Prof Dr Fauziah Abdul Rahim Ajak Mahasiswa Umsida Siapkan Diri lewat Alternative Assessment

Umsida.ac.id – Baik Gurunya Lebih Baik Muridnya Malas Gurunya  Lebih Malas Muridnya. Apa maksud ungkapan yang disampaikan oleh Assoc Prof Dr Fauziah Abdul Rahim dalam kuliah tamu Alternative Assessment In 21st Century For Higher Education,  yang digelar di Mini Theater GKB 2 Umsida pada sabtu (18/01) itu?

Pada kesempatan tersebut Fauziah memaparkan mengenai bagaimana pentingnya dunia pendidikan dan pengajar dalam menghadapi abad ke 21 yang saat ini sedang kita rasakan. Setidaknya terdapat 4 garis besar yang ia sampaikan. Diantaranya 21st century world, dimana sepatutnya kita sudah meyiapkan diri untuk memasuki abad ke 22 karena selama terdapat  manusia dan kehidupan maka tugas kita adalah memberikan pendidikan agar orang tidak melakukan kesalahan.

“Kita harus dapat beradaptasi, melihat apa yang terjadi dan apa tanggung jawab kita yang akan datang. Karena dizaman ini apa yang sebelumnya tidak terfikirkan oleh orang sepuluh atau beberapa belas tahun kemudian akan menjadi suatu hal meski sebelumnya tidak terfikirkan,” ungkapnya.

Ke dua adalah 21st century higher education. Dalam hal ini higher dikatakan sebagai mahasiswa karena mahasiswa sangat berperan dalam higher education. Ketiga adalah alternative assessment,dalam bagian ini terkadang kita lupa sehingga terlalu bergairah pada hal afektif dan melupakan kognitif, sehingga hal tersebut harus diseimbangkan, tentunya diaplikasikan dalam keseharian. Dan yang terakhir adalah issues and challenges bahwa setiap apa yang dilakukan adalah memiliki akibat yang akan dihasilkan.

Perempuan yang telah dinobatkan sebagai guru terbaik Malaysia ini sukses membuat kegiatan yang dihadiri oleh 110 mahasiswa FPIP ini menerka-nerka mengenai satu kata yang ia sebutkan mengenai Voca. Menjadi hal yang manarik karena mereka awam dengan kata tersebut.

“Voca adalah Voatility, Uncertainity, Complexity dan Ambiguity. Volatility memiiki arti bahwa apa yang ada sekarang mungkin dulu tidak terfikirkan oleh orang, sehingga cara belajar kita esok dan sekarang tidaklah boleh sama sehingga kita tidak boleh hanya mengingat tetapi juga harus memahaminya. Maka dengan ilmu itu kita akan membantu anak dalam belajar,”tegas Dekan School Of Education and Modern Languages ini.

Selain itu dekan yang dulunya sangat membenci matematika sampai akhirnya mencintainya juga menjelaskan bagaimana peran dunia pendidikan atau pengajar dalam ranah SDG’s (Self Development Goal’s) dimana dapat disimpulkan pendidikan dan pengajaran sangat dibutuhkan manusia untuk mencapai 17 point dalam SDG’s. Karena dalam SDG’s yang pertama dan paling penting adalah tentang bagaimana mengedukasi orang. Pendidikan akan mengajarkan semua sehingga nantinya akan membantu dalam pewujutan SDG’s itu sendiri.

Meski menggunakan dwi bahasa, peserta sangat antusias dan memahami apa yang telah disampaikan olehnya. Sehingga acara yang digelar dengan tujuan untuk memperluas kerjasama Umsida dan University Utara Malaysia dapat tercapai. Dari penjelasan diataslah kita dapat menjawab arti kata Baik Gurunya Lebih Baik Muridnya Malas Gurunya Lebih Malas Muridnya. Dimana Fauziah memaparkan bagaimana pentingnya peran pengajar bagi setiap muridnya. Apa yang dilakukan dan diberikan oleh seorang pengajar akan memiliki dampak yang besar baik dalam dunia pendidikan maupun bagi siswa.

