Umsida.ac.id – Milad ke-37 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tidak hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan komitmen kampus dalam mencetak generasi unggul dan berdampak.
Sejumlah tokoh penting turut menyampaikan pandangan dan harapan tentang perkembangan Umsida dalam Milad ke-37 ini.
Lihat juga: Milad ke-37, Umsida Gelar Rapat Terbuka Senat dan Kukuhkan Guru Besar
Momentum Penguatan SDM dan Pendidikan

Bupati Sidoarjo, H Subandi SH MKn, berpendapat bahwa Milad ke-37 Umsida bukan sekadar peringatan tahunan.
“Milad ke-37 ini bukan sekadar peringatan usia, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam membangun generasi yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas pengukuhan guru besar yang digelar bersamaan dengan Milad.
Gelar tersebut dinilai bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan institusi dan masyarakat Sidoarjo.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, lanjutnya, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan dunia pendidikan.
Bahkan, ia menyampaikan rencana pembentukan Satgas percepatan perizinan pendidikan dan pesantren guna mendukung pengembangan lembaga pendidikan, termasuk Umsida.
“Kami ingin tidak ada lagi kesan perizinan itu sulit. Kami siap mendukung perkembangan pendidikan Muhammadiyah. Ini rumah kita yang kedua,” terang Subandi.
Milad ke-37 Umsida Perkuat Komitmen Mutu dan Tanggung Jawab Profesor

Harapan selanjutnya disampaikan oleh Kepala LLDikti Wilayah 7 Jawa Timur, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM.
Ia berharap Umsida semakin mampu mewujudkan kampus berdampak yang memiliki efek berantai bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Prof Dyah menegaskan pentingnya penguatan mutu, khususnya dalam jabatan fungsional guru besar. Menurutnya, standar mutu harus benar-benar dijaga agar tidak terjadi proses yang berulang akibat ketidaksesuaian.
“Kalau acuannya bermutu dan berkualitas, AnsyaAllah tidak akan bolak-balik. Sekali jalan akan lolos,” ujarnya.
Prof Dyah juga menekankan bahwa profesor memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong riset unggulan berbasis SDGs agar berkelanjutan dan terhilirisasi. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi demi mewujudkan kampus berdampak.
“Umsida semakin berkembang, Prodinya juga semakin banyak. Oleh karena itu, untuk dosen yang sudah menjadi Lektor Kepala, bisa segera melanjutkan ke proses guru besar,” tuturnya.
Dengan begitu, lanjutnya, jumlah program studi dan jumlah guru besar bisa berimbang dalam mewujudkan kampus berdampak.
Milad ke-37 Umsida Tunjukkan Daya Saing dan Kontribusi Global

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Dr Bambang Setiaji MSi, menyampaikan rasa syukur atas perkembangan Umsida yang dinilainya luar biasa.
Ia menilai capaian riset dan prestasi Umsida harus terus diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi industri, teknologi, serta sosial politik bangsa.
“Perguruan tinggi harus berdampak. Artinya, riset harus ikut memperbaiki industri dan teknologi kita,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya publikasi ilmiah terindeks internasional agar kontribusi keilmuan Indonesia diakui secara global.
Lihat juga: Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah, Ini 4 Alasan Angkat Tema Kemakmuran
Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak bisa dibatasi secara lokal, melainkan harus masuk dalam perspektif global melalui sistem yang terindeks secara internasional.(Romadhona)



















