dehidrasi saat puasa (Pexels)

5 Tanda Tubuh Mengalami Dehidrasi, Dosen Umsida Berikan Solusinya

Umsida.ac.id – Saat Ramadan, umat Muslim menjalani puasa dengan tidak makan dan minum selama lebih dari 12 jam. 

Kondisi ini membuat tubuh harus beradaptasi, terutama dalam menjaga keseimbangan cairan. 

Jika tidak diatur dengan baik, tubuh bisa mengalami dehidrasi yang berdampak pada konsentrasi, energi, hingga suasana hati.

Lihat juga: Strategi Puasa Sehat yang Jarang Diketahui dari Sahur hingga Tarawih

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Fikes Umsida), Auliyaur Rabbani SKom MSc, menjelaskan bahwa dehidrasi saat puasa sebenarnya merupakan proses adaptasi alami tubuh. 

Namun, penting bagi setiap orang memahami tanda-tanda tubuh kekurangan cairan serta cara mengatur pola minum yang tepat.

Apa yang Terjadi pada Tubuh yang Dehidrasi?

Menurut dosen yang biasa disapa Yahya itu, dehidrasi saat puasa dapat dipahami sebagai fase adaptasi tubuh ketika tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu yang lama.

Ia menggambarkan kondisi ini sebagai semacam “hibernasi aktif”, di mana tubuhberpindah dari mode konsumsi ke mode konservasi dan pembersihan.

Beberapa efek yang umum terjadi ketika tubuh mulai mengalami dehidrasi antara lain:

  • Bibir/mulut kering
  • ⁠Kita mungkin merasa lemas atau pusing ringan
  • Urine orang yang berpuasa menjadi lebih pekat dan sedikit, sebagai tanda bahwa tubuh sedang berhemat demi menjaga keseimbangan cairan internal (homeostasis).
  • ⁠Penurunan konsentrasi, sakit kepala, atau perubahan suasana hati.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan selama kebutuhan cairan dipenuhi saat berbuka dan sahur.

“Selama kita menjaga kebutuhan tubuh dengan minum yang cukup di malam hari atau Ketika saat sahur, maka ketika kita berpuasa proses ini akan menjadi obat, bukan penyakit,” ujarnya.

Tanda Dehidrasi Saat Puasa yang Sering Tidak Disadari
dehidrasi saat puasa (Pexels)
Ilustrasi: pexels

Yahya menjelaskan bahwa tubuh sebenarnya memberikan banyak sinyal ketika mulai kekurangan cairan. 

Namun, tidak semua orang menyadari tanda-tanda tersebut. Sinyal dari tubuh saat dehidrasi adalah:

1. Perubahan Aroma dan Warna “Air Seni” (Urine)

Ketika cairan tubuh berkurang, ginjal melakukan konservasi dengan menyerap kembali air ke dalam darah. 

“Akibatnya, urine menjadi sangat pekat, berwarna kuning tua (seperti teh pekat), dan memiliki aroma yang lebih menyengat karena konsentrasi zat sisa yang tinggi,” terang Yahya.

2. Halitosis (Bau Mulut) yang Tidak Biasa

Air liur (saliva) memiliki fungsi antibakteri alami. Saat dehidrasi, produksi saliva menurun drastis sehingga mulut menjadi kering (xerostomia). Hal ini memicu pertumbuhan bakteri penghasil bau yang lebih cepat.

Lihat Juga :  Kunci Menjaga Cairan Tubuh Saat Ramadan, Ini 8 Minuman yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi
3. Kelelahan Kognitif dan Perubahan Suasana Hati (Mood)

Anda mungkin merasa sulit berkonsentrasi, sering lupa hal kecil, atau merasa cepat tersinggung (marah). 

“Secara akademis, ini terjadi karena volume darah ke otak menurun, menyebabkan suplai oksigen tidak seoptimal biasanya,” ujarnya.

4. False Hunger (Rasa Lapar Palsu)

Hipotalamus di otak mengatur rasa haus dan rasa lapar di area yang berdekatan. 

Terkadang, otak salah menerjemahkan sinyal haus menjadi sinyal lapar. 