“ Kesuksesan kamu adalah saat kamu telah selesai dalam masa perkuliahan, bukan saat kamu berada didalam perkulihan. Jika apa yang dititipkan kepada kita adalah ilmu pengetahuan maka berikan apapun ilmu yang kamu punya agar menjadikan pelajar kita sebagai pelajar yang baik karena pelajar kita nantinyalah yang akan menjadi pemimpin. Maka mereka harus bisa dan tahu mengenai pembelajaran agar mereka bisa membantu siswa-siswanya,” pesannya.

Ditulis oleh lintang

Diedit oleh Realita Tata Guna

Leave a Reply

Berita Terkini

pendampingan sertifikasi halal
3 Dosen Umsida Dampingi Sertifikasi Halal dan Keuangan Digital pada Wirausaha Muhammadiyah Sidoarjo
May 1, 2024By
Pendekatan Konseling Oleh Tim Dosen Umsida Wujudkan Sekolah Ramah Siswa
Pendekatan Konseling Oleh Tim Dosen Umsida Wujudkan Sekolah Ramah Siswa
May 1, 2024By
Umsida Tuan Rumah Kinik Penjaminan Mutu LLDikti 7
Umsida Kampus Unggul, Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah Kegiatan LLDikti 7 Jatim
April 30, 2024By
voli Umsida
20+ Sekolah Antusias Bertarung di Turnamen Tingkat Provinsi oleh UKM Voli Umsida
April 29, 2024By
testimoni mahasiswa ICT UTAR
Kata Mereka yang Mengikuti Program ICT UTAR
April 28, 2024By
Palestina Masuki Babak Baru Perjuangan Pembebasan
Palestina Masuki Babak Baru Perjuangan Pembebasan
April 27, 2024By
Manfaat ICT
Manfaat dan Syarat Mengikuti Program ICT
April 27, 2024By
Pelepasan Mahasiswa Umsida PLP 1, Siap Bawa Dakwah Pencerahan
Pelepasan Mahasiswa Umsida PLP 1, Siap Bawa Dakwah Pencerahan
April 26, 2024By

Riset & Inovasi

stres pada single mother
Riset Umsida: Single Mother Kerap Alami 3 Jenis Stres Ini
March 30, 2024By
komunikasi verbal dan nonverbal
8 Alasan Komunikasi Verbal dan Nonverbal Perlu Diterapkan Kepada Siswa
March 29, 2024By
media belajar tangram
Tangram, Cara Seru Siswa Belajar Geometri, Simak 5 Manfaat dan Cara Membuatnya
March 27, 2024By
kecenderungan media sosial
Pengguna Aktif Media Sosial Cenderung Kesepian, Kata Riset
March 26, 2024By
bullying pada siswa SD
Riset Dosen Umsida Jelaskan 8 Peran Sekolah untuk Mengatasi Bullying
March 25, 2024By

Prestasi

Paku Bumi Open 2024
20 Mahasiswa Umsida Raih 11 Emas dan 11 Perak di Paku Bumi Open XII 2024
March 7, 2024By
atlet hapkido Umsida
Mahasiswa Umsida Toreh Prestasi Hapkido, Langsung 2 Juara sekaligus
March 6, 2024By
Silat Apik PTMA 2024
Mahasiswa Ikom Umsida Sabet 3 Kejuaraan di Silat Apik PTMA 2024
March 5, 2024By
Video Menyuarakan Perjuangan Palestina Karya Mahasiswa Umsida ini Bawanya Raih Juara Nasional
Video Menyuarakan Perjuangan Palestina Karya Mahasiswa Umsida ini Bawanya Raih Juara Nasional
January 19, 2024By
Meja Komposit, Inovasi yang Membuat Umsida Raih Juara Harapan 2 di KISI 2023
December 26, 2023By