Wujud Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Umsida Lakukan Ini Untuk Masyarakat Lamongan

Penulis : umsidaj4y4 August 16, 2019 / Berita

Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali berikan kontribusi terbaiknya. Bertajuk Desa Ardirejo sosiopreneur B-Craft sebagai promotor Desa mandiri ekonomi dan ramah pendidikan inklusif, misi gerakan yang dilakukan oleh tim dosen Umsida ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam sisi pengabdian kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan dengan memaksimalkan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang dimiliki oleh Kemenristekdikti. Suprasetio Utomo pemateri dalam kegiatan tersebut menambahkan, ” Dari kegiatan ini nantinya diharapkan akan tumbuh sebuah pilot project desa mandiri ekonomi di kabupaten Lamongan yang diawali dari desa Ardirejo berbasis sosiopreneur B-craft,” ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan dengan melakukan sosialisasi kegiatan dan pelatihan yang diikuti oleh wali murid dari KB & TK Fascho. Hal ini dikarenakan saat menunggu anak anak sekolah, para wali murid tidak ada kegiatan yang dapat mereka lakukan. Padahal dengan selang waktu yang cukup panjang, ada karya atau produk yang bisa dihasilkan dan memiliki nilai jual. Oleh Karena itu, tim dosen Umsida yang terdiri dari Fajar Muharram, S.Sos., M.IP (ketua), Nisak Aulina, M.Pd (anggota), dam Joko Susilo, M.Hum (anggota), memberikan dorongan motivasi dalam melakukan kegiatan pelatihan pengelolaan daun pandan dan gebang. Keduanya tidak hanya bisa digunakan untuk anyaman tikar, dengan sedikit variasi dan bermodalkan kreativitas kedua bahan tersebut nantinya mampu menghasilkan nilai jual yang tinggi namun tetap tidak membutuhkan bahan dan waktu yang banyak.
Pelatihan tersebut dilaksanakan di pelataran KB & TK Fascho setidaknya diikuti sekitar 40 wali murid, yang tampak bersemangat untuk mengubah sesuatu yang telah di lakukan secara turun menurun (pembuatan anyaman tikar), menjadi produk B-craft yang memiliki sisi estetika dan nilai jual yang tinggi. Sri Utami Kepala yayasan sekolah tersebut mengatakan, “Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh tim dosen Umsida. Semoga nantinya akan tumbuh gerakan sosiopreneur bagi masyarakat desa Ardirejo khususnya, lebih-lebih mampu menjadikan icon bagi Kabupaten Lamongan,” pungkasnya menutup wawancara dengan tim Umsida Press. (Real)

Related Post