Umsida.ac.id – Ketua PP Muhammadiyah Prof Syafiq A Mughni MA PhD menyampaikan tausiyah dalam rangkaian Milad ke-37 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Lihat juga: Prof Syafiq: Modernisasi Jadi Ciri dari Cara Berpikir Muhammadiyah
Dalam pesannya, ia tidak hanya mengucapkan selamat milad saja, tapi juga mengajak Umsida membangun kemandirian melalui penguatan filantropi dan dana abadi.
Prof Syafiq Apresiasi Langkah Umsida untuk Dosen dan Tendik

Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Syafiq menyampaikan selamat Milad ke-37 Umsida sekaligus ucapan selamat kepada Prof Sigit Hermawan yang baru dikukuhkan sebagai guru besar.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para dosen dan karyawan yang menerima penghargaan atas pengabdian panjang mereka.
“Terima kasih kepada para karyawan yang tetap setia mengabdi di Umsida sampai sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, milad bukan sekadar peringatan usia, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dan arah pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah agar semakin maju dan berdampak.
Filantropi dan Dana Abadi Jadi Kunci Kemajuan Universitas
Dalam tausiyahnya, Prof Syafiq mencontohkan sejumlah perguruan tinggi dunia yang maju karena dukungan dana abadi atau endowment.
Ia menyebut Universitas Al Azhar yang telah berdiri lebih dari seribu tahun dan hampir seluruh dana operasionalnya ditopang oleh wakaf.
Begitu pula Harvard University yang sekitar 35 persen dana operasionalnya berasal dari endowment fund.
Ia juga menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Salt Lake City, Amerika Serikat, dan bertemu dengan pimpinan Gereja Mormon.
Organisasi tersebut dikenal sebagai salah satu lembaga sosial-keagamaan terkaya di dunia.
“Mereka memiliki sekitar 15 juta pengikut di seluruh dunia dan setiap pengikut menyumbang 15 persen dari penghasilannya untuk gereja,” ungkapnya.
Selain itu, gereja tersebut juga memiliki amal usaha, termasuk universitas yang berkembang pesat.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan mereka menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Indonesia melalui Muhammadiyah.
“Muhammadiyah adalah the organization we can trust,” kata Prof Syafiq menirukan pernyataan pimpinan gereja tersebut.
Menurutnya, kepercayaan publik adalah modal besar bagi Muhammadiyah dan lembaga pendidikannya.
Road Map Kemandirian Dana Umsida

Dari berbagai contoh tersebut, Prof Syafiq menekankan pentingnya Umsida mulai membangun strategi jangka panjang dalam pembiayaan.
Ia menilai perguruan tinggi tidak bisa selamanya hanya bergantung pada dana mahasiswa.
Perlu ada sumber pendanaan lain yang menopang pengembangan kampus, seperti wakaf, dana abadi, dan dukungan filantropi masyarakat.
“Kita harus mulai berpikir bagaimana supaya tidak hanya menggantungkan dana dari mahasiswa, tetapi secara bertahap membangun dukungan dana non-mahasiswa,” tegasnya.
Ia menyarankan agar Umsida memiliki road map yang jelas, sehingga dalam beberapa tahun ke depan sebagian dana operasional universitas dapat ditopang oleh sumber non-UKT.
Lihat juga: Ketua PP Muhammadiyah: Prestasi Umsida Tak Luput dari Dukungan Semua Pihak
Menurutnya, penguatan filantropi bukan hanya soal keuangan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, transparansi, dan kemanfaatan yang dirasakan luas oleh masyarakat.(Romadhona)



















