Umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Forum Taaruf Wali Mahasiswa (Fortawa) Baru Tahun Akademik 2026/2027 secara hybrid di Auditorium KH Ahmad Dahlan Kampus 1 Umsida dan melalui Zoom Meeting pada Sabtu, (26/9/2026).
Kenalkan Visi dan Perkembangan Umsida

Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi, menyampaikan bahwa Fortawa menjadi momen agar orang tua tidak hanya mempercayakan pendidikan anaknya kepada kampus, tetapi juga memahami arah perkembangan Umsida.
Lihat juga: Prof Milal: Mahasiswa Sekarang Tak Boleh Egosentris
“Izinkan saya mengajak untuk mengenal secara singkat tentang Umsida supaya bapak ibu juga tahu, tidak hanya putra-putrinya yang tahu tentang Umsida, sehingga kita sama-sama bisa mengawal putra-putri kita,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Dr Hidayatulloh menjelaskan bahwa Umsida saat ini memiliki tiga kampus dengan 37 program studi.
Perjalanan Umsida berawal dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah yang kemudian berkembang menjadi universitas sejak tahun 2000.
Seiring perkembangan tersebut, Umsida menetapkan visi menjadi perguruan tinggi unggul dan inovatif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berdasarkan nilai-nilai Islam untuk kesejahteraan masyarakat.
Visi tersebut diproyeksikan dalam rentang waktu 20 tahun sejak 2018 hingga 2038 melalui berbagai tonggak capaian, salah satunya membawa Umsida menjadi perguruan tinggi unggul di tingkat ASEAN.
Tambah Program Studi Unggul dan Prestasi
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Umsida terus menguatkan mutu program studi agar memberikan layanan terbaik.
“Kami berkomitmen seluruh mahasiswa yang masuk di Umsida, kami berjuang agar ketika mahasiswa ini lulus prodinya nanti sudah terakreditasi unggul,” jelas Dr Hidayatulloh.
Pada semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Umsida memiliki sekitar 11.500 mahasiswa yang tersebar di tiga kampus dengan didukung 274 dosen.
Selain penguatan akademik, Umsida juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi melalui berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
“Kami memberikan support seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk terus mengukir prestasi di bidang akademik dan nonakademik,” tuturnya.
Peran Menjaga Kepercayaan Pendidikan

Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umsida, Prof A Jainuri MA PhD, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan orang tua yang menitipkan putra-putrinya kepada Umsida.
Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah yang harus dijaga oleh universitas melalui pelayanan yang berkualitas.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan bapak ibu sekalian melalui pengiriman putra-putrinya untuk menuntut ilmu di Umsida. Mudah-mudahan kepercayaan ini bisa dipelihara dan dijaga oleh Umsida,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan memiliki posisi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, perhatian terhadap pendidikan perlu dimulai dari lingkungan keluarga.
“Kami sangat berharap bapak ibu juga memiliki concern yang sama terhadap pendidikan, minimal di lingkungan keluarga,” ujarnya.
Pendidikan Jadi Fondasi Kemajuan SDM
Dalam sambutannya, Prof Jainuri juga membahas pentingnya pendidikan sebagai fondasi kemajuan suatu bangsa.
Menurutnya, masyarakat yang terdidik akan memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kita ini berjuang untuk menata dan memenuhi keinginan ideal dalam rangka agar masyarakat lebih terdidik. Karena kalau sudah terdidik itu, insyaallah akan lebih maju dari sisi SDM-nya,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa persoalan pendidikan masih menjadi tantangan bersama yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk keluarga, lembaga, dan masyarakat.
Budaya cinta ilmu menjadi salah satu nilai yang terus dikembangkan Muhammadiyah melalui berbagai lembaga pendidikan.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan bersama.
“Dalam Islam, orang tua berani mengorbankan aset produktifnya untuk menyekolahkan anaknya. Karena mencari ilmu itu hukumnya wajib, itulah yang membentuk budaya cinta ilmu,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa semangat tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam memberikan layanan kepada masyarakat luas.
Lihat juga: 4 Pilar yang Harus Dimiliki Mahasiswa
Selain menjaga kualitas pendidikan, Prof A Jainuri juga menekankan pentingnya semangat kolaborasi antarperguruan tinggi Muhammadiyah dan masyarakat.
“Muhammadiyah itu tidak bisa egois, Umsida tidak bisa hidup sendiri. Jika ada perguruan Muhammadiyah yang kecil, maka kita wajib ta’awun, membantu. Di sinilah sesungguhnya kekuatan Muhammadiyah itu terjadi,” ungkapnya.(Dhona)
























