Umsida.ac.id – Ketua IMEI Team Universitas Muhammadiyah Siodarjo (Umsida), Dymas Anom Dewa Brata dan Driver Delta EV, Mardi Lukas, bercerita tentang raihan prestasi gemilangnya di Shell Eco-Marathon Asia Pacific and the Middle East Qatar 2026.
Lihat juga: IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
“Keberhasilan IMEI Team Umsida meraih Juara 1 kategori Battery Electric ini tidak lepas dari proses persiapan panjang dan kekompakan tim,” terang Dymas.
Mobil hemat energi bernama Delta EV ini berhasil menduduki podium pertama setelah bersaing dengan puluhan tim dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah.
Digelar di Lusail International Circuit, Doha, Qatar, mobil tersebut dinilai tidak didasarkan pada kecepatan, melainkan efisiensi energi kendaraan saat melintasi lintasan balap.
Persiapan Teknis IMEI Team Umsida
Dymas menjelaskan bahwa sejak awal, tim memastikan kendaraan lolos seluruh tahapan technical inspection.
Tahapan ini, imbuhnya, menjadi syarat mutlak sebelum kendaraan diperbolehkan turun ke lintasan.
“Kalau tidak lolos technical inspection, kami tidak bisa race dan otomatis tidak bisa mendapatkan nilai. Karena itu sejak awal kami benar-benar fokus memastikan semua aspek teknis kendaraan sesuai regulasi,” ujar Dymas.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi lisensi pengemudi, sistem mekanikal, sistem elektrikal, pengereman, desain bodi, hingga perangkat keselamatan seperti seatbelt.
“Yang dinilai bukan soal cepat atau lambat, tetapi seberapa efisien energi baterai yang digunakan selama empat putaran lintasan. Konsumsi dayanya dihitung menggunakan joulemeter,” jelasnya.
Menurut Dymas, persaingan di kategori Battery Electric terbilang ketat.
Puluhan tim dari Indonesia, Filipina, India, Mesir, Saudi Arabia, Malaysia, Korea Selatan, Pakistan, Oman, Tiongkok, Qatar, hingga Kazakhstan turut ambil bagian dalam kategori ini.
Efisiensi Energi Jadi Poin Utama IMEI Team Umsida

Dymas menambahkan bahwa keunggulan IMEI Team Umsida terletak pada kombinasi desain aerodinamis, kontrol motor, sistem kelistrikan, serta baterai yang dirakit sendiri oleh tim sesuai kebutuhan kendaraan.
“Kami merakit baterai sendiri berdasarkan spesifikasi motor dan regulasi lomba. Jadi semuanya benar-benar disesuaikan, tidak asal pasang,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa keberhasilan ini menjadi capaian yang membanggakan karena mempertahankan prestasi juara di level internasional.
Meski masih terdapat tantangan di kategori off track, IMEI Team Umsida menjadikan capaian ini sebagai pijakan untuk pengembangan riset dan inovasi ke depan.
“Ini bukan hasil instan. Setiap tahun kami belajar dari kekurangan, lalu memperbaikinya untuk kompetisi berikutnya,” pungkas Dymas.
Delta EV dan Kerja Kolektif Tim di Balik Layar

Driver Delta EV, Mardi Lukas, menegaskan bahwa keberhasilan IMEI Team Umsida bukan hasil kerja individu, melainkan kerja kolektif seluruh tim.
Meski hanya lima orang yang berangkat ke Qatar untuk kompetisi on track, seluruh anggota tim terlibat penuh dalam proses persiapan.
“Kami menghadapi banyak tantangan, salah satunya saat technical inspection. Banyak tim Indonesia tidak lolos karena helm standar SNI tidak diterima, sehingga harus mencari helm sesuai standar di sana,” ungkap Mardi.
Selain itu, tim juga sempat mengalami kendala pada sistem pengereman dan kelistrikan kendaraan.
Namun, menurutnya, seluruh anggota tim berusaha tetap tenang dan fokus mencari solusi.
“Yang penting tidak panik. Kami diskusikan satu per satu sampai akhirnya Delta EV dinyatakan layak untuk race,” ujarnya.
Delta EV sendiri merupakan kendaraan hasil pengembangan berkelanjutan sejak 2023.
Setiap tahun, IMEI Team Umsida melakukan improvisasi berdasarkan evaluasi dari kompetisi sebelumnya.
Lihat juga: Tim IMEI Umsida Juara 2 KMHE 2025
“Buat tahun depan sudah ada improvisasi, pengen ganti body dan desain,” tuturnya.
Selain itu, Mardi juga berkata bahwa IMEI Team Umsida akan membuat mobil prototype baru di kategori yang sama, dan melanjutkan mobil kedua di kategori urban kelas motor listrik.(Romadhona)



















