Umsida.ac.id – Direktorat Al Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (DAIK Umsida) kembali menggelar kegiatan Baitul Arqom Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Angkatan III di Graha Umsida.
Lihat juga: Baitul Arqom Dosen Umsida, Perkuat Ideologi dan Etos Kerja Islami untuk SDM Unggul
Acara ini berlangsung selama dua hari, (29-30/8/2025), dengan mengusung tema “Building Strong Character for Future Leader”.
Sebanyak 40 perwakilan mahasiswa dari berbagai UKM hadir sebagai peserta dalam kegiatan tersebut.
Penguatan Karakter Sesuai Visi Umsida
Sebagai pengantar, Direktur DAIK Umsida, Drs Muadz MAg, menyampaikan bahwa Baitul Arqom UKM ini dilaksanakan dalam rangka untuk me-recharge karakter mahasiswa sesuai dengan visi Umsida, yaitu menjadi perguruan tinggi unggul dan inovatif dalam pengembangan IPTEKS berdasarkan nilai-nilai Islam untuk kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembinaan karakter bukan hanya tanggung jawab dosen, melainkan juga peran mahasiswa.
UKM dipandang sebagai wadah yang strategis dalam menyiapkan kader Muhammadiyah yang siap berperan aktif, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat.
“Ini juga menjadi tugas kita untuk tidak hanya melibatkan dosen saja, tapi juga membimbing mahasiswa yang memiliki peluang untuk melakukan perannya sebagai kader Muhammadiyah dan merealisasikan visi Umsida,” ujarnya.
Karena itu, imbuh Drs Muadz, selama dua hari ini bisa diikuti dengan baik oleh para mahasiswa sehingga bisa berdampak baik untuk pelaksanaan kegiatan di UKM masing-masing.
Baitul Arqom Bantu cetak Pemimpin Kuat dan Visioner
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Umsida, Dr Nurdyansyah MPd. Dalam arahannya, ia menyebutkan bahwa Baitul Arqom ini merupakan kewajiban bagi setiap kader Muhammadiyah, termasuk UKM yang ada di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
“Kalian harus menjadi pemimpin yang kuat secara iman, akhlak, pemikiran, dan pelaksanaan,” ujarnya.
Para mahasiswa ini, imbuh Dr Nur, harus bisa menelurkan pemikiran-pemikiran yang baru dan segar untuk menjadi agent of change, sesuai tema yang diangkat pada penguatan karakter kali ini.
Lantas, ia mengutip pesan Presiden pertama RI yakni Ir Soekarno, “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”.
Menurut Dr Nur, kalimat tersebut relevan untuk menggambarkan bagaimana mahasiswa yang memiliki semangat baru dan dukungan pimpinan bisa membawa perubahan besar.
Ia mengatakan bahwa para mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini bisa mengubah Umsida, terlebih dengan pimpinan UKM dan Umsida yang mendukung keaktifan mahasiswanya.
“Dengan semangat baru ini, kalian bisa menjadi pembawa perubahan, menjadi orang-orang yang kritis, tetapi tidak anarkis,” terang Kepala STTM AR Fachruddin Bojonegoro itu.
Dr Nurdyansyah juga mengingatkan bahwa mahasiswa harus mampu memadukan idealisme dengan sikap adaptif.
Peserta Baitul Arqom diharapkan tidak hanya menjadi pribadi konfrontatif, tetapi juga bisa berkompromi sesuai kondisi di sekitarnya.
“Mudah-mudahan dari Baitul Arqom ini bisa membentuk mahasiswa yang memiliki nilai-nilai Islam untuk kesejahteraan masyarakat. Lekatkan nilai itu di hati kalian sebagai mahasiswa Umsida,” tutup Dr Nur.
Lihat juga: ToT Fasilitator PKMU Tekankan Pentingnya Tanggung Jawab Membimbing Mahasiswa
Setelah menyampaikan sambutan, secara resmi ia membuka kegiatan Baitul Arqom UKM Umsida Angkatan III ini.
Penulis: Romadhona S.