LSP Umsida.jpg 1

LSP Umsida Raih Hibah Sertifikasi Kompetensi 2026 dari Belmawa Kemdiktisaintek

Umsida.ac.id – Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (LSP Umsida), kembali dipercaya sebagai penerima Pendanaan Program Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi Tahun 2026 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek Republik Indonesia.

Kepercayaan tersebut menjadi kali kedua bagi LSP Umsida menerima hibah serupa. 

Dalam hibah ini, mahasiswa vokasi memperoleh kesempatan mengikuti uji kompetensi tanpa dipungut biaya sehingga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sebelum lulus.

Lihat juga: Dunia Kerja Global Terbuka, Wamen P2MI Beri Bekal agar Lulusan Siap Kerja

Bukti Kepercayaan kepada LSP Umsida

Direktur LSP Umsida, Dr Machful Indra Kurniawan MPd mengatakan bahwa hibah ini menunjukkan tata kelola dan penyelenggaraan sertifikasi kompetensi di LSP Umsida dinilai memenuhi standar nasional yang ditetapkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan,” ujarnya.

Bagi LSP Umsida, imbuh Dr Indra, hibah ini bukan sekadar bantuan pendanaan, tetapi amanah untuk meningkatkan kualitas lulusan vokasi agar memiliki kompetensi yang terukur dan diakui secara nasional.

Melalui program ini, mahasiswa memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh sertifikat kompetensi sebelum memasuki dunia kerja sehingga daya saing lulusan Umsida semakin meningkat.

Mahasiswa D4 TLM Ikuti Sertifikasi Kompetensi BNSP

LSP Umsida.jpg 1

Pada Program Hibah Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Vokasi Tahun 2026, LSP Umsida memperoleh pendanaan untuk Skema Klaster Pengambilan dan Penanganan Sampel.

Skema tersebut mengukur kompetensi mahasiswa dalam melakukan proses pengambilan, penanganan, penyimpanan, hingga pengiriman sampel sesuai dengan prosedur operasional standar dan prinsip-prinsip mutu yang berlaku.

“Skema ini sangat relevan bagi mahasiswa pada bidang kesehatan, laboratorium, maupun program vokasi yang berkaitan dengan pengujian dan analisis,” tutur dosen Prodi PGSD itu.

Sebanyak 52 mahasiswa Program Studi Diploma IV Teknologi Laboratorium Medis (D4 TLM) menjadi peserta dalam program tersebut.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses asesmen dengan baik dan dinyatakan kompeten,” jelasnya.

Tingkatkan Daya Saing Lulusan Umsida

Menurut Dr Indra, dunia kerja saat ini tidak lagi hanya mempertimbangkan ijazah sebagai bukti kemampuan seseorang. 

Perusahaan juga membutuhkan pengakuan bahwa calon tenaga kerja benar-benar menguasai kompetensi sesuai standar profesi.

Karena itu, tambahnya, sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah yang mampu meningkatkan peluang lulusan saat mengikuti proses rekrutmen maupun memasuki dunia industri.

“Sertifikasi profesi menjadi bukti bahwa kompetensi mahasiswa telah diuji oleh asesor yang kompeten menggunakan standar nasional,” katanya.

Selain itu, sertifikasi juga mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri lebih baik karena mereka harus mampu membuktikan kompetensinya melalui asesmen yang terstruktur. 

Hal ini akan membentuk lulusan yang lebih percaya diri, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Lulusan Sudah Siap Kerja Sebelum Wisuda

LSP Umsida

Dr Indra menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti sertifikasi profesi sebelum lulus, akan lebih siap masuk ke dunia kerja.

Beberapa manfaatnya antara lain:

  • Mahasiswa memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional oleh BNSP sebagai bukti bahwa mereka memiliki kemampuan sesuai standar profesi.
  • Banyak perusahaan menjadikan sertifikat kompetensi sebagai nilai tambah saat rekrutmen.
  • Mahasiswa menjadi lebih siap memasuki dunia kerja karena telah teruji dari sisi pengetahuan dan keterampilan.
  • Membantu mahasiswa membangun kepercayaan diri karena telah melewati proses asesmen yang profesional.
  • Mahasiswa dapat memperoleh sertifikat kompetensi tanpa terbebani biaya sertifikasi.

Lihat juga: Umsida Naik Peringkat THE Sustainability Impact Rankings 2026, Jadi PTM Terbaik di Jawa Timur

“Kami ingin lulusan Umsida tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang menjadi bukti kesiapan mereka untuk berkarya, beradaptasi, dan bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha,” pungkasnya.(Romadhona)