Umsida.ac.id – Selama lebih dari satu dekade, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida) konsisten menghadirkan ajang FAI Got Talent (FGT) sebagai ruang dakwah, pendidikan, dan pembinaan generasi muda.
Pada tahun 2026, FGT XI kembali digelar dengan melibatkan ribuan pelajar dari berbagai daerah pada Sabtu, (24/1/2026) di Kampus 1 Umsida.
Kegiatan ini telah konsisten dilaksanakan selama kurang lebih 11 tahun dan menjadi bagian dari komitmen dakwah, pendidikan, serta kaderisasi yang diusung FAI Umsida.
Lihat juga: FGT XI Kembali Digelar, 1.200 Peserta Tunjukkan Bakatnya
Ketua Pelaksana FGT XI 2026, Dzulfikar Akbar Romadlon SFilI MUd, menjelaskan bahwa keberlanjutan FGT hingga tahun ke-11 bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kebutuhan yang dirasakan langsung oleh pelajar dan sekolah.
“FAI Got Talent menjadi wadah untuk menggali dan menyalurkan potensi pelajar di bidang keislaman, seni, dan kreativitas. Setiap pelajar memiliki bakat yang berbeda, dan lomba ini memberikan ruang yang positif agar bakat tersebut berkembang,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa FGT XI juga bermaksud sebagai media pembinaan karakter dan mental pelajar.
Dengan menghadirkan 7 jenis kompetisi, peserta dilatih untuk percaya diri, berani tampil, sportif, serta mampu mengekspresikan ide dan kemampuan.
“FGT XI juga bisa sebagai sarana syiar Islam yang relevan dengan perkembangan zaman. Nilai-nilai keislaman disampaikan melalui berbagai lomba dan pertunjukan bakat,” tuturnya.
FGT XI Umsida Perkuat Relasi Alumni dan Jangkauan Nasional

Dzulfikar menyebutkan bahwa antusiasme peserta FGT XI 2026 meningkat setiap tahunnya.
Peserta tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia.
“Ada yang datang dari luar Jawa Timur, bahkan dari daerah yang cukup jauh. Itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap FGT,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan alumni FAI Umsida turut berperan besar dalam memperluas jangkauan peserta.
Banyak alumni FAI yang kini berprofesi sebagai guru di berbagai jenjang pendidikan, mulai SD hingga SMA, yang kemudian mendorong sekolah tempat mereka mengajar untuk berpartisipasi dalam FGT.
“Ini sangat terkait dengan alumni. Mereka menjadi jembatan antara FAI Umsida dan sekolah-sekolah. Dari sini juga terlihat bahwa FGT menjadi bagian dari dunia usaha dan dunia kerja di bidang pendidikan,” ujarnya.
Dengan begitu, imbuhnya, FGT memiliki dampak jangka panjang dalam mengenalkan Umsida secara luas.
Banyak peserta yang mengikuti FGT sejak jenjang SD, SMP, hingga SMA, dan kelak melanjutkan pendidikan tinggi di Umsida, baik di FAI maupun fakultas lain.
“Tidak harus langsung masuk FAI. Ini bisa jadi dampak jangka panjang dalam mengenalkan Umsida kepada masyarakat melalui kegiatan ini,” tambahnya.
FGT XI Umsida Jaga Integritas dan Cetak Pengalaman Peserta

Salah satu peserta lomba Da’i Muda FGT XI 2026, Mohammad Farel Rizky Mujahid mengatakan bahwa ini merupakan ali ketiga ia mengikuti FGT.
Siswa SMA Muhammadiyah 2 Mojoagung itu berpendapat bahwa FGT merupakan ajang yang bisa memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar.
“Untuk FGT ini sudah ketiga kalinya saya ikut lomba da’i. Dari tahun ke tahun selalu ada evaluasi, baik dari intonasi, gestur, maupun kesiapan mental,” ungkapnya.
Farel mengaku bahwa keikutsertaannya dalam FGT tidak lepas dari keinginannya memperdalam kemampuan public speaking sebagai bekal melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Ia berencana mengkolaborasikan kemampuan dakwah dengan minatnya di bidang komunikasi.
“Pengalaman yang saya dapatkan di FGT ini tidak saya dapatkan di kelas. Di sini saya belajar mental, kesiapan tampil, dan public speaking,” ujarnya.
Dzulfikar menegaskan bahwa FGT XI Umsida menjunjung tinggi integritas dan objektivitas penilaian.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang sekolah, tidak terbatas pada sekolah Muhammadiyah.
“Tidak ada titip-titipan. Penilaian dijaga objektif. Kalau integritas ini dilanggar, justru akan mencederai kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap FGT XI 2026 mampu melahirkan juara-juara yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga membawa nilai dakwah Islam dan menjadi duta positif bagi Umsida di masa depan.
Lihat juga: Dekan FAI Umsida Datangi UniSZA, Perkuat Relasi Internasional
“Harapannya, peserta yang datang ke sini membawa syiar Islam dan mengenal Umsida sebagai kampus yang unggul, terbuka, dan berintegritas,” pungkasnya. (Romadhona)



















