Umsida.ac.id – Rangkaian Pendidikan Karakter Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PKMU Umsida) ditutup dengan kegiatan Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa), sebuah kegiatan bermalam untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan penguatan kampus islami.
Lihat juga: BQ dan Ibadah Jadi Kunci Pembentukan Karakter Islami Mahasiswa Umsida
Kegiatan ini berlangsung di pekan ketiga pelaksanaan PKMU yang mewajibkan mahasiswa untuk bermalam di kampus 1 Umsida di akhir pekan (Sabtu dan Ahad).
Hal ini sekaligus menjadi menutup rangkaian PKMU setelah dua pekan sebelumnya melaksanakan materi dari dosen dan bimbingan fasilitator.
Penguatan Ibadah dan Halaqah Mahasiswa

Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu sore dengan halaqah bersama.
Halaqah menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai keislaman mahasiswa melalui diskusi dan pendampingan langsung oleh fasilitator.
Usai halaqah, kegiatan dilanjutkan dengan Ishoma.
Setelah itulah acara inti PKMU pekan 3 ini dimulai. Di sesi ini, para mahasiswa melaksanakan posttest Baca Al Quran (BQ) dan Ibadah yang dipandu oleh dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur pemahaman mahasiswa terkait materi ibadah yang telah dipelajari.
“Jika mahasiswa belum dinyatakan lulus, mereka akan diarahkan untuk mengikuti bimbingan lanjutan BQ Umsida,” terang salah satu koordinator PKMU, Banna Nidham Ulhaq.
Sosialisasi Kampus Islami dan Penguatan Akhlak

Masih di hari yang sama setelah posttest, mahasiswa mengikuti sosialisasi Kampus Islami yang dirangkai dengan presentasi tugas video asesmen akhlak yang menjadi tugas di pekan sebelumnya.
Sesi ini menjadi ruang evaluasi dan refleksi dari penerapan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan mahasiswa sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.
Melalui presentasi tugas video, mahasiswa diajak untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menginternalisasi nilai akhlak dalam praktik.
Setelah sesi presentasi, para mahasiswa mendapat materi dari dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan terkait pembentukan lingkungan kampus Islami.
Salah satunya yang disampaikan oleh Fatmawanti Patta SPdI MPdI.
Dalam materinya, Fatma mengatakan bahwa kampus Islami tidak cukup dimaknai sebagai identitas lembaga, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari mahasiswa.
“Kampus Islami itu bukan hanya label, tetapi pembiasaan. Bagaimana mahasiswa berperilaku, berinteraksi, dan menjalankan aktivitasnya sesuai nilai-nilai Islam,” jelasnya.
Menjelang malam, kegiatan dilanjutkan dengan Fathul Qulub yang dipandu fasilitator.
Kegiatan ini menjadi sarana penyucian hati dan penguatan spiritual sebelum mahasiswa memasuki waktu istirahat.
Qiyamul Lail dan Penutup Kegiatan
Pada Ahad dini hari, para mahasiswa dibangunkan untuk mengikuti Qiyamul Lail pada pukul di Masjid An Nur.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan shalat Subuh berjamaah dan kultum yang berlangsung hingga pukul 05.00 WIB.
Lihat juga: Mahasiswa Umsida Dicamkan Nilai Aqidah dan Akhlak Sejak Awal Perkuliahan
Seluruh kegiatan berjalan dengan tertib dan khidmat yang menjadi komitmen Umsida dalam membentuk mahasiswa yang unggul secara akademik sekaligus kokoh secara spiritual dan berakhlak mulia.
Penulis: Romadhona S.



















