwi Hadidjaja Rasjid Saputra MT, Drs Budi Haryanto MPd, Ir Sumarno MM, Ir A Miftakhurrohmat MP, Ainur Rochmania S Sos MSi, dan Drs Muadz MAg.
Salah satu penerima penghargaan yakni Drs Muadz MAg.
Ia telah mengabdi sejak akhir tahun 1988, bahkan sebelum Umsida resmi berdiri sebagai universitas.
Saat itu, Umsida masih berupa sekolah tinggi di bawah Kementerian Agama.
Ia mengenang awal bergabungnya yang terbilang spontan.
Setelah menyelesaikan bimbingan skripsi, ia diminta datang ke Sidoarjo dan langsung diajak bergabung membantu perkuliahan.
“Saya awalnya bukan langsung mengajar, tapi bergabung. Artinya seluruh tenaga dan pikiran dicurahkan untuk membantu berdirinya kampus ini,” tuturnya.
Drs Muadz bahkan rela pulang-pergi Surabaya-Sidoarjo setiap hari demi memenuhi tanggung jawabnya.
Baginya, penghargaan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi motivasi bagi seluruh civitas akademika.
“Penghargaan ini tentu menjadi motivasi. Tapi sebetulnya ini untuk seluruh warga Umsida yang sudah ikut berkontribusi,” ujar Direktur Direktorat Al Islam dan Kemuhammadiyahan Umsida itu.
Lantas ia membagikan momen yang paling membekas dalam ingatannya, yakni ketika ujian tetap harus berlangsung meski listrik padam.
Kala itu Drs Muadz menggantikan dosen yang seharusnya mendampingi ujian.
Oleh karenanya, ia menjaga sekitar 3 kelas namun di tengah ujian, listrik padam.
Demi menjaga kelancaran, ia membeli lilin dan menyalakannya di setiap kelas.
“Jadi saya taruh lilin di beberapa sudut agar mahasiswa tetap menjalankan ujiannya. Apapun keadaannya, tidak boleh gagal. Ujian harus tetap berjalan,” kenangnya.
Menurutnya, semangat pantang menyerah dan rasa memiliki itulah yang menjadi kekuatan Umsida hingga mampu bertahan dan berkembang sampai usia 37 tahun.
Menjadi saksi perkembangan Umsida, Drs Muadz berharap agar warga Umsida bisa lebih guyub dan mampu menyelesaikan konflik dengan kepala dingin.
“Konflik itu bisa menghambat kemajuan institusi, apalagi konflik internal. Jadi tetaplah ikhlas dan guyub saat menjalankan tugas,” tandasnya.
Penghargaan untuk Tendik dengan Pengabdian Lebih dari 25 Tahun

Selain dosen, penghargaan juga diberikan kepada tenaga kependidikan dengan masa pengabdian lebih dari 25 tahun.
Mereka adalah Moch Zaki Gufron S Sos, Abdul Kosim, Ani Winarisih SE, dan Diah Yuniarsih.
Salah satunya yakni Ani Winarsih, yang telah bekerja selama 26 tahun 9 bulan dan kini bertugas di Direktorat Keuangan bagian pelaporan.
“Maknanya ya kerja keras kita selama ini dihargai. Alhamdulillah sampai masa kerja 26 tahun ini,” tuturnya.
Ani memulai karir dari Akademi Kebidanan Muhammadiyah Siti Khodijah Sepanjang sebelum akhirnya merger dengan Umsida pada 2014.
Ia memilih Umsida lantaran rasa syukurnya bisa bertemu rekan kerja dan lingkungan yang saling mendukung.
“Kalau mau bertahan ya kita syukuri saja. Kerja sama antar karyawan di sini baik, saling menghormati,” katanya.
Hal serupa disampaikan Diah Yuniarsih, yang telah mengabdi sekitar 25 tahun 1 bulan di Direktorat Keuangan di bagian pencairan dana.
Ia merasa bangga bisa tumbuh bersama Umsida sejak masih menjadi staf perpustakaan Umsida hingga sekarang melihat Umsida berkembang pesat.
“Dari Umsida ini kehidupan sosial saya banyak berubah. Perkembangannya luar biasa sekali dibanding awal dulu,” ungkapnya.
Sementara itu, Ani dan Diah berharap perkembangan Umsida juga sejalan dengan peningkatan kesejahteraan pegawai.
Lihat juga: Peneliti, Inovator, dan Pusat Studi Terbaik dapat Penghargaan dari Umsida
“Harapannya Umsida semakin maju, mahasiswa terus bertambah, dan kesejahteraan pegawai juga meningkat,” ujar Yuni.(Romadhona)



















