fenomena Godzilla El Nino (Pexels)

Godzilla El Nino 2026, Benarkah Mengancam Indonesia? Ini Penjelasan Pakar Lingkungan Umsida

Umsida.ac.id – Istilah “Godzilla El Nino” belakangan ramai dibicarakan dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. 

Hal tersebut dinyatakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebut terjadinya fenomena ini membuat kemarau lebih panjang dan lebih kering.

Lihat juga: La Nina: Penyebab, Dampak, dan Potensi Bencana Menurut Pakar Umsida

Tahun ini musim kemarau terjadi lebih awal lantaran berakhirnya fenomena La Nina Lemah pada Februari lalu yang kini bergeser ke fase normal dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun.

Banyak yang mengaitkannya dengan potensi kekeringan ekstrem seperti yang pernah terjadi pada 2015.

Di tahun inilah fenomena Godzilla El Nino terakhir terjadi, tepatnya di bagian timur Samudra Pasifik ketika anomali suhu laut sangat tinggi hingga menyebabkan kekeringan parah dan kebakaran hutan besar di Indonesia.

Namun, apakah kondisi tersebut benar-benar terjadi di tahun 2026?

Pakar lingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi saat ini tidak seburuk yang dibayangkan.

“El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah–timur yang mengganggu pola cuaca global. Dampaknya sangat terasa di Indonesia,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tahun 2026 tidak masuk dalam kategori ekstrem.

Godzilla El Nino 2026 Bukan Kondisi Ekstrem

dosen Umsida tentang kemarau basah

Menurut Dr Rini, istilah “Godzilla El Nino” sebenarnya bukan istilah ilmiah, melainkan sebutan populer untuk El Nino yang sangat kuat atau super El Nino.

“Berbeda dengan 2015, tahun 2026 ini justru berbeda. Kondisinya cenderung netral, bahkan mengarah ke La Niña lemah,” ungkapnya.

Artinya, El Nino tidak dominan dan dampaknya tidak signifikan.

Ia menjelaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini justru relatif normal hingga cenderung lebih basah.

Jika dibandingkan:

2015: El Nino ekstrem, kekeringan parah

2023: El Nino kuat, kemarau panjang

2026: Netral / La Niña lemah, kondisi relatif normal

Menurut Dr Rini, istilah Godzilla El Nino ini muncul lagi di 2026 karena beberapa pengaruh.

Misalnya saja media yang mengaitkannya dengan kejadian sebelumnya (terutama tahun 2015), kekhawatiran akan perubahan iklim global, dan bisa juga karena produksi jangka panjang, bukan kondisi saat ini.

Dampak Godzilla El Nino Paling Cepat 
fenomena Godzilla El Nino (Pexels)
Ilustrasi: Pexels

Meski tahun ini tidak ekstrem, Syamsudduha tetap menjelaskan bahwa dampak El Nino secara umum tetap perlu dipahami, terutama pada sektor lingkungan.

  • Ketersediaan Air

Ia menyebut bahwa sektor yang paling cepat terdampak adalah ketersediaan air.

“Sektor yang paling cepat terdampak yaitu ketersediaan air. Hal ini karena air sangat sensitif terhadap perubahan hujan dan tidak perlu waktu lama seperti tanaman atau ekosistem,” terang dosen Prodi Teknik Elektro itu.

Dampaknya bisa berupa krisis air bersih, terganggunya irigasi, hingga penurunan produksi listrik dari PLTA.

  • Kebakaran Hutan dan Lahan
Lihat Juga :  Pakar Umsida Komentari Kebijakan Konsesi Hutan: 4 Dampak Ini Sangat Serius!

Setelah sektor air, dampak berikutnya adalah kebakaran hutan dan lahan yang hitungan minggu atau bulan, begitu pula dengan sektor pertanian.

Sedangkan pada ekosistem dan suhu, kata Dr Rini, akan berubah secara bertahap.

  • Krisi Pangan

Dr Rini menjelaskan bahwa El Nino memang bisa memicu krisis air dan pangan, tetapi sangat tergantung pada intensitasnya.

Namun, untuk kondisi 2026 saat ini, risiko tersebut masih tergolong rendah.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa risiko lokal tetap bisa terjadi, terutama di daerah yang memang rawan kekeringan.

“Curah hujan masih normal sampai cukup tinggi, belum mengarah ke krisis besar. Jadi belum ada indikasi krisis nasional,” jelasnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa faktor lain seperti buruknya infrastruktur air, deforestasi, dan manajemen pangan yang lemah tetap bisa memperparah kondisi.

Godzilla El Nino Bukan Karena Manusia

Ia juga meluruskan bahwa El Nino bukan fenomena buatan manusia, melainkan siklus alami bumi yang terjadi setiap 2–7 tahun.

Namun, lanjut Dr Rini, perubahan iklim akibat aktivitas manusia dapat memodifikasi kekuatan dan dampaknya.

Secara alami, El Nino terjadi karena interaksi laut-atmosfer di Samudra Pasifik, melemahnya angin pasat, dan terjadinya pergeseran Walker Circulation.

Kejadian ini terjadi secara periodik setiap 2-7 tahun dan telah terjadi jauh sebelum industrialisasi.

Peran manusia juga bisa mendukung terjadinya fenomena ini.

