rocket stove galengdowo

Buat Rocket Stove dan Kompor Jet, KKN Umsida Olah Sampah dengan Sederhana

Umsida.ac.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN P) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa rocket stove sebagai alternatif pengelolaan sampah yang lebih tertata.

Program tersebut dilakukan oleh 3 tim KKN yakni kelompok 63 di Desa Cengkok, kelompok 13 di Desa Capang, dan kelompok 32 di Desa Galengdowo. 

Lihat juga: Dapat Respon Positif, 2 Tim KKN T Ini Buat Rocket Stove di Beberapa Titik

Sarana Edukasi Masyarakat

rocket stove cengkok

Permasalahan pembakaran sampah terbuka menjadi latar belakang utama mahasiswa KKN Umsida menghadirkan rocket stove di berbagai desa.

Di Desa Cengkok, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, mahasiswa KKN P Kelompok 63 membangun rocket stove sebagai fasilitas pengelolaan sampah di lingkungan desa. 

Program tersebut dilaksanakan setelah mahasiswa melihat masih adanya kebiasaan pembuangan dan pembakaran sampah secara terbuka.

“Ini bisa jadi solusi atas permasalahan pembuangan dan pembakaran sampah terbuka di Desa Cengkok,”  ujar Jerry Akuarido, Ketua KKN P 63 Umsida.

Selain lebih ramah lingkungan karena menekan jumlah asap, imbuhnya, inovasi ini juga menjadi sarana mengedukasi masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih tertib dan terarah.

Pembangunan rocket stove dilakukan secara gotong royong bersama perangkat desa dan warga.

Bertempat di belakang Balai Desa Cengkok, rocket stove diresmikan pada Ahad, (23/8).

Gatot selaku tukang Kebun menyatakan kesediaannya untuk membantu menjaga dan mengelola fasilitas tersebut setelah mahasiswa KKN selesai menjalankan program.

“Nanti saya ikut membantu menjaga dan mengelola rocket stove ini. Semoga bisa terus digunakan dan bermanfaat untuk warga sekitar,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Cengkok, Darmaji, berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Kami mendukung adanya program ini. Semoga rocket stove bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan dapat membantu mengurangi kebiasaan membakar sampah sembarangan,” ujarnya.

Rocket Stove, Alat Olah Sampah Minim Asap

rocket stove capang

Sementara itu, mahasiswa KKN P 13 Umsida menghadirkan rocket stove di Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. 

Program tersebut berawal dari kondisi masih ditemukannya masyarakat yang membuang sampah ke sungai maupun membakar sampah rumah tangga secara langsung.

Lihat Juga :  Inovasi Pengolahan Sampah Tanpa Asap Dosen Umsida Masuk Top Ten KISI 2025

Pembangunan rocket stove juga dilakukan bersama masyarakat setempat pada Selasa, (25/8).

Ketua RW 10, Wahyudi,  turut membantu proses pembuatan fasilitas tersebut.

“Untuk pembuatannya tidak usah menyewa tukang, nanti biar saya bantu,” ujarnya.

Pembuatan rocket stove menggunakan bata ringan sebagai material utama yang diperkuat dengan semen, perekat, serta rangka besi. 

Setelah pembangunan selesai, mahasiswa melakukan uji coba untuk memastikan alat dapat digunakan sesuai fungsinya.

Hal serupa dilakukan mahasiswa KKN P 32 Umsida di Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. 

Sama dengan kasus di Desa Capang, warga desa ini masih sering melakukan pembakaran sampah di halaman rumah maupun Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Ketua KKN P 32 Umsida, Nur Hisyam Ramadhani, menjelaskan bahwa pembakaran sampah terbuka dapat menghasilkan asap yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan.

“Kami ingin menghadirkan solusi sederhana namun bermanfaat untuk mengurangi polusi akibat sampah dengan asap yang lebih minim,” ujarnya.

Buat Kompor Jet berbahan Bakar Oli Bekas

rocket stove galengdowo

Pembuatan rocket stove diawali dengan desain menggunakan perangkat lunak AutoCAD. 

