Enhancing Student Literacy Ability, Public Relations Holds Journalistic Training

[:id]UMSIDA.AC.ID – Untuk meningkatkan kemampuan literasi mahasiswa dan mencetak generasi jurnalistik di kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Humas Umsida melaksanakan pelatihan jurnalistik tingkat dasar, Kamis (22/08/2019). Pelatihan itu dilaksanakan di kampus I.

Pelatihan yang diikuti 20 peserta, merupakan calon jurnalis kampus untuk memberikan dukungan pemberitaan seputar kegiatan di Umsida. Pemateri pada pelatihan kali ini adalah Fathoni P. Nanda, redaktur sekaligus Kepala Kompartemen Metropolis Jawa Pos Koran, dan Suryo Eko Prasetyo, redaktur Jawa Pos.

Acara dibuka Kepala Sekretariat Universitas dan Urusan Internasional Umsida, Dr. Kumara Adji Kusuma, S. Fil. I., CIFP. Pada kesempatan tersebut Adji mengatakan, lembaga kepenulisan yakni pers mahasiswa di Umsida saat ini belum maksimal. Oleh karena itu, para peserta akan diarahkan untuk mengelola lembaga ini, yang nantinya akan menjaga keberlangsungan pers mahasiswa di Umsida. ‘’ Sehingga diharapkan mampu memberikan dukungan publisitas Umsida ke depannya,’’ katanya.

Bahwa Umsida memiliki komitmen untuk mencetak para penulis terutama dari kalangan mahasiswa. Tujuannya untuk meningkatkan literasi mahasiswa. Pihaknya berharap dengan adanya pelatihan ini akan mencetak generasi jurnalis baru di kampus Umsida. ‘’Tentunya dari pelatihan ini, bisa memberikan kontribusi positif Umsida dalam pemberitaan seputar kampus,’’ jelasnya.

Menurut Adji, eksistensi atau keberadaan seseorang itu bisa diukur dari tulisan. Banyak orang yang memiliki gelar tinggi, namun eksistensinya terbatas. ‘’Sedangkan dengan tulisan maka eksistensinya bisa selamanya,’’ ujarnya.

Sementara dalam kesempatan itu, Fatoni yang juga alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memberikan materi tentang berita. Menurut Fatoni ada dua jenis berita,  yaitu hard news dan soft news. “Hard news itu berita yang cepat, ringkas, lugas, singkat, langsung ke pokok persoalan dan fakta-faktanya. Kalau soft news, dari segi struktur penulisannya relatif lebih luwes dan dari segi isi tidak terlalu berat,” kata Fathoni memaparkan.

Untuk teknik wawancara, lanjut Fathoni,  ada dua hal yang harus diperhatikan. “Yang pertama, kuasai  masalah supaya tidak dibohongi. Yang kedua,  jangan sampai narasumber merasa tidak nyaman, apalagi sampai marah. Kalau itu terjadi, selesai sudah wawancaranya. Kita nggak dapat data. Padahal bisa dapat data lebih banyak.”

Para peserta pelatihan tampak serius memperhatikan penjelasan dari pemateri. Sesi tanya jawab pun berlangsung dengan lancar. Penjelasan yang lugas dari pemateri,  dan sesi praktik menulis berita,  yang kemudian direview oleh pemateri pun menambah wawasan para peserta.

Pemateri kedua, Suryo Eko Prasetyo, Redaktur Jawa Pos yang  melengkapi pemaparan dari Fatoni. Kriteria layak muat, formula penulisan jurnalistik, panduan penulisan,  dan kesalahan tata bahasa juga dijelaskan. “Join journalist, see the world,” ucap Suryo yang akrab dipanggip Sep, sesuai kode penulisan di Jawa Pos koran.

Dalam memaparkan materinya, Suryo juga menceritakan bagaimana pengalamannya keliling dunia menggunakan KRI Dewaruci. Selama mengarungi lautan, Suryo juga menulis berita seputar kejadian yang dialaminya.

Ketika kapal tersebut berada di titik nol derajat,  ada tradisi yang harus dilakukan selama kurang lebih dua hari. “Ada beberapa tradisi yang dilakukan selama berlayarnya masih di titik nol derajat. Yang ini, pakai bekas oli mesin, tapi lubang hidung dan telinga sudah ditutup.  Jadi, kami bernapasnya pakai mulut, ” jelas Suryo sambil menunjuk slide yang menampilkan berita tradisi tersebut.

Suryo memberikan tantangan kepada para peserta untuk mengubah poster menjadi berita. Tidak hanya itu,  beliau juga berharap agar sosial media Umsida bisa lebih bersinergi lagi.  (inka/etik)[:en]

UMSIDA.AC.ID - To improve the literacy ability of students and print generations of journalism on the campus of the University of Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Public Relations Umsida held a basic level of journalism training, Thursday (08/22/2019). The training was held on campus I.

The training, which was attended by 20 participants, was a candidate for campus journalists to provide news support about activities in Umsida. Presenters at the training this time were Fathoni P. Nanda, editor and head of the Jawa Pos Koran Metropolis Compartment, and Suryo Eko Prasetyo, editor of Jawa Pos.

The event was opened by the Head of the University Secretariat and Umsida International Affairs, Dr. Kumara Adji Kusuma, S. Fil. I., CIFP. On that occasion Adji said, the writing institution, namely the student press at Umsida, was not yet optimal. Therefore, the participants will be directed to manage this institution, which will later maintain the continuity of the student press at Umsida. "So it is expected to be able to provide Umsida publicity support in the future," he said.