“Jika setelah berbuka Anda merasa terus ingin makan padahal sudah kenyang, kemungkinan besar tubuh Anda sebenarnya masih haus, bukan lapar,” terang kaprodi D$ Manajemen Ilmu Kesehatan itu.

5. Kulit yang Kehilangan Elatisitas (Turgor)

Jika saat mencubit kulit dan tidak segera kembali ke posisi semula dalam hitungan detik (lambat), itu adalah tanda nyata bahwa cairan di jaringan interstisial sudah mulai menipis.

Pola Minum Saat Puasa untuk Mencegah Dehidrasi

Untuk mencegah dehidrasi selama Ramadan, Yahya menyarankan pola minum bertahap yang dikenal dengan metode 2-4-2.

Pola ini membagi waktu minum menjadi tiga fase utama, yaitu saat berbuka, malam hari, dan sahur.

  • Fase Berbuka

Pada fase berbuka, disarankan minum dua gelas air:

  • Gelas Pertama: Minumlah satu gelas air suhu ruang (bukan air es yang mengejutkan saraf lambung) saat membatalkan puasa. 

Ini berfungsi membasahi mukosa tenggorokan dan mengaktifkan kembali sistem pencernaan.

  • Gelas Kedua: Minumlah setelah menunaikan shalat Maghrib atau sebelum makan besar. 

Ini membantu enzim pencernaan bekerja lebih baik tanpa membuat lambung terasa penuh sesak (begah).

  • Fase Malam (Lail)

Pada fase ini, dibutuhkan 4 gelas penyimpanan cadangan

“Minumlah 4 gelas air secara berkala (misalnya: satu gelas setelah Isya, satu gelas setelah Tarawih, dan dua gelas menjelang tidur),” sarannya.

  • Fase Sahur (Suhur)

Pada waktu ini, tubuh membutuhkan bekal perjalanan sebanyak 2 gelas: 

  • Gelas Ketujuh: Minum saat bangun tidur untuk “membangunkan” metabolisme sel.
  • Gelas Kedelapan: Minum di akhir waktu sahur (mendekati Imsak).

Namun, ia juga menekankan bahwa pola ini merupakan panduan umum. Beberapa kelompok orang membutuhkan penyesuaian jumlah cairan.

Misalnya penderita gagal ginjal atau gagal jantung yang justru harus membatasi asupan cairan sesuai anjuran dokter. 

Lihat juga: Waspada Kebiasaan berbuka Berlebihan, Ini Dampaknya bagi Tubuh

ebaliknya, ibu menyusui, pekerja lapangan, atau orang dengan aktivitas fisik tinggi biasanya membutuhkan cairan lebih banyak.(Romadhona)

Sumber: Auliyaur Rabbani SKom MSc

Berita Terkini

Bramasgana umsida bantu NTT (2)
Bramasgana Umsida Berangkat ke NTT, Fokus Pulihkan 2 Hal
September 30, 2026By
duta pencerah 2026 2
Tutup Fortama, Umsida Kukuhkan Duta Pencerah 2026 Hingga Ajak Lawan LGBT
September 28, 2026By
maba 2026 (2)
UKM Umsida Ajak Maba 2026 Temukan Ruang Mengembangkan Diri
September 28, 2026By
mastama 2026
Mastama Umsida 2026 Kenalkan Ortom Kampus Lewat Konsep Baru
September 27, 2026By
wali mahasiswa baru umsida (2)
Mengapa Wali Mahasiswa Mempercayakan Putra-Putrinya ke Umsida?
September 26, 2026By
sinergi pendidikan dengan wali maba
Percayakan Pendidikan di Umsida, Fortawa 2026 Perkuat Sinergi Wali Maba
September 26, 2026By
fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By

Riset & Inovasi

media pembelajaran digital (2)
Mengabdi di SDN Kepulungan, Ini Deretan Media Pembelajaran Digital PLP II Umsida
October 6, 2026By
peringatan hari batik plp umsida (2)
Peringati Hari Batik, PLP 2 Umsida Ajak Siswa Membatik Carbon Copy
October 6, 2026By
PLP SDN Sidokumpul
Siswa SDN Sidokumpul Peringati Kesaktian Pancasila Bersama Tim PLP 2 Umsida
October 5, 2026By
kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By

Prestasi

Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By
beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By

Opini

bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By