Misalnya adanya emisi CO2 dan deforestasi bisa menyebabkan naiknya suhu laut dan terjadinya pemanasan global.

Bahkan ke depan, ilmuwan memprediksi bahwa El Nino ekstrem bisa terjadi lebih sering.

Strategi Menghadapi Godzilla El Nino

Untuk mengantisipasi dampak ke depan, Dr Rini menekankan pentingnya pendekatan berkelanjutan, bukan sekadar reaktif.

Ia menyebut beberapa strategi utama, di antaranya:

  1. Manajemen air berkelanjutan

Seperti penampungan air hujan, embung desa, dan sumur resapan untuk menjaga cadangan air.

  1. Pertanian adaptif

Menggunakan irigasi hemat air, varietas tahan kekeringan, serta penyesuaian kalender tanam.

  1. Restorasi ekosistem

Reforestasi dan perlindungan lahan gambut untuk menjaga siklus air alami.

  1. Pencegahan kebakaran

Melalui monitoring hotspot dan pengelolaan lahan yang lebih baik.

  1. Teknologi cerdas

Pemanfaatan IoT dan AI untuk memprediksi risiko kekeringan dan kebutuhan air.

  1. Integrasi energi berkelanjutan

Dengan terjadinya fenomena ini, bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan PLTS karena saat ini lah energi matahari sedang tinggi-tingginya.

Melalui penjelasan ini, ia berharap masyarakat tidak mudah panik dengan istilah “Godzilla El Nino”.

Lihat juga: La Nina dan Dilema Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan di Indonesia

Meski fenomena tersebut memang pernah terjadi dan berbahaya, kondisi Indonesia tahun 2026 saat ini masih tergolong aman dan terkendali.(Romadhona)

Sumber: Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT

Berita Terkini

renstra Pusat Studi dan PUI Umsida (7)_11zon
Umsida Perkuat Pusat Studi dan PUI dengan Mengeksplorasi International Funding
October 21, 2026By
pengelolaan tracer study (5)
Belajar Pengelolaan Tracer Study, UMG Studi banding ke Umsida
October 20, 2026By
program peduli lingkungan (2)
PLP 2 Umsida Ajak Siswa Peduli Lingkungan Lewat Program Melati
October 19, 2026By
mahasiswa belajar ibadah 2
Tak Hanya Karakter, Umsida Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Ibadah Lewat PKMU
October 18, 2026By
kunjungan IAD Probolinggo (2)
Kunjungi Umsida, IAD Probolinggo Perkuat Mutu Perguruan Tinggi
October 15, 2026By
hari kesehatan mental 1
Hari Kesehatan Mental, Satgas PPKPT dan Psikologi Umsida Buka Ruang Aman
October 12, 2026By
bramasgana terjun ke gempa ntt
Laporan Terkini Bramasgana Umsida dari Lokasi Gempa NTT
October 12, 2026By
pkmu 2026
PKMU 2026-2027 Dimulai, Usung Konsep Baru
October 11, 2026By

Riset & Inovasi

media pembelajarn spin wheel
PLP 2 Umsida Buat Media Pembelajaran Spin Wheel untuk Siswa SD
October 22, 2026By
sosialisasi bullying (3)
Cegah Bullying Sejak Dini, PLP 2 Umsida Gelar Sosialisasi untuk Siswa SD
October 16, 2026By
Media Papan Interaktif Metamorfosis (4)
Buat Media Papan Interaktif Metamorfosis, PLP 2 Umsida Dukung Pembelajaran Siswa
October 15, 2026By
plp ajari matematika
Belajar Matematika dengan Cara Berbeda Bersama PLP 2 Umsida
October 14, 2026By
PLP 2 kenalkan lingkungan 1
PLP 2 Umsida Tumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan pada Siswa Lewat Green School
October 13, 2026By

Prestasi

ranking appliededu umsida (3)
Umsida Raih Posisi 37 AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027
October 21, 2026By
Pojok Statistik Umsida Ranking 1 Nasional (2)
Pojok Statistik Umsida Raih Ranking 1 Nasional Tahun 2026
October 5, 2026By
tim jenggolo ikuti kmhe 2026
Tim Jenggolo Umsida Siap Bawa Arshaka V2 ke KMHE 2026
October 2, 2026By
world university rankings (2)
Masuk THE World University Rankings 2027, Umsida Perkuat Rekognisi Internasional
October 1, 2026By
penghargaan Pojok Statistik Umsida
Pojok Statistik Umsida Kembali Jadi Terbaik 1 Nasional BPS RI
September 30, 2026By

Opini

kebijaksanaan atas gelar
Melampaui Gelar, Menuju Kebijaksanaan: Tanggung Jawab Intelektual dalam Membangun Peradaban
October 22, 2026By
olah sampah platik kemasan (3)
Gelar Adiwiyata, PLP 2 Umsida Ajari Ubah Sampah Plastik Kemasan Jadi Bunga Hias
October 14, 2026By
bijak menggunakan teknologi AI (Pexels)
Teknologi Tak Bisa Dibendung, Ini Cara Bijak Penggunaan AI
October 2, 2026By
kebutuhan air data center AI (Pexels)
Benarkah AI Menguras Jatah Air Bersih? Ini Kata Pakar Umsida
October 1, 2026By
karhutla (Dok Antara Foto)
Mengapa Karhutla Terus Berulang? Bagaimana Mencegahnya?
September 23, 2026By