• Alumni
  • Alumni

Umsida Gelar Seminar Internasional Penanganan Efek Covid-19 dan Kesejahteraan Masyarakat

umsida.ac.id – Direktorat riset pengabdian pada masyarakat (DRPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melaksanakan Seminar Internasional 2nd International Conference On Intellectuals Global Responsibility (ICIGR) 2020 di kampus 1 Sidowayah, Rabu (11/11).

Acara yang dilakukan secara online ini mengusung tema “Science For Handling The Effect of Covid-19, Facing The New normal, and Improving Public Welfare”. Seminar internasional yang dihadiri panelis dari lima negara berasal dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Prof Madya Fauziah Abdur Rahim (University Utara Malaysia),Malaysia; Prof Sema Guine Dilna EdD (Cotabato City State Polytechnic College), Filipina; Pensri Jaroenwanit Ph D (Khon Kaen University),Thailand; Prof Dr Gunawan Suryoputro M Hum (Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA),Indonesia; Dr Totok Wahyu Abadi M Si (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo),Indonesia.

Direktur DRPM Dr.Sigit Hermawan S E M Si sekaligus ketua panitia ICIGR menjelaskan jika paper peserta akan terpublikasi melalui proses review dari tim publikasi DRPM, “Pada tahun ini kita mengumpulkan 150 paper yang akan dipublikasikan dalam proceeding melalui proses ISSN, google scholar dan Jurnal Internasional yang diindeks oleh Scopus / Web of Science dengan biaya tambahan,” ujarnya. Peserta 2nd ICIGR 2020 berasal dari perguruan tinggi Malaysia, Filipina, Uzbekistan, Thailand dan beberapa universitas di Indonesia yang telah mengirimkan paper dengan bidang multidsiplinary seperti Universitas Muhammadiyah malang, Universitas Airlannga, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Uhamka, Unsyiah, Universitas muhammadiyah Surakarta, UnRI, dari internal Universitas Malikussaleh dan lainnya.

Ditemui di sela-sela pelaksanaan seminar, Dr Hana Catur Wahyuni MT, wakil rektor 1 bidang akademik umsida mengatakan walaupun acara dilakukan secara online karena adanya pandemi Covid-19, pihak panitia tetap memastikan semuanya berjalan dengan lancar, “Seminar ini bisa menjadi jembatan bagi para cendekiawan muda untuk mempublikasikan penelitiannya menjadi proceeding atau jurnal yang terindeks, proses review paper berlangsung dengan komentar reviewer dan cek plagiarsm, hanya paper yang memiliki tingkat plagiarism dibawah 20% yang di terima pada 2nd ICGIR 2020 2019 ini,” jelasnya.

Ia berharap acara ini bisa menjadi tempat bagi para akademisi, peneliti, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya untuk berbagi gagasan mereka di bidang komputer, sains, teknik, teknologi, ekonomi, kesehatan, ilmu sosial, humaniora dan pendidikan sehingga nanti bisa memberikan kontribusi dalam penanganan efek Covid-19, menghadapi kebiasaan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

*Etik Siswati Ningrum

Leave a Reply