Umsida.ac.id – Saat menjalankan puasa, umat Islam tidak mengkonsumsi minuman dan tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam.
Karena itu, menjaga keseimbangan cairan tubuh menjadi hal penting agar puasa tetap berjalan dengan nyaman dan tubuh tetap bugar.
Lihat juga: Gorengan Tiap Buka Puasa, Aman atau Tidak? Ini Penjelasan Ahli
Dosen kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Auliyaur Rabbani SKom MSc, menjelaskan bahwa kebutuhan cairan setiap orang sebenarnya tidak selalu sama.
Kondisi kesehatan, aktivitas, hingga faktor metabolisme dapat memengaruhi kebutuhan cairan selama puasa.
Kebutuhan Cairan Saat Puasa Tidak Sama untuk Semua Orang

Menurut Yahya, sapaannya, pola minum saat puasa seperti metode 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur) bisa menjadi panduan umum bagi kebanyakan orang.
Namun, tidak semua orang bisa menggunakan pola tersebut secara sama.
“Pola 2-4-2 adalah kaidah umum, tetapi kondisi kesehatan pribadi tetap menjadi pertimbangan khusus,” jelasnya.
Beberapa kelompok justru membutuhkan penyesuaian jumlah cairan, bahkan ada yang harus membatasi konsumsi air.
Kelompok dengan pembatasan cairan atau kebutuhan khusus antara lain:
- Penderita gagal ginjal
Kemampuan ginjal menyaring cairan sudah menurun. Minum terlalu banyak dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru.
- Penderita gagal jantung kongestif
Jantung tidak mampu memompa volume darah yang terlalu besar sehingga jumlah cairan harus dihitung secara ketat sesuai anjuran dokter.
- Ibu menyusui
Membutuhkan tambahan cairan sekitar 500–700 ml karena air merupakan komponen utama ASI.
- Pekerja fisik atau pekerja lapangan
Kehilangan banyak cairan melalui keringat sehingga membutuhkan hidrasi tambahan.
- Penderita batu ginjal
Memerlukan aliran cairan yang cukup untuk mencegah pembentukan kristal mineral di saluran kemih.
Karena itu, bagi seseorang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, ia menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum menjalani puasa.
Tanda Dehidrasi Berbahaya Saat Puasa
Dehidrasi ringan mungkin masih dapat diatasi dengan memperbaiki pola minum saat berbuka dan sahur.
Namun dalam kondisi tertentu, dehidrasi bisa menjadi berbahaya.
Yahya menjelaskan beberapa tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Tidak buang air kecil selama 8–12 jam atau urine berwarna sangat gelap seperti kopi
- Kram otot masif atau kejang
- Pusing atau gelap saat berdiri
- Hilang kesadaran atau pingsan
Jika kondisi tersebut terjadi, tubuh kemungkinan sudah mengalami kekurangan cairan yang serius dan perlu segera mendapatkan penanganan.
Minuman yang Baik dan yang Perlu Dihindari Saat Puasa

Selain jumlah cairan, jenis minuman yang dikonsumsi juga berpengaruh terhadap kondisi hidrasi tubuh.
Kaprodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan itu menjelaskan bahwa beberapa jenis minuman sebaiknya dibatasi karena dapat memperparah dehidrasi.
Minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi antara lain:
- Minuman berkafein tinggi seperti kopi dan teh pekat
- Minuman dengan gula berlebih seperti soda dan sirup
- Minuman berkarbonasi
- Minuman yang terlalu dingin atau es berlebihan
Sebaliknya, ada beberapa minuman yang lebih aman dan bermanfaat untuk menjaga hidrasi tubuh selama puasa, seperti:
- Air kelapa murni, yang berfungsi sebagai isotonik alami
- Susu, terutama saat sahur karena memberikan energi dan nutrisi tambahan
- Jus buah tanpa gula tambahan
- Infused water
Ia juga mengingatkan agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsi minuman manis saat berbuka.
“Organ dalam seperti lambung, hati, dan ginjal sedang dalam kondisi istirahat. Memberi beban gula tinggi secara mendadak seperti meminta seseorang yang baru bangun tidur langsung berlari maraton,” ujarnya.
Karena itu, ia menyarankan untuk memulai berbuka dengan air putih suhu ruang dan kurma, lalu memberi jeda sekitar 15–30 menit sebelum mengonsumsi minuman lain.
Lihat juga: Makna Pakaian dalam Islam yang Kini Banyak Disalah Artikan
Selain memperhatikan jenis minuman, menjaga hidrasi tubuh juga dapat dilakukan dengan beberapa cara sederhana, seperti:
- Mengikuti pola minum 2-4-2
- Mengonsumsi buah dan sayur yang tinggi kandungan air
- Mengurangi makanan yang terlalu asin
- Menghindari konsumsi kafein berlebihan
Dengan pengaturan cairan yang tepat, tubuh tetap dapat menjalani puasa dengan sehat dan terhindar dari risiko dehidrasi.(Romadhona)
Sumber: Auliyaur Rabbani SKom MSc



















