Umsida.ac.id – Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (MPI Umsida) kembali menghadirkan ruang diskusi akademik terbuka melalui kegiatan Kuliah Tamu Terbuka bertajuk Manajemen Mutu Pendidikan: Kebijakan, Kepemimpinan Transformatif, dan Digitalisasi Pembelajaran.
Lihat juga: Action, Abdimas Gagasan Mahasiswa FPIP Umsida yang Pedulikan Mutu Pendidikan Anak Desa
Tema tersebut relevan dengan dinamika dunia pendidikan saat ini, khususnya dalam menjawab kebutuhan sistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini akan diselenggarakan pada Sabtu (10/1/2026) bertempat di Aula GKB 1 Lantai 7 Kampus 1 Umsida.
Kuliah tamu ini menghadirkan dua narasumber utama yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan dan pengembangan mutu pendidikan.
Mereka adalah Dr Tirto Adi MPd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, serta Dr Hidayatullah MSi, Rektor Umsida.
Diskusi akan dimoderatori oleh Dr Dzulfikar Akbar R SFil MUd.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 250 peserta yang terdiri dari mahasiswa S2 MPI, para akademisi, hingga kepala sekolah di Jawa Timur dengan tujuan memberikan wawasan mengenai dinamika kebijakan pendidikan, kepemimpinan lembaga, serta tuntutan perubahan di era digital.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Dr Ida Rindaningsih MPd, Dekan Fakultas Agama Islam Umsida mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pengajar dan praktisi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sidoarjo.
Ia menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan ruang diskusi bagi pelajar, siswa, dan masyarakat luas dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang, terutama dengan adanya digitalisasi yang semakin mendominasi sistem pendidikan.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk pelajar, tetapi juga untuk calon-calon pelajar yang berkeinginan mengembangkan diri di bidang pendidikan ,” ujar Dr Ida.
Kebijakan dan Kepemimpinan dalam Pendidikan

Setelah pembukaan, acara langsung dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr Tirto Adi MPd selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo.
Dr Tirto memaparkan perspektif kebijakan pendidikan daerah serta strategi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.
Dalam pemaparannya, Dr Tirto menggarisbawahi pentingnya perencanaan yang matang atau manajemen dan pengorganisasian di sekolah dan perguruan tinggi.
“Setiap sekolah harus memiliki dokumen perencanaan yang jelas, seperti RKS, RKT, dan RKJ, yang akan memandu seluruh kegiatan pendidikan ,” ujarnya.
Dr Tirto mengajak peserta kuliah tamu untuk berpikir dari perspektif yang lebih luas, yaitu bagaimana pendidikan dapat membentuk pola pikir yang kuat pada peserta didik serta memberikan bekal hidup bagi siswa agar mereka siap berkontribusi di masyarakat.
Manajemen Mutu Pendidikan Menurut Rektor Umsida

Setelah pemaparan dari Dr Tirto, Dr Hidayatulloh MSi selaku Rektor Umsida membahas tentang manajemen mutu dan peran kepemimpinan dalam tata kelola lembaga pendidikan .
Dalam materinya, Dr Hidayatulloh menekankan bahwa sekolah bisa dipandang sebagai organisasi yang inti dari organisasi tersebut adalah manajemen atau tata kelola.
Rektor Umsida itu mengatakan, “Tata kelola akan sangat baik jika dijalankan oleh pemimpin yang sangat baik. Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam tata kelola lembaga pendidikan .”
Ia juga menegaskan bahwa mutu pendidikan saat ini adalah tuntutan, baik lokal maupun global, dan untuk mencapainya, tata kelola harus berjalan dengan sangat baik untuk memperkuat akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat.
Dr Hidayatulloh memperkenalkan ISMUBA sebagai standar pendidikan Muhammadiyah yang mendorong perbaikan secara terus-menerus.
“Pemimpin yang sukses harus mengetahui jalan menuju kesuksesan dan memimpin dengan visi yang jelas untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas,” ujar Dosen S2 di Umsida tersebut.
Lihat juga: Nilai AIK Jadi Pondasi Mutu Pendidikan Karakter Mahasiswa Umsida
Menutup materinya, Dr Hidayatulloh menegaskan bahwa pendidikan harus bisa beradaptasi dengan perubahan zaman, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran.
Penulis: Silfiana Tri Handayani



