That Umsida has a commitment to print writers, especially from students. The aim is to increase student literacy. He hopes that the training will produce a new generation of journalists on the Umsida campus. "Of course from this training, Umsida can make a positive contribution in the news about the campus," he explained.

According to Adji, a person's existence can be measured by writing. Many people have advanced degrees, but their existence is limited. "While with writing the existence can be forever," he said.

While on that occasion, Fatoni who is also an alumnus of the University of Muhammadiyah Malang (UMM), provided material about the news. According to Fatoni there are two types of news, namely hard news and soft news. "Hard news is news that is fast, concise, straightforward, concise, straight to the point of the issue and the facts. In soft news, the writing structure is relatively more flexible and in terms of content is not too heavy," said Fathoni. For interview techniques, continued Fathoni, there are two things that must be considered. "First, master the problem so it won't be lied to. Secondly, don't let the interviewees feel uncomfortable, let alone be angry. If that happens, the interview is finished. We can't get the data. Even though we can get more data."

The trainees seemed to seriously pay attention to the explanation from the speaker. Question and answer session also took place smoothly. The straightforward explanations from the presenters, and news writing practice sessions, which were then reviewed by the presenters added to the participants' insights.

The second speaker, Suryo Eko Prasetyo, Editor of Jawa Pos, completed the presentation from Fatoni. Eligible criteria, journalistic writing formulas, writing guidelines, and grammatical errors are also explained. "Join journalist, see the world," said Suryo who is familiarly called Sep, according to the writing code in the Jawa Pos newspaper.

In presenting his material, Suryo also told how his experiences around the world using KRI Dewaruci. During the sail of the ocean, Suryo also wrote news about the events that he experienced.

When the ship is at zero degree, there is a tradition that must be carried out for approximately two days. "There are several traditions carried out while sailing is still at zero point. This one, used the former engine oil, but the nostrils and ears have been closed. So, we breathe using the mouth," said Suryo, pointing to a slide showing the news of the tradition.

Suryo challenged the participants to turn posters into news. Not only that, he also hopes that Umsida's social media can be more synergized. (inka / etik)



[:]

Berita Terkini

fasilitator pkmu 2026
Menuju PKMU 2026, Fasilitator Umsida Didorong Hadir dengan Keteladanan
September 25, 2026By
Akidah dan Akhlak
Jelang PKMU 2026, Umsida Matangkan Kesiapan Pendampingan Akidah dan Akhlak
September 23, 2026By
mahasiswa baru 2026
4 Pilar yang Harus Dimiliki Mahasiswa
September 21, 2026By
Bangun Disability Awareness_11zon
Umsida Perkuat Disability Awareness untuk Wujudkan Kampus Inklusif
September 18, 2026By
green campus umsida 1
Galakkan Gerakan Green Campus, Umsida Ajak Maba Peduli Lingkungan
September 18, 2026By
mahasiswa tidak boleh egosentris
Prof Milal: Mahasiswa Sekarang Tak Boleh Egosentris
September 17, 2026By
beasiswa Umsida 1
Umsida Salurkan Beasiswa kepada Ribuan Maba Tahun Akademik 2026/2027
September 17, 2026By
Fortama Pascasarjana Umsida
Fortama Perdana Pascasarjana Umsida, Sambut 238 Maba Excellent
September 16, 2026By

Riset & Inovasi

kunjungan perpustakaan daerah 2
Kunjungi Perpustakaan Daerah, PLP 2 Umsida Tumbuhkan Minat Baca Siswa
September 24, 2026By
Pasar Desa Samiler
Buka Pasar Desa Samiler, PPK Ormawa Himagro Sajikan Nuansa Tradisional
September 22, 2026By
ekspor gula kelapa
Siapkan Produk Gula Kelapa Siap Ekspor, Umsida Dampingi PT Delima Nira Natural
September 21, 2026By
beras rumput laut
Keunggulan Diarice, Beras Analog dari Rumput Laut yang Kaya Nutrisi
September 16, 2026By
pelatiahn coding plugged
Dosen Umsida Kenalkan Coding Ramah Anak untuk Guru PAUD
September 14, 2026By

Prestasi

beras analog rumput laut 2
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 10, 2026By
snap and style
Snap and Style Antar Inovasi Bisnis Digital Umsida Tembus KMI Expo XVII 2026
September 9, 2026By
lomba pajak nasional_11zon
Umsida Juara 3 Lomba KTI Nasional IKPI, Usung Smart Tax Governance Index
August 29, 2026By
LSP Umsida.jpg 1
LSP Umsida Raih Hibah Sertifikasi Kompetensi 2026 dari Belmawa Kemdiktisaintek
July 3, 2026By
inovasi obat kumur
Buat Obat Kumur Mengandung Asam Hialuronat dan Ekstrak Buah Naga, Dosen Umsida Raih Bantuan Paten 2026
June 30, 2026By

Opini

karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By
politik uang dalam Muhammadiyah 5
Politik Uang dalam Muhammadiyah
September 22, 2026By
satanic dan seni
Gunakan Simbol Satanic Saat Perayaan Seni, Ini Tanggapan Pakar Umsida
September 15, 2026By
solusi data desil
Desil Banyak Dipersoalkan, Pakar Umsida Beri Penjelasan
September 11, 2026By
Bahaya asap karhutla dan abu vulkanik
Bahaya PM 2.5 dari Asap Karhutla dan Erupsi, Ini Solusi Pakar Umsida
September 10, 2026By