Umsida.ac.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) 09 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mendampingi berbagai produk UMKM di Desa Jenggot, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat (25/07/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui penguatan identitas merek (branding), perbaikan kemasan produk (repacking), digitalisasi pemasaran, serta pendampingan legalitas usaha.
Lihat juga: Masih Konvensional, UMKM Klepon Bulang Go Digital Bersama KKN T 14 Umsida
Dampingi Berbagai Produk UMKM

Program tersebut menyasar beberapa pelaku UMKM lokal, di antaranya usaha bawang goreng milik Endah, usaha jamu sinom milik Yeni, usaha samiler milik Kastin, serta peternakan dan penjualan telur ayam kampung Berta Farm milik Berta.
“Kami membantu pelaku usaha agar mampu meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperluas jangkauan pasar,” ujar Ketua KKN T 9, Andriano Deratrio.
Pada usaha bawang goreng milik Endah, mahasiswa membantu merancang logo produk yang lebih menarik dan profesional.
Selain itu, kata Rio, label kemasan juga dilengkapi dengan informasi pendukung, termasuk logo halal, guna meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.
Pendampingan serupa juga diberikan kepada Yeni, pemilik usaha jamu sinom.
Selain membantu pembuatan logo dan desain kemasan yang lebih informatif, tim KKN T 9 turut mendampingi proses pembuatan akun ShopeeFood sebagai langkah digitalisasi pemasaran. Melalui platform tersebut, produk jamu sinom diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan meningkatkan peluang penjualan.
“Saya sangat terbantu dengan adanya program ini. Semoga produk jamu sinom yang saya jual bisa dikenal lebih banyak orang dan penjualannya semakin meningkat,” ujar Yeni.
Sementara itu, pada usaha samiler milik Kastin, mahasiswa fokus melakukan pembaruan kemasan produk.
Sebelumnya, samiler dikemas menggunakan kantong plastik sederhana. Melalui program ini, kemasan diubah menjadi plastik yang disegel menggunakan mesin sealer sehingga terlihat lebih rapi, higienis, dan menarik bagi konsumen. Kemasan baru tersebut juga dilengkapi dengan logo produk sebagai identitas usaha.
Tidak hanya melakukan repacking, tim KKN T 9 juga menyerahkan bantuan berupa mesin sealer kepada Kastin.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pengemasan produk secara mandiri dan berkelanjutan setelah program KKN berakhir.
“Sekarang samiler saya terlihat lebih menarik dan lebih profesional. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya logo dan kemasan baru ini. Semoga dapat menarik lebih banyak pelanggan,” ungkap Kastin.
Urus Legalitas Usaha

Selain penguatan aspek pemasaran dan kemasan, mahasiswa KKN-T 09 Umsida juga memberikan pendampingan terkait legalitas usaha.
Pendampingan dilakukan pada Berta Farm, usaha peternakan dan penjualan telur ayam kampung milik Berta.
Tim mahasiswa membantu proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai langkah untuk memperkuat legalitas usaha dan membuka akses yang lebih luas terhadap program pembinaan maupun pengembangan usaha dari pemerintah.
Lihat juga: Cegah Bau Sampah, KKN T 7 Umsida Ajak PKK Candipari Buat POC dan Kompos
Rio menyampaikan bahwa program pemberdayaan UMKM ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
“Kami ingin meningkatkan daya saing serta memperluas akses pasar di tengah persaingan yang semakin kompetitif,” tuturnya.(Nafisah)














