Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) meraih penghargaan sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan tinggi kategori Innovative Public Relation and Information dalam resepsi Milad 1 Dekade PWMU.CO pada Sabtu, (25/4) di Auditorium KH Ahmad Dahlan Kampus 1 Umsida.
Bukti Perkembangan Umsida
Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas pertumbuhan pesat Umsida dalam beberapa tahun terakhir.
Lihat juga: Berhasil Membuka Banyak Program Studi Baru, Umsida Dapat Apresiasi dari Diktisaintek

Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari sinergi antara kampus dengan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Penghargaan ini sebagai bukti apresiasi dari PWMU terhadap perguruan tinggi Muhammadiyah yang menunjukkan perkembangan dan peningkatan yang signifikan, termasuk yang dialami oleh Umsida,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Umsida bersama sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah lain seperti UMM, UM Gresik, dan Umsura, telah tumbuh dan berkembang dengan gerak langkah Persyarikatan Muhammadiyah.
Tidak hanya itu, perkembangan signifikan Umsida juga terlihat dari layanan kepada masyarakat melalui inovasi dan kegiatan pengabdian yang terus meningkat.
Menurutnya, capaian tersebut bahkan telah membawa Umsida berada pada posisi yang sejajar dengan kampus-kampus besar di Indonesia.
“Dinamika di Umsida sangat cepat sekali mengangkat posisinya, bersanding setara dengan kampus besar di dalam negeri,” jelasnya.
Peran PWMU.CO Dalam Reputasi Kampus
Dalam kesempatan tersebut, Dr Hidayatulloh juga mengatakan peran penting media, khususnya PWMU.CO, dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi.
Ia menyebut bahwa hubungan antara kampus dan media merupakan kebutuhan yang saling menguatkan.
“PWMU.CO ini kan media milik PWM Jawa Timur, tapi skalanya sudah nasional. Perguruan tinggi butuh publikasi, dan media juga butuh informasi dari perguruan tinggi,” ungkapnya.
Menurutnya, publikasi melalui media berskala nasional seperti PWMU.CO mampu memperluas jangkauan informasi mengenai capaian kampus, bahkan hingga ke tingkat internasional melalui akses digital.
Oleh karena itu, kata Dr Hidayatulloh, kerja sama antara perguruan tinggi dengan PWMU menjadi sebuah keniscayaan, termasuk juga kerja sama dengan media media yang lainnya.
“Berbagai pemberitaan tentang kampus kita tersebar di tingkat nasional, bahkan ketika masuk di dunia maya dapat dibaca oleh berbagai pihak, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga siapa pun yang mengakses PWMU bisa melihat perkembangan Umsida dan PTM lainnya.”
Penghargaan Jadi Energi Baru untuk Umsida
Lebih lanjut, Dr Hidayatulloh menegaskan bahwa penghargaan ini tidak boleh membuat Umsida berpuas diri.
Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi energi positif untuk terus berkembang.
“Apresiasi ini tidak boleh menjadikan Umsida stagnan, justru harus dimaknai sebagai energi positif untuk terus meningkatkan kualitas,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh civitas akademika dalam mencapai target strategis yang telah ditetapkan.
Terlebih Umsida telah menargetkan untuk melangkah lebih jauh menuju pengakuan di tingkat ASEAN.

Selain penghargaan institusi, salah satu dosen Umsida yakni Ahmad Riyadh BM SH MSi PhD, juga menerima penghargaan sebagai tokoh keadilan dan perlindungan hak rakyat.
Ia menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan semata untuk dirinya pribadi.
“Penghargaan ini sebenarnya tidak layak untuk saya, karena apa yang saya lakukan hanya sebagian kecil dari amanat Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama tim, khususnya di bidang hukum dan HAM.
Lihat juga: Miliki Peningkatan Skor Sinta Tertinggi 2022-2024, Umsida Raih Penghargaan Diktisaintek
“Penghargaan ini akan saya pakai untuk mengingatkan kami semua agar tetap mengawal keadilan bagi kita semua,” pungkasnya.(Romadhona)



