Setelah rampung, mahasiswa melakukan sosialisasi dan demonstrasi penggunaan rocket stove kepada pengurus TPS desa pada Rabu, (26/8).

Mahasiswa juga mengembangkan kompor jet berbahan bakar oli bekas sebagai inovasi tambahan.

Setelah desain dan bahan siap, proses produksi dilakukan melalui kerja sama dengan bengkel las dan memerlukan waktu sekitar empat hingga lima hari hingga kompor siap digunakan.

Pada tahap pengujian, kompor jet dioperasikan menggunakan oli bekas dengan bantuan kertas sebagai pemicu api. 

Lihat juga: Olah Sampah Organik dan Tingkatkan Resapan Air, KKN P 31 Buat Biopori

Sistem kerja kompor memanfaatkan tekanan uap air untuk membantu meningkatkan intensitas pembakaran. 

Kompor jet dibuat menggunakan material stainless steel agar tahan terhadap suhu tinggi. 

Setelah melalui proses desain, produksi, dan evaluasi, alat tersebut berhasil digunakan dengan sistem pembakaran berbahan oli bekas.(Ajeng/Dina/Ridho)

Berita Terkini

pemeriksaan tumbuh kembang anak (3)
Perhatikan Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa Umsida Kunjungi TK ABA 1 Candi
November 4, 2026By
parenting guru dan ortu (3)
Perkuat Pola Parenting, FPSI Umsida Gandeng IGRA Sidoarjo
November 4, 2026By
um banjarmasin kunjunfi fkkg umsida (8)
Dari Kurikulum hingga Laboratorium, UM Banjarmasin Pelajari Pengelolaan FK Umsida
November 3, 2026By
umsida di job fair 2026 (2)
Hadir di Job Fair Sidoarjo 2026, Umsida Buka Layanan Kesehatan dan Konseling Gratis
November 3, 2026By
UKM Paduan Suara Umsida (2)
Sambut Kader Baru, UKM Paduan Suara Umsida Ajarkan Dasar-Dasar Musik
November 2, 2026By
kerja sama umsida dan ikapi
Umsida dan IKAPI Jatim Sinergikan Potensi Akademik dan Penerbitan
October 30, 2026By
pkmu 2026
Tak Seseram yang Dibayangkan, Ini Cerita Mahasiswa Umsida Ikuti PKMU
October 30, 2026By
pelantikan bem dan dpm
Umsida Lantik BEM dan DPM 2026-2027, Siap Wujudkan Gerakan Progresif
October 29, 2026By

Riset & Inovasi

inovasi smartsea (4)
Ciptakan Smartsea, Mahasiswa Umsida Bantu Siswa Lancar Membaca
October 23, 2026By
media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By

Prestasi

wisudawan dari keluarga katolik yang taat (2)
Ketika Kakaknya Biarawati, Adiknya Jadi Wisudawan Berprestasi
October 26, 2026By
wisudawan terbaik umsida (5)
Wisudawan Terbaik Umsida Ungkap Kunci Raih IPK Tinggi dan Prestasi
October 25, 2026By
ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By

Opini

mimbar organisasi mahasiswa
Organisasi Mahasiswa Umsida Dapat Apresiasi dan Ruang Aspirasi Terbuka
October 29, 2026By
sistem tidak naik kelas (2)
Pakar Umsida Soal Kebijakan Tidak Naik Kelas: Rawan Putus Sekolah
October 28, 2026By
pendidikan muhammadiyah
Prof Syafiq: Pendidikan di Umsida Terus Bergerak dan Berdampak
October 28, 2026By
4 pilar pendidikan (7)
4 Pilar Pendidikan di Era Generasi Cemas
October 27, 2026By
pengalamana wisudawan Katolik lulus dari Umsida (9)
Dari Flores, Pengalaman Wisudawan Katolik Tuntaskan Kuliah dengan Beasiswa Penuh di Umsida
October 25, 2026